prologue

173 21 13
                                        

Tahun ajaran baru dimulai. Menjadi awalan baru bagi seorang 'nasya calandra adhelya' mengganti seragam yang mulanya putih-biru menjadi putih-abuabu. Ia menatap dirinya di sebuah cermin full body yg ada kamarnya. Satu kata yang mendeskripsikannya hari ini 'hancur' dengan penampilan bak ospek pada umumnya. Rambut kuncir dua plus diiket pake pita, topi kerucut, kalung daur ulang sampah, dan bad name kardus yang kebesaran. Menjadi awalan yang sangat tidak bagus bagi seorang nasya.

"Sya cepetan turun sarapan, jangan sampe terlamat ini hari pertama kamu sekolah" rania memanggil nasya dari ruang makan yg terletak di lantai bawah.

"Iya ma, sabar" Nasya mengambil tas louise vuitton berwarna coklat di atas meja belajarnya dan segera bergegas turun ke bawah untuk sarapan bersama.

"Sya lu ade gua bukan si? Aelah cupu bnr ngahahah beda ama biasanya" pagi pagi mendapat sambutan yang tidak baik dari abangnya, Rendra.

Nasya yang sedang menuruni anak tangga langsung reflek menutupi mukanya yang terlihat cupu akibat dandan ospeknya hari ini.

"Gausa ditutup, kita kita juga udah pada liat tadi ya ngga pa?" Ucap rendra meminta persetujuan pada fandi, papanya. Fandi hanya menganggukkan kepala tanda menyetujui ucapan anak sulungnya barusan.

"Pagi pagi udah ribut aja, sini sya makan dulu" ujar rania sambil memberikan sepiring nasi goreng kepada nasya.

"Yah siapa yang ribut, liat noh ma si nasya dah kaya badut di orang kawinan aja, eh ulang tahun deng hehe" ujar rendra memberikan cengiran di akhir kalimatnya.

"Apaan si bang jail mulu dari tadi, dulunya abang juga gini kan waktu di ldks" akhirnya nasya angkat bicara.
Rendra hanya memamerkan deretan gigi putihnya dan kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda.

10 menit berlalu nasi setelah sarapan rendra memutuskan untuk berangkat ke sekolah lebih awal karena hari pertama tidak ada yang boleh terlambat. Siapa yang ingin berurusan dengan guru killer sekolah gara gara terlambat saat upacara?

Nasya berangkat bareng rendra karena mereka satu sekolah sekarang. Mereka berpamitan seraya mencium punggung tangan rania dan fandi. Nasya berharap tidak ada kesialan yang menimpanya di hari pertama sekolahnya dan semoga ia mampu berbaur dengan teman barunya.

TBC...

MACCHIATOHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora