Aku adalah Keenan. Yang mencintaimu begitu dalam. Yang memilih menetap pada sebuah rasa ini untukmu. Namun, memintamu untuk menghapus rasa-mu untukku agar kamu tetap hidup.
Ps : Maaf ya kalau banyak typo dan alur yang membosankan, karena aku belum jago bikin cerita hehe. Makasih udah baca❤
"Tidak mungkin!" teriak gadis itu.
Gadis itu selalu menepisnya.
Gadis itu selalu menghalangi rasa itu untuk hadir.
Gadis itu mengatakan bahwa ia tidak akan jatuh cinta dengan lelaki itu yang notabene-nya adalah teman sekelasnya.
Ya teman yang selalu mengusik hidup tenangnya.
Hingga akhirnya takdir berbanding terbalik dengan ucapannya itu.
Sebuah rasa tercipta tanpa sengaja.
Sebuah rasa mengisi hati kosong gadis itu.
Sebuah rasa menghangatkan rongga dada gadis itu.
Dan suatu hari lelaki yang ia cintai itu memintanya untuk menjalin hubungan spesial dengannya.
Akankah gadis itu menerimanya?
Apa yang terjadi setelah gadis itu menerimanya?
***
Athaya Putri.
Hari pertama masuk sekolah gadis itu sudah mendapat tatapan tajam dan sinis dari seorang laki-laki bernama Keenan yang kini menjadi teman sekelasnya. Entah tahu alasannya mengapa gadis itu mendapat tatapan seperti itu. Tentunya membuat gadis itu sangat dongkol. Bagaimana tidak? Seseorang yang dia anggap sebagai teman barunya itu tiba-tiba saja memberi tatapan seperti itu.
Waktupun berlalu, kejadian waktu itu masih mengitari kepala Athaya. Semangkuk bakso yang sudah dipesannya sedari tadi belum juga ia makan, namun ada satu kejanggalan. Semangkuk baksonya yang tadi ia pesan dan belum dimakan sama sekali telah habis tersisa kuahnya. Lamunannya dibuyarkan oleh sahabatnya yang kini duduk di depannya.
"Yak!" Panggil Winda, sahabat Athaya sejak kelas 7 hingga kelas 9 ini. Sahabatnya itu memang sering memanggilnya dengan sebutan Ayak.
"Eh gila ya lo?" Jawab Athaya yang terkejut dan memutar bola matanya kesal.
"Salah siapa dari tadi lo melamun dan lihat bakso yang lo pesen udah diserbu sama dia," kata Winda sambil mengarahkan telunjuknya pada seorang lelaki.
Kepala Athaya menoleh mengikuti arah telunjuk Winda dan ternyata ada Keenan yang sedang nyengir kuda. Bola mata Athaya membulat seketika dan kedua alisnya menyatu. Wajahnya memerah, tanda ia sedang marah.
"Maksud lo apa makan bakso gue?" Tanya Athaya dengan nada tinggi hingga sebagian penghuni kantin mencari sumber suaranya.
"Mubadzir, Tai! Salah siapa juga lo nganggurin bakso di depan lo, ya gue makan lah!" Jawab Keenan dengan wajah tanpa dosa.
"Eh apa lo bilang? Tai? Nama gue A-tha-ya!" Emosi Athaya pun semakin memuncak mendengar ucapan Keenan.
"Suka-suka gue dong! Gue sukanya manggil A-tai-ya, lo bisa apa?" Jawab Keenan tak mau kalah.
"Gue bilang nama gue A-tha-ya! Apa masih kurang jelas ya mas? Sekali lagi lo panggil gue dengan sebutan itu, hidup lo ga selamat dari gue!" Kata Athaya mengancam dengan menyunggingkan senyum tipisnya. Mendengar itu Keenan terkekeh pelan seperti menganggap itu lelucon yang dibuat oleh Athaya.
Winda yang sedari tadi menonton adu mulut antara dua makhluk tersebut, segera menarik Athaya yang sudah ingin membalas kekehan Keenan dengan seribu kata pedasnya. Athaya sedikit kesal dengan sikap Winda yang menariknya pergi dan meninggalkan kantin.
"Lo kenapa sih tadi ga nahan Keenan supaya ga makan bakso gue?" Ucap Athaya dengan nada kesalnya.
"Keenan yang tiba-tiba aja dateng terus langsung makan bakso punya lo tau," jawab Winda.
"Emang ngeselin ya itu anak! Dari awal masuk aja udah ngeselin kaya gitu!" Kata Athaya dengan sedikit mengingat kejadian awal masuk sekolah itu.
"Dari awal masuk? Berarti dari awal lo udah ada masalah sama dia? Wah-wah, jadi lo ga cerita ke sahabat lo nih?" Kata Winda menimpali ucapan sahabatnya.
Tiba-tiba saja bel berbunyi dan memutuskan pembicaraan mereka. Athaya dan Winda yang sudah berjarak beberapa meter dari pintu kelasnya pun mempercepat langkah mereka.
TBC Oiya baca juga cerita aku yang lain ya, judulnya Blue. Genre teenfiction dikasi bumbu-bumbu fantasy wkwk, makasi💕
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
NB : Tunggu part selanjutnya ya, jangan lupa vote dan comment. Minta juga kritik dan sarannya supaya cerita ini lebih baik dan menarik. Oh ya, rekomendasiin cerita baru ini ke temen-temen kalian yaa😆 Makasih banyakkk, selamat malam.