Bab 1 Sinyal Yang Tersesat

2.6K 82 76
                                        

Hujan deras merayap masuk ke dalam ruang siaran radio yang kedap suara, Timur, 30 tahun, menyesap kopi dinginnya sambil menatap layar monitor yang menampilkan playlist malam itu. Lagu milik Ghea Indrawari mengalun pelan, kontras dengan kekacauan dalam benaknya. Malam-malam siaran di kota besar ini terasa seperti jebakan; sukses finansial, jam kerja yang nyaman, namun hampa. Di luar sana, jalanan basah oleh hujan sedari sore, serupa dengan hubungannya dengan Rere yang terasa dingin dan jenuh.

"Kamu Lagi apa Mas? Aku udah sampai rumah dari tadi," pesan Rere masuk ke ponselnya.

Timur menghela napas, mengetik balasan singkat, "Masih siaran, Sayang. Jangan lupa makan dulu."

Namun, ia tidak segera mengirimnya. Pesan itu terasa seperti kewajiban, bukan lagi ungkapan cinta.

Tepat pukul sembilan, lampu "ON AIR" menyala merah. Timur menyalakan mikrofon, suaranya yang hangat dan familier menyapa pendengar setia.

 Timur menyalakan mikrofon, suaranya yang hangat dan familier menyapa pendengar setia

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Selamat malam, para pendengar setia Kalcer FM, Sekali di udara tetap di udara!. Bersama saya, Timur, yang akan menemani malam minggu kalian dengan Program "Catatan Cinta" yang bisa kasih solusi dari curhat kamu sekaligus memutar alunan musik sesuai suasana hati kamu. Untuk kalian yang sedang di perjalanan, di rumah, atau di hati yang lain, kirimkan cerita cinta atau request lagu kalian sekarang juga."

Sesaat kemudian, telepon studio berdering. Anehnya, layar tidak menampilkan nomor pendengar, hanya deretan angka acak yang berkedip. Nahla, sang produser, mengisyaratkan agar Timur mengangkatnya. Sambil mengernyit, ia menekan tombol jawab.

"Halo, dengan Kalcer FM disini? Passwordnya?? "

Di seberang sana, terdengar suara gemerisik yang tebal, seperti frekuensi yang terhambat badai. Di antara suara statis yang mengganggu, Timur mendengar suara seorang gadis, samar namun entah mengapa sangat ia kenali.

 Di antara suara statis yang mengganggu, Timur mendengar suara seorang gadis, samar namun entah mengapa sangat ia kenali

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Hallo kak" suara itu terputus-putus. "Mau Curhat dan Request lagu dong." Suara dari panggilan telepon.

"Oh tidak bisa, haru passwordnya dulu. Sekali di Udara tetap di Udara!. " Ucap Timur tegas.

Shanum yang baru tahu format tersebut kemudian menjawabnya "Oh iya, Sekali di Udara tetap di Udara!. Hallo Kak namaku Shanum, Request lagu dong... UNGU. Judulnya Cinta dalam Hati."

"Wah serius nih? Lagu yang udah lawas banget nih, tapi mungkin anak jaman sekarang emang suka musik retro. seperti program kita biasanya ceritain dong apa alasan kamu request lagu ini?. " tanya Timur penasaran

"Aku suka banget sama lagu itu karena sedang jatuh cinta dengan seseorang cowo yang menurutku keren banget kak. Pagi ini aku jajan dikantin seperti biasanya tapi uangku terlalu besar dan nggak ada kembaliannya, nah si cowo disebelah aku membelikan jajan dengan uangnya karena si pedagang tidak ada uang kembalian." Cerita Shanum dengan nada ceria.

"Wah itu mah namanya rezeki hehehe." godaan dari timur membuat curhatan dari Shanum menjadi lebih seru.

Dengan penuh semangat Shanum melanjutkan ceritanya "Bener sih, tapi diluar itu aku liat dia berkharisma dan bertanggung jawab, pokoknya suatu hari nanti dia harus tau aku suka dia! Hehehe."

"Oke, lagu itu akan segera diputar," jawab Timur, suaranya tercekat. Ia menutup telepon.

Panggilan itu terputus, namun sinyalnya masih terasa kuat, Ia memutar lagu itu, dan seolah-olah ruang siaran ikut bergetar. Hujan di luar semakin deras, mencerminkan badai kenangan yang kini menyerbu masuk ke dalam dirinya. Timur tidak hanya memutar lagu, ia memutar kembali waktu.

Mungkin ini memang jalan takdirku
Mengagumi tanpa dicintai
Tak mengapa bagiku, asal kau pun bahagia
Dalam hidupmu
Dalam hidupmu

Telah lama kupendam perasaan itu
Menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku
Mencintaimu pun adalah bahagia untukku
Bahagia untukku

Kuingin kau tau
Diriku di sini
Menanti dirimu
Meski kutunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya

Seketika, seluruh dunia Timur membeku

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Seketika, seluruh dunia Timur membeku. Lagu itu. Lagu yang dirilis tahun 2007 namun meledak hingga tahun 2010. Bukan karena popularitasnya, tetapi karena lagu itu punya cerita khusus baginya. Dia merasa semua yang diceritakan oleh penelpon sebelumnya pernah dialaminya juga dan saat itu lagu ini menjadi salah satu lagu favorit mantannya tersebut.

Malam itu, Timur tidak hanya memutar lagu, ia juga memutar kembali memori. Ia tidak tahu siapa yang meneleponnya, tetapi ia yakin, suara itu datang dari masa lalu yang ia simpan rapi dalam kenangan. Masa lalu yang kini, entah bagaimana, kembali mengetuk pintu kehidupannya yang membosankan.

 Masa lalu yang kini, entah bagaimana, kembali mengetuk pintu kehidupannya yang membosankan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Playlist 2010 : Catatan Cinta Lintas WaktuWhere stories live. Discover now