Hujan masih turun membasahi kota Seoul. Langkah penuh amarah terdengar dilantai saat seorang pria berjalan ditangga rumah miliknya. Kim Jung Myun, nama pria itu. Dengan kertas yang sudah tak berbentuk lagi Joon Myun mendatangi kamar sang adik bungsunya.
BRAAKKK
Suara pintu dibuka dengan paksa. Nafas memburu dapat didengar saat melihat sang adik hanya diam tanpa menoleh kearahnya.
"YAK...SO... CHAE...NEO!!" desis Jung Myun berjalan cepat kearah gadis yang bernama So Chae itu.
"Keluar dari kamar ku!!!" pinta So Chae dengan suara yang teramat sangat dingin.
Jung Myun memutar bola mata dengan cepat, sangat jenuh dengan sikap dingin adiknya ini.
"Kau!!! Sudah lima kali kau dikeluarkan dari sekolah dan ㅡ"
"Bukankah itu yang kau inginkan?" tanyanya dengan nada menusuk tanpa menoleh pada Jung Myun yang emosinya sudah di ubun-ubun.
"Aish...!!!" geram Jung Myun sambil mengepal tangannya.
"Jung Myun hyung!" seru seseorang yang mendekati Jung Myun. "Ada apa?" tanya Jong In saat pandangannya mengarah pada sebuah kertas yang diremas Jung Myun.
"Kau lihat ini! Ini surat yang menyatakan bahwa So Chae di keluarkan lagi dari sekolah dan ini sudah kelima kalinya," jelas Jung Myum sekali lagi memutar bola matanya dengan frustasi.
"Dapatkah kalian keluar dari kamarku!!" ucap So Chae memandang kedua orang yang didepannya ini dengan wajah datar. "Atau lebih baik aku saja yang keluar," tambahnya seraya berjalan pelan keluar kamar dan langsung mengenakan sepatu serta berjalan santai keluar dari rumah ini.
"Lihat...sikapnya sangat menjengkelkan," kata Jung Myun melempar remasan kertas itu kesembarangan tempat.
Jong In hanya dapat membuang nafas kasar melihat keadaan ini, bukan pertama kalinya sang adik bungsunya ini dikeluarkan dari sekolah. Sudah lima kalinya sang adik atau yang sering dipanggil So Chae ini di keluarkan disekolah disebabkan oleh perkelahian.
*********
.
.
.
.
.
.
So Chae berjalan pelan menyusuri pinggiran sungai Han. Pandangannya kosong menatap jalanan. Entah apa yang sedang dipikirkannya? Berapa kali So Chae membuang nafas gusar. Apa yang akan terjadi keesokan harinya? So Chae tak mengetahui pastinya.
Sekolah baru?
Ya, mungkin akan ada sekolah baru yang akan ia datangi lagi.
"Hei, cewe cantik!!! Sendiri saja nih!!" seru seseorang dengan sengaja meletakan tangannya pada pundak So Chae dan diikuti oleh lelaki yang lain juga.
So Chae menatap laki-laki itu dengan pandangan datar dan acuh. Langkahnya berhenti seketika saat satu laki-laki lain memegang pipinya. Secepat kilat So Chae meraih tangan laki-laki itu dan memutarnya hingga tangan laki-laki yang ada didepannya terpelintir.
"F**k…dasar perempuan sialan!" kata laki-laki yang berada didepannya saat tangan So Chae melepas tangan laki-laki yang didepannya dan mendang perutnya.
"Menjauhlah!!" ucap So Chae dengan cepat kedua tangannya membuka dan memukul kedua wajah lelaki yang merangkulnya tadi.
Kedua laki-laki itu meringis kesakitan saat wajahnya terkena pukulan, darah segar keluar dari sudut bibir keduanya. Merasa sangat terhina dengan perlakuan tadi, membuat ketiga laki-laki tadi ingin membalasnya, namun sebuah tangan menghalangi mereka dan langsung memukulnya.
"Mian, kami terlambat!" kata Jimin menunduk pelan diikuti oleh anak buahnya.
"Bereskan!"
Satu kata dari So Chae membuat Jimin paham akan maksudnya dan menyuruh semua anak buahnya untuk menghabisi ketiga lelaki itu.
Perlahan So Chae duduk disalah satu kursi yang menghadap langsung ke sungai Han. Perkelahian dibelakangnya saat ini sangat membuatnya bosan. Sebuah botol softdrink terlempar ke arah So Chae yang mau tak mau So Chae harus menangkapnya.
"Tumben kau keluar rumah?" tanya Jimin sambil meminum Softdrink miliknya.
Tak ada jawaban dari So Chae , ia hanya memandangi hamparan sungai Han dimalam hari sambil meminum softdrink yang ia dapatkan dari Jimin.
"Kau mau membunuhku?" tatapan tajam langsung mengarah pada Jimin saat satu hembusan asap rokok yang sukses keluar dari mulut Jimin.
"Sunbae, kami sudah membereskannya!!" kata salah satu anak buah Jimin.
"Pergilah!!" perintah Jimun dengan mengisyaratkan tangannya.
Tatapan tajam masih didapatkan Jimin karena ia tahu bahwa gadis yang ada disampingnya ini sangat menbenci rokok. Sekali lagi Jimin nenghisap rokoknya dan menghembuskan pelan melalui mulutnya.
So Chae pun bangkit dan berjalan meninggalkan Jimin yang masih menghisap rokoknya. Satu lemparan kaleng kosong mengenai kepala Jimin.
"Aw… Yak!! So Chae -ya," teriak Jimin sambil memandangi batang rokoknya yang sudah terjatuh ketanah akibat lemparan kaleng yang mengenai kepalanya.
So Chae pun berjalan melewati anak buah Jimin yang terlampau banyak ini. Semua anak buah Jimin menunduk patuh pada So Chae dan memandangi So Chae dengan hormat bercampur takut.
TBC~
YOU ARE READING
Dream
FanfictionDream(mimpi) dimana kau mengangan - angan kan cita-cita mu tercapai. Dikumpulkan dalam satu grub yang penuh orang bermasalah apakah mereka dapat melanjutkan mimpi awal mereka?
