Ini ceritanya baru di revisi. Karena yg pertama kurang sesuai aja gitu sama jalan pikiranku. So.. happy reading!
Rachel pov
Aku bolak balik mengecek hp ada balasan dari dia atau tidak. Sekali ku cek,tidak ada. Dua kali,tidak ada. Tiga kali tidak ada.
Benarkah?Apakah ini nyata? Dia benar benar memutuskanku?
Oh Lord berikan mujizatmu kepadaku.
Dan.. ting! Aku mendapat balasan
15.03 Rachel A : Ini beneran?km mutusin aku?
15.36 Angga R : Y
15.36 Rachel A : Heh Angga.. yg bener dong. Masa kita udah pacaran hampir 2 tahun kamu mau putus gajelas kaya gini sih?
16.11 Angga R : emg knp
16.12 Rachel A : eh babi,lu emg ga syg sm aku?
16.19 Angga R : babi?
16.19 Angga R : gk tau
16.20 Rachel A : ash mboh
17.01 Angga R : Y
Ahh kenapa jadi kaya gini? Dia sama skali ga ngehargai aku anju. Aku kurang perhatian gimana lagi coba ha. Padahal baru kemarin aku sama dia pulang bareng loh.
Ah sudahlah aku lelah dengannya.
***
Author pov
Hari ini cuacanya cerah. Matahari bersinar terang,menerangi sekolah SMP Negeri 7 Semarang.
Terlihat pula kumpulan anak anak yg sedang bermain ria. Tak terkecuali Rachel dengan sahabatnya
Setiap harinya Rachel selalu bermain dengan sahabatnya,yaitu Aura.
Persahabatan mereka sangatlah erat sekali. Wajar,karena mereka memang sudah 1 kelas sejak SD
Rachel pov
"Haii!" sapaku kepada Aura yg sedang terlihat serius mengerjakan PR yg aku sendiri tak tau kalau ada PR
"Oh haii" jawabnya masih dengan serius mengerjakan
Lalu aku meletakkan tasku di tempat dudukku,seperti biasa di sebelah Aura.
"Ra kamu ngerjain apa to?" tanyaku kepadanya
"Ini loh PR matematika yg kemarin"
"Ndakyo susah?"
"Uhm..maybe"
Lalu aku pun menyalin PR matematika dari buku Aura ke buku ku.
"Chel ke kantin yuk aku mau beli minum. Botol minumku abis." minta nya seraya menunjukkan botol minumnya
"Ayok"
Lalu kami berjalan beriringan menuju ke kantin. Dan aku melihat sesosok orang yg sangat ku kenal, pernah ku sayangi, oh bahkan pernah saling menyayangi. Dan itu DULU.
Sadar aku sedang melamun,lantas Aura pun menanyaiku
"Chel kamu ngeliatin apa si.."
Seolah dia tau aku sedang melihatinya, dia pun langsung melirikku dengan tatapan 'cie cie'
Langsung saja aku menariknya untuk kembali ke kelas. Di perjalanan aku mencoba menoleh ke belakang, dan ups! Dia persis di belakangku.
Oh Lord
Kenapa harus ketemu dia si?Dia adalah...
YOU ARE READING
Let Me Love You my MANTAN
Teen Fiction-Rachel Aira Haruskah aku berjuang lagi? Berjuang demi orang yg tidak pasti sepertinya? Terlebih masih harus disakiti secara tak langsung olehnya. -Angga Raka Setega itukah aku kepadanya? Sampai dia harus menangis setiap harinya oleh sebab yg bahkan...
