MSH1 #5 "Bella Sees Something"

3.7K 220 2
                                    

MARK PoV

"Bella??" Tanya Mark.

"Kau? Bagaimana kau tahu namaku??" Sahut Bella bingung.

"Tentu saja aku tahu namamu" sombongku,

"Apa jangan-jangan kau stalker ya?" Tuduh Bella.

Aku terkejut mendengar tuduhannya, sepertinya perempuan ini ingin kugoda lagi.

"Tentu saja bukan," sahutku sambil berjalan memojokkan Bella kedalam lift,"Apa kau percaya ada stalker setampan diriku??" Godaku.

"Apa yang kau lakukan??" Geram Bella sambil berusahan menghindar, "Jangan macam-macam! Kuperingatkan kau! Jangan mendekat!" Pekiknya.

"Terlambat," geramku dan langsung mengurungnya dengan kedua tanganku yang berotot.

Aku bertatapan dengan Bella. Matanya, mulutnya, semuanya sungguh menggoda. Aku tahu dia juga merasakan hal yang sama denganku, kami berdua merasakan hasrat yang sama.

BELLA PoV

Ada apa ini?? Mengapa aku merasakan sensasi panas yang belum pernah ku alami?? Mengapa pria ini menggodaku? Aku merasakan gairahku memuncak, desahku.

Matanya seperti sedang menelanjangiku, sedangkan mulutnya menggodaku untuk menciumnya, jantungku berdebar tak karuan. Perasaan apa ini?? Aku belum pernah merasakannya bahkan ketika bermimpi burukpun.

Aku berusaha mengendalikan gairahku dan bertanya,

"Siapa kau?"

"Aku? Namaku Mark Trump, panggil saja Mark" geramnya dengan suara parau.

"Oke Mark, bisa kau lepaskan aku??" Tanyaku.

Seketika Mark melepaskanku dari dekapannya yang memabukkan. Kami berada didalam lift untuk waktu yang cukup lama sampai kami sampai dilantai 1.

Mark bertanya, "Kau mau kemana?"

"Aku? Ingin ke tempat kerja, kau??" Sahutku.

"Aku hanya berolahraga" jawabnya.

"Oh, baiklah kalau begitu sampai jumpa." Ucapku sambil keluar dari lift dengan terburu-buru.

Perasaan canggung macam apa ini?? Pikirku, sambil berjalan dipinggir jalan menuju kantor.

MARK PoV

Mark melihat kepergian Bella. Mengapa gadis itu terlihat malu? Menarik sekali.

Oh ya, aku melupakan sesuatu. Aku harus menemui Vic.

*Pukul 10.00

Aku berada di depan apartement Vic yang tidak terlalu mewah namun juga tidak terlalu kumuh.

Aku menekan bel beberapa kali dan Vic langsung keluar.

"Wow, sudah bersiap-siap duluan bung??" Tanyaku sambil memperhatikan penampilan Vic. Ia mengenakan tuksedo yang biasa selalu ia pakai. Ia selalu tampil sopan sedangkan diriku?? Lihat saja hanya mengenakan kaos polos dan celana levis.

"Kemana saja kau?" Tanyanya sambil mempersilahkanku masuk.

"Kau pasti sudah tahu aku kemana" gurauku.

Vic mendesah dan berkata, "Ada 2 iblis yang bersembunyi di wilayah tempat tinggalmu dan nanti malam kita harus membunuhnya."

"Lebih tepatnya memusnahkannya," ralatku.

BELLA PoV

*Malam pukul 23.45

Uh.. lagi-lagi lembur! Desahku.

Aku baru berjalan pulang sambil merasakan lelah disekujur tubuhku. Jalanan sangat sepi dan sunyi, hanya lampu jalan saja yang menyinar di sepanjang sisi jalan.

Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan. Aku terlonjak dan seketika lelahku hilang dan digantikan dengan perasaan bingung serta takut. Namun, aku tetap mencari sumber suara itu berasal.

Suara itu datang dari belakang gedung apartementku. Aku berjalan perlahan sambil berusaha mendengar dengan jelas. Namun, semakin lama suara yang kudengar semakin jelas. Suara itu bukan suara manusia! Ntah suara apa itu aku sedang mencoba untuk mengumpat dicelah dan mengitipnya.

Di dalam kegelapan sana aku melihat 4 bayangan, walau samar-samar aku mencoba untuk lebih memperhatikan dan itu adalah 2 pria dan 2 Iblis??



Rahasia Abadi(COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang