"Sekesal apa pun aku sama kamu tapi tak bisa dipungkiri hati ini tetap tersenyum untuk kamu"
Suasana di kelas XI IPA 1 sangat ribut, karena gurunya belum masuk.
"Eeehhh upil lo bisa diam enggak sih?" marah Ara yang terus menerus di ganggu Afi
"Kurang ajar!!! Lo panggil gue upil lo sendiri enggak sadar tu mulut lo kayak pantat ayam,nyut nyutan terus heh???"
"Bangsat,bibir sexy kayak gini lo bilang pantat ayam??sadar diri woy"
"Yassalammmm"
Semua pada tertawa melihat kekonyolan Afi dan Ara.
"Ehhhhmmm" dehem seseorang,menghentikan tawa semua siswa. Ternyata itu adalah ibu Sarry guru prakarya.
"Assalamualaikum bu,selamat siang." ucap mereka serempak ketika melihat ibu Sarry sudah duduk manis dimeja kebanggaan para guru ketika mengajar di kelas.
"Waalaikumsalam anak anak,maaf ya ibu telat!!"ucap bu Sarry
"Ibu?" ucap Afi mengangkat tangan kanannya
"Iya Afi ada apa?"
"Selamat siangnya enggak dibalas nih bu?" tanya Afi
"siang anak anak"
"Udah tau kok bu kalau ini siang"ucap Afi,siswa lainnya pada tertawa
Ibu Sarry hanya dapat mengelus dada pertanda agar bersabar menghadapi anak didiknya yang kelewatan nakal ini.
"Oke anak anak,materi kita hari ini adalah tentang Limbah, ada yang tau apa itu Limbah?" kata bu Sarry sambil berdiri di depan kelas
"Guru kok nanya sama siswa sih?ini yang guru siapa yang siswa siapa?"gumam Afi yang alhamdulillah masih kedengaran ibu Sarry.
"Afi mohon diam!!!" ucap bu Sarry yang mulai panas.
"Saya bu!!" kata Ara mengangkat tangan kanannya.
"Iya Ara,tolong jelaskan!!"
"Menurut saya limbah adalah barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi"
"Bagus...ada yang lain?" tanya bu Sarry
Tidak ada satu pun yang menjawab
"Oke anak anak,jadi limbah adalah materi atau barang yang sudah dibuang dan tidak bermanfaat lagi"
"Contohnya mantan dong bu,kayak sih Ara yang baru putus udah di buang"ucap Afi cengengesan
Ara yang mendengar Afi membicarakan dirinya sangat kesal karena disamakan dengan barang bekas.
"Heh kamu ini ada ada aja"kata bu Sarry
"Enggak pa pa bu ada ada aja dari pada ada apanya kan enggak baik" kata Afi
"Oke anak anak!!dari penjelasan ibu tadi apakah ada yang tidak paham?yang tidak paham berdiri!!!" Kata bu Sarry menghiraukan perkataan Afi.
Tidak ada yang berdiri,Afi melihat ke sekitar kelas lalu dia berdiri.
Melihat Afi berdiri ibu Sarry bertanya
"Apa yang tidak kamu mengerti Afi?"
"enggak ada bu"
"Lalu kenapa kamu berdiri?"
"Nemanin ibu,kasian ibu berdiri sendiri enggak ngerti. Jadi saya sebagai siswa terganteng menemani ibu"
Sontak semua siswa tertawa dengan kekonyolan Afi.
Jam Istirahat
"Ara kantin kuy." ajak Nabila
"Kuy."
Ara dan Nabila berjalan kearah kantin. Sampainya di kantin mereka melihat suasana kantin sangat ramai. Ara mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kantin dan tepat di pojokan kantin ada meja kosong. Ara kemudian menarik Nabila menuju meja tersebut,mereka duduk di situ.
"Lo mau pesan apa?"tanya Nabila
"Nasgor plus paha ayam goreng." kata Ara bersemangat sedangkan Nabila mengangguk,kemudian pergi meninggalkan Ara
"Dasar Ipin gundul" gumam seseorang didepan Ara.
Ara tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya karena orang tersebut sedang menunduk sambil memainkan handphone nya. Tapi dari suaranya Ara tau siapa dia,siapa lagi kalau bukan Afi.
Ara mendengus kesal karena Afi mengatainya Ipin gundul. Disaat bersamaan,Nabila datang dengan nampan berisikan 1 pesanan Ara dan 1 pesanan Nabila tak lupa dua gelas es teh.
Ara memakan nasi gorengnya dengan lahap tak lupa dengan paha ayam goreng nya.
"Ara lihat kak Aldo deh!!" kata Nabila.
Ara berhenti menggigit paha ayam gorengnya dan sontak melihat kearah yang di tuju Nabila. Ara sangat kesal atas pemandangan yang di lihat nya.
Didepannya Aldo sedang bermesraan dengan cewek lain yang ditemani oleh Afi, melupakan bahwa dia memiliki pacar ralat mantan pacar yang baru diputusi kemarin,yaitu Ara.
Ara sangat kesal hingga melempar paha ayamnya kearah depan dengan niat agar mengenai kepala Aldo. Namun tak diduga paha ayam itu menyumpal mulut Afi yang sedang menguap lebar. Ara melotot kaget melihat itu.
Afi kaget karena tiba tiba sesuatu masuk ke mulutnya. Dia Mengambil itu,ternyata itu adalah paha ayam. Afi tau siapa pemiliknya, dia menatap Ara sengit kemudian memakan paha ayam itu dengan garang.
Ara yang melihat Afi menatapnya sengit hanya memasang cengiran khasnya. Tapi saat melihat afi memakan paha ayam nya ada rasa tidak rela,tapi apalah daya.
#skip kelas
Setelah kejadian dikantin Ara masih kesal dengan Aldo yang sudah melupakannya secepat itu.
"Lo kesal ya liat kak Aldo bisa move on secepat itu dari lo?"tebak Nabila tepat sasaran.
Ara menganggukinya,toh itu memang kenyataannya.
"Menurut gue sih lo harus mengubah penampilan lo ini deh!!"kata Nabila
Ara mengernyit bingung dengan maksud Ara. Nabila menjelaskan semuanya.
Ara mengangguk paham.
Hai guys.
Ini cerita pertama aku ya,bantulah daku agar ceritanya laku.
sorry ya gaje ceritanya.Cerita yang kayak gini mah udah basi pasti ya?
Mau gimana lagi,tapi tenang aku juga lagi usaha nih buat ceritanya enggak ngebosanin.
You vote,saya lanjut👌
