Prolog

7.7K 425 83
                                        


"Kamu ngomong apa? Aku nggak ngerti." Dyra menggelengkan kepalanya. Tidak mengerti dengan apa yang dikatakan laki-laki yang berdiri tak jauh darinya sekarang.

"Aku sayang kamu. Nadyra." ucap Raka mengulangi perkataannya tadi.

Dyra hanya tersenyum sinis. Mengalihkan perhatiannya menatap lurus kedepan melihat pemandangan kota Bandung malam hari.

"Apasih.. Nggak usah bercanda deh, Ka."

"Aku serius, Na."

" Tapi kita ini temen, Raka. Kamu lupa kamu yang minta sendiri waktu itu?"

"Perasaan orang nggak ada yang tau, Na. Yang jelas sekarang aku sayang kamu."

Hening. Mereka berdua sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.

"Kamu tau kan aku nggak mau pacaran." Dyra kembali membuka suara.

"Bukan nggak mau. Tapi kamu takut, Na"

Dyra terdiam. Perkataan Raka menusuk sebagian dari dirinya.

'Apa iya aku takut?'

"Sampai kapan kamu kaya gini, Na? Se special apa dia yang buat kamu sampai kaya gini? Kasih aku kesempatan. Aku pengin bahagiain kamu. Kamu berharga. Aku gaakan biarin siapapun sakitin kamu lagi. Karena aku sayang kamu,"

Nafas Dyra tercekat mendengar penuturan Raka. Dyra menatap raut muka Raka yang terlihat begitu frustasi. Berkali-kali Dyra melihatnya menghembuskan nafas kasar sembari mengacak rambut hitamnya.

Bibir Dyra masih terasa kelu untuk mengeluarkan jawaban atas perkataan Raka. Belum sampai kesadaran Dyra kembali. Raka kembali melangkah maju mendekati Dyra. Disaat seperti ini, bahkan kaki Dyra seperti tidak bekerja. Perkataannya tadi, mampu menghipnotis akal sehat Dyra.

Kemana perginya Nadyra yang berani?

Saat sudah dihadapan Dyra. Tiba-tiba saja Raka merengkuh tubuh mungil Dyra. Tangan kanannya ia gunakan untuk mengangkat dagu Dyra dengan jarinya. Kini Dyra bisa melihat jelas wajah Raka hanya dari jarak beberapa senti. Mata hitamnya, hidung mancungnya, dan bibir tipisnya. Sepersekian detik berikutnya bibir tipis yang sedari tadi ia amati mengucapkan sesuatu.

"Aku mencintaimu, Nadyra" setelah itu Dyra hanya bisa memejamkan matanya ketika bibir tipis itu menekan bibirnya.

Ciuman pertamaku..

••

Haiiiii. Sesuai janjiku, prolog aku publish yaaa😘😘

Masih permulaan. Aku harap kalian suka.
Insyaallah udah aku matengin ko jalan ceritanya😂😂

Jangan lupa vomment yaa!!
Vomment kalian sangat berarti buat aku lanjutin cerita ini:)

Kritik dan saran kalian juga masih aku terima. Tentunya dengan bahasa yang baik:)

Enjoy reading😘

Next⬇⬇

PREFERStories to obsess over. Discover now