"Ngapain lo kesini?" tanyanya padaku.
Aura kesedihannya selalu muncul setiap saat, ditambah lagi cuaca hujan petir yang gelap sangat mendukung suasana untuk dirinya bersedih.
"Tolong. Jangan lagi," pintaku.
"Buat apa? Udah gak ada gunanya, gue sama aja kayak barang rusak. Apa gunanya? Lo bisa jelasin?" jawabnya menyentak.
Aku terdiam, entah harus menjawab apa.
"Apa alesannya? Hah?" tanyanya lagi.
"Masih ada aku."
"Elo? Adanya elo pun gak akan bisa merubah nasi yang udah jadi bubur."
VOUS LISEZ
YELLOW
Roman pour Adolescents"Bintang tidak akan pernah bisa bertemu dengan kamu, sang matahari. Kita akan selalu ada di waktu yang salah, aku malam, dan engkau pagi. Dan akan selalu begitu." Aku terdiam dan dengan tenang aku menjawab, "Tapi kau tahu? Terkadang di pagi hari, t...
