Di atas bukit, terpampang luas rumput-rumput hijau. Membentang luas, menyapu pandang.
Pemandangan sore hari dengan angin khasnya.
Seorang gadis berjalan menelusuri jalanan sore bersama keheningan. Sesekali ia memejamkan matanya merasakan kesejukan yang disuguhkan oleh keasrian.
Aira, gadis itu terduduk di sebuah bangku yang telah tersedia. Sekali lagi ia memejamkan matanya, mengirup napas dalam-dalam. Sebulir air mata jatuh melewati pipinya. Rasa sesak di dada menyeruak, membuat sekujur tubuhnya tak dapat merasakan apa-apa.
Satu persatu bulir air mata itu jatuh mengalir sampai deras.
Bibir Aira bergetar menahan isakan. Hingga ia lepas kendali dan menangis semakin kuat, isakan demi isakan lolos dari bibirnya.
Ia benar-benar lepas kendali. Rasa sakitnya benar-benar tak tertahan lagi. Sudah cukup, sudah cukup untuk semua rasa sakit yang ia rasakan. Ia tak akan kembali lagi. Dan tak ingin merasakan sakit karena cinta lagi.
Aira menyerah. Benar-benar menyerah.
****
YOU ARE READING
Sagara Dan Aira
Teen Fiction- The Wattys 2018 Longlist - Jika Cinta membuatmu bertahan, kenapa tidak pergi ketika rasa sakit datang? Kenapa harus bertahan pada hal-hal yang akan membuatku hancur dan berantakan? Percayalah, jika bukan dia, pasti akan ada yang datang. Berjanji t...
