prolog

115 43 58
                                        


Gadis cantik berambut pirang bergelombang panjang setinggi dada tengah tersenyum bahagia. Memamerkan sederetan gigi putihnya. Menjadikan kedua matanya menjadi sipit. Dan menghasilkan lesung yang dalam di kedua pipinya.

Sejak tadi ia melihat berbagai foto di album kesayangannya, sambil mengingat ingat kembali masa kecilnya. Ya, ia sedang jatuh di masa lalunya bersama sahabatnya.

Ia mengelus eluskan salah satu foto yang ia ambil dari album, dan dipegang sembari duduk bersila diatas kasurnya.

Satu tetesan air mata kebahagiaan bercampur kesedihan begitu saja jatuh tepat di foto bersamanya.

Ia lalu membayangkan lagi kebahagiaan yang pernah ia alami di masa kecilnya. Berharap ia bisa mengulang kembali waktu dan akan kembali ke masa lalunya.

Gadis itu tersenyum miring ketika melihat teman kecilnya bermain ayunan di foto bersama dirinya.

Alangkah bahagianya ia di masa kecilnya. Gadis itu bersyukur karena telah mengalami kenangan paling bahagia di seumur hidupnya. Walaupun sekarang ia tak lagi merasakannya.

Ia memejamkan matanya sejenak. Dan mulai bermimpi di masa lalunya.

Flashback

Gadis cilik sedang tertawa terbahak bahak sambil bermain ayunan dengan empat kawan lainnya secara bergantian.

"Hahahahaa.." suara canda tawa gurau terdengar begitu bahagia di antara mereka.

Semuanya terlihat begitu gembira.

Setelah puas bermain ayunan, kedua anak laki-laki dan tiga anak perempuan itu beralih untuk bermain jungkat jungkit.

Dua anak laki-laki duduk di ujung kanan, sedangkan tiga anak perempuan lainnya duduk diujung sebelah kiri. Untung saja, berat badan anak cowok lebih berat daripada anak cewek. Jadi, bermain jungkat jungkitnya tidak berat sebelah walaupun tidak sama jumlah anaknya.

Mereka pun mulai bermain.

"Atas bawah atas bawah atas bawah atas bawah." Seru kelima anak itu.

Setelah selesai bermain ayunan, kedua anak laki-laki dan tiga anak perempuan itu beralih untuk bermain perosotan.

"Aku dulu aku dulu..."ucap gadis pirang itu, kemudian ia mulai menaiki anak tangga yang menghubungkan pada perosotan. Lalu, tangannya melepaskan pegangannya dan mulai merosot ke bawah. Begitu pula temannya secara bergilir.

Sroott....

Perosotan itu lumayan tinggi, jadi saat gadis pirang itu merosot kebawah lumayan lama juga untuk sampai. Gadis pirang itu tertawa sangat bahagia.

Dan...

Bruk..!

"Awwwh..." ringis gadis pirang yang telah remaja itu. Ia sadar, bahwa yang telah tadi ia bersenang-senang hanyalah mimpi saja. Mimpi tentang masa lalunya. Gadis itu terjatuh dari atas kasurnya dan mendarat indah di lantai.

"Argghh... cuma mimpi."

Lalu ia beranjak dan berjalan sempoyongan menuju kamar mandi untuk mencuci muka.

###
Haii..
Ini adalah cerita ketiga yg ku publis di dunia orange setelah "If I say" dan "Nathania".

Prolog yg aneh bukan?
Jelek? Maapkeun author ya.. author masih dalam tahap belajar soalnya.. tapi mudah²n sih gak jelek jelek amat yaa:v

Mksih buat kalian yg Udh rela, sudi, dan mau baca prolog gak nyambung ini..

Klo suka, komen yaa... dan jgn lupa add library+reading list, follow Aq jg yaa...biar tau Kpn Aq update..*ngarep bgt

Langsung saja, VOMMENT!!!

Kamsahamnida*)

Salam, author amatir😁

Brebes, Jawa tengah
19-04-2017

What I Think?Where stories live. Discover now