Setelah mengambil rapot Anggita kelas X nya. Rita termenung dan melihat kembali rapot Anggita
"Ma , jadi rapotku bagus gak ? "
Tanya Anggita
"Oh , bagus"
"Serius nih , kok muka mama kayak datar gitu sih ?"
"Eeng--gapapa...tapi..."
"Tapi apa ma ?"
"Tadi barusan Wali kelas mu bicara kepada mama , katanya.."
"Anggita Putri Ghania.."Panggil guru tersebut
Rita segera bangun dari tempat duduknya dan melangkah ke meja pengambilan rapot
"Ya , jadi mana rapot anak saya ?"
Tanya Rita tidak sabar.
"Ini bu ditangan saya , tapi saya harus memberitahu informasi ini kepada ibu sesuai kepala sekolah memberitahu saya.."tuturnya dengan nada serius
"Jadikan ibu tahu kalo beberapa hari ini Anggita sering sekali terlambat , maka dari itu ibu sering sekali dipanggil oleh saya ke sekolah.."
"Iya" jawabnya singkat
"Dan kepala sekolah telah memberi saran supaya...membiarkan Anggita mencari sekolah baru agar tidak mengurangi nilai nilainya"
"Jadi Gita harus pindah , naik kelas gak ???"
"Alhamdullillah sih bu naik kelas , tapi nilainya pas pas-an karena dia telat bu , saya harap ibu dapat memberi tahu Anggita pelan pelan.."
"Baik bu , terima kasih " balasnya sambil menunduk
"Jadi..... kamu harus pindah sekolah nak....kamu harus sabar ya" ada jeda diantara kalimatnya tadi
"Apaa ??? "
informasi tadi membuat Anggita amat sangat kaget sekaget kagetnya sekali....
YOU ARE READING
Hanged
Teen FictionAnggita menatap langit langit kamarnya sambil memeluk bantal dan termenung akan kesedihannya. Semua kepedihan yang dirasakan di keluarkan dengan tangisannya yang membasahi kasurnya. "Kalo gini caranya gue harus move on" Batinnya
