01◾ Terlambat

114K 3.5K 74
                                        

Suara langkah kaki seorang gadis terdengar di sepanjang koridor yang telah sepi itu. Ya, karena bel masuk sudah berdering sekitar 30 menit yang lalu. Namun gadis itu tampak santai sambil mengunyah permen karetnya. Dia adalah Nadine Nasyela Waildan, gadis remaja yang saat ini menduduki kelas XI SMA.

"Hai! Mau kemana kamu?" Teriak seorang guru dengan suara cemprengnya, yang tak lain adalah Bu Retno yang termasuk salah satu guru killer di SMA Nusa Bangsa.

"Mampus, ketauan deh gue!"
Ujar Nadine seraya menepuk jidatnya dan membalikkan badannya. Di lihatnya Bu Retno sudah berdiri di belakangnya sambil berkacak pinggang.

"Eh Ibu, apa kabar? Sehatkan?" Ucap Nadine dengan cengiran khasnya.

"Kamu lagi, kamu lagi. Kenapa sih kamu hobby banget datang terlambat? Ibu aja sampai bosen lihat muka kamu!" Ucap Bu Retno.

"Yaudah nggak usah dilihat atuh bu, tapi kalau nggak dilihatkan sayang. Soalnya muka saya itu imut-imut kek ada manis-manisnya gitu. Dan iya bu, saya itu nggak punya hobby telat, saya cuma khilaf," ujar Nadine dengan wajah polos seperti tak berdosa.

"Kamu ini bisanya ngejawab omongan saya aja! Khilaf kok setiap hari." Omel Bu Retno.

"Dijawab salah, nggak dijawab juga salah, udah kek lagu Raisa aja serba salah. Dasar guru." Celetuk Nadine pelan namun masih dapat didengar oleh sosok di hadapannya saat ini.

"Apa kamu bilang?! Sekarang kamu lari keliling lapangan sebanyak 30 kali putaran!" Perintah Bu Retno.

"Bu, dinego dong." Pinta Nadine, melas.

"Yaudah, 30 x 2 jadi 60 kali putaran!"

"Buset! Itu mah malah nambah. Yaudah saya lari 30 kali putaran." Putus Nadine dengan perasaan kesal. Bagaimana nggak kesal? Lapangan SMA Nusa Bangsa-kan luas banget,. Eh, malah disuruh lari ngelilingin itu lapangan sebanyak 30 kali putaran lagi.

🍁

Setelah menyelesaikan hukumannya Nadine bukannya pergi ke kelas melainkan pergi ke kantin.

"Mending cabut! Percuma masuk ke kelas juga, paling pas masuk langsung dikasih sambutan hangat dari Bapak Satrio tercinta. Lagian juga bentar lagi istirahat gini." Batin Nadine.

Sedikit info, Pak Satrio itu adalah guru bahasa Indonesia yang sudah berkepala empat, hobby-nya menceramahi murid-murid yang bermasalah seperti Nadine. Kadang Nadine heran dia guru bahasa Indonesia atau agama sih? ceramah mulu kerjaannya.

Sesampainya di kantin, Nadine langsung memesan satu mangkuk bakso dan langsung melahapnya seperti orang yang tidak makan selama setahun. Itu karena Nadine belum sarapan dan mood-nya hancur gara-gara disuruh lari 30 putaran tadi.

Setelah baksonya habis tidak tersisa, dia membuka grub chat di line dengan kedua sahabatnya. Yap, Nadine mempunyai dua sahabat yaitu Tasya Revalia dan Bella Riski Amalia.

Cecan Limited Edition

Nadine Nasyela : Woy, ke kantin buruan! Boring nih

Tasya Revalia: Lo di kantin?

Tasya Revalia : Ngapain?

Tasya Revalia : Bolos lagi?

Nadine Nasyela : Banyak bacot banget sih, buruan sini!

Tasya Revalia : Belum bel ogeb

Bella Cute : Belum bel ogeb (2)

RaynandDes histoires addictives. Découvrez maintenant