Aku Satu, dan hanya satu-satunya. Karena 'dia' tak pernah ada. Bagai mantra itulah yang kurapalkan setiap aku bangung tidur. Dan itu manjur.
Tapi semenjak kedatangan 'orang itu' (aku tak mau menyebut nama mengerikan itu) sebaris kalimat di atas kehilangan daya magisnya. Menguap di udara sia-sia.
***
Jadwal pagi ini adalah mapel fisika selama 3 jam. Kabar yang sangat 'indah' setelah melaksanakan upacara rutin di hari Senin bagi siswa kelas XII IPA 2, SMA Harapan Baru. Namun indahnya lagi Bu Gita, nama yang sangat bertolak belakang dengan suara cemprengnya terlambat datang. Bahkan waktu mapel fisika tinggal 1 jam lagi tersisa. Bahkan semua anggota Famost Class, sebutan untuk XII IPA 2 sudah menempati pos mereka masing-masing. Pos orkestra, pos kartu Remi, pos cewek perumpi, pos cewek super pendiem, dan yang utama adalah posnya geng kuntilanak. Bukan tanpa sebab mereka dijuluki seperti itu, anggotanya saja Satu, Jenny, Tina, Lola yang super cantik juga super bermasalah. Lihat yang mereka lakukan, tengah buka salon dadakan. Terkecuali Satu yang lebih milih jadi mandor ketiduran, ketimbang rempong sendiri. Namun semua kegiatan itu berubah saat.
"Guys... sumpah nenek Lampir dateng" ujar Farhan si ketua kelas, kesetanan. Disusul kehebohan dari temen-temennya membersihkan jejak yang mereka tinggalkan. Tak lama kemudian suara langkah yang mengintimidasi itu datang disusul langkah tenang lain yang terasa asing.
"Assalamualaikum, kalian kedatangan murid baru" ucap Bu Gita DSPJ, datar, singkat, padat, jelas. Kemudian datanglah cogan anyaran di SMA Harapan Baru.
"Perkenalkan nama ku Satria Aji Purnama"
Sebaris kata perkenalan singkat itu mampu membuat Satu , siswa yang telah memecahkan rekor muri untuk durasi tidur di kelas paling lama, terhenyak mendengarnya. Ditatapnya pemuda jakung itu dengan sinis. Sementara Satria yang merasa. mendapat serangan dadakan tersebut, hanya menatap datar Satu. Mata mereka bertemu dalam kebencian dan ketidak pedulian.
" Eh Sat lihat tuh ganteng bangetkan, lumayan tuh mainan baru" Jenny teman sebangku Satu yang terkenal hobi gonta-ganti pacar mulai berkicau kegirangan.
" Jangan maruk lu Jen, dia bagian gue. Enak aja lu bilang mainan-mainan, setelah nikung gebetan gue" balas Tina, sewot. Dan akhirnya keributan antara Jenny dan Tina tak terhindar.
" Hey...kalian diam!!!"
Brak!!!
Dan bersamaan dengan teriakan murka Bu Gita, gebrakan meja sangat keras berasal dari bangku sebelah Jenny berhasil mengalihkan atensi murid-murid dari amarah Bu Gita menuju...Satu
" Ijin pipis Bu..." dusta Satu, sambil melenggang pergi. Tak menghiraukan tatapan heran teman-temannya.
" Baguslah, pembawa masalah pergi. Nak Satria kamu silahkan duduk di bangku sebelah Yudha. Yudha angkat tanganmu" ucap Bu Gita penuh perintah. Langsung saja Satria duduk di bangku sebelah Yudha yang ternyata bersebrangan dengan bangku kosong yang baru ditinggalkan pemiliknya karena ' ijin pipis'.
***
Koridor saat ini sangat sepi. Hanya beberapa guru lewat yang akan mengajar kelas. Sambil mengepal erat Satu berjalan sempoyongan menuju kamar mandi, keringat dingin mengalir deras dari pelipisnya.
" Aku Satu dan hanya satu-satunya" racau Satu sepanjang koridor menuju kamar mandi. Sesampainya di sana, dikeluarkan ponselnya ditekan tombol dial 1 Dr. Aldo. Sambil menunggu sahutan dari seberang Satu terus merapalkan mantranya.
" Angkat Dok!" Teriak Satu putus asa.
Prank!!!
Tes...
Tes...
Tes...
" Halo Satu???"
" Kamu baik-baik saja? Suara apa itu?"
Darah segar mengalir dari kepalan tangan yang penuh pecahan cermin washtafel itu. Satu tersenyum samar ditengah kesakitannya.
" Tentu Do, Satu sangat baik-baik saja"
" Shit! Lo jangan berani macem-macem 'Sat', gue kesana sekarang"
***
Hay Hay Hay 😂. Gimana guys? Pasti masih pada bingung nih😞. Namanya aja juga masih prolog, sabar ya😉. Jangan bosen nunggu update an author ya...😃😃😃
ESTÁS LEYENDO
Only One
Novela JuvenilDID. Dissociative Identity Disorder atau gangguan kepribadian disosiatif. Sudah 7 tahun Satu divonis sembuh dari penyakit mental tersebut. Namun semua berubah saat seorang Satria muncul... Akankah mahluk yang lenyap akan kembali? Menguak masa lalu y...
