Prolog

54.1K 2.3K 62
                                        

Seorang gadis berjilbab berlari melewati kerumunan orang-orang yang berlalu lalang. Terlihat sekali bahwa dirinya sedang terburu-buru. Dia harus segera sampai di Bank tempatnya membayar UKT sebagai tanda registrasi bagi mahasiswa baru, namun hujan yang turun membuat segalanya tambah kacau.

Laila.

Namanya begitu sederhana, se sederhana penampilan gadis tersebut dan gaya hidupnya.
Dia hanyalah seorang putri dari seorang petani di pelosok desa, mencoba peruntungannya di kota dengan menjadi seorang mahasiswa.

Sampai hari ini, Laila bahkan masih belum percaya bahwa dirinya sudah menjadi mahasiswa, hal pertama yang diimpikannya sejak dirinya mulai mengenal bangku sekolah.

Keluarga Laila hanyalah keluarga petani, dengan penghasilan pas-pasan. Ketiga kakaknya semuanya merantau ke luar kota untuk bekerja dan tak ada satupun yang kuliah. Sebuah keajaiban Laila berhasil keluar dari paradigma dan stereotip yang selama ini dianut oleh keluarga dan para penduduk desanya bahwa anak perempuan tidak bisa sekolah tinggi.

Magic.

Seolah seperti keluar dari kungkungan lingkaran setan, begitulah pikirnya.

Namun, hari ini segalanya kacau karena hujan yang turun sejak tadi pagi dan membuatnya hampir terlambat untuk membayar UKT. Laila akhirnya sampai di Bank tepat 5 menit sebelum Bank tutup untuk istirahat makan siang, dia dengan cepat menyelesaikan registrasinya karena dia masih harus kembali ke kampus untuk menyelesaikan beberapa persyaratan lagi.

Laila menarik nafas lega. Sekarang dirinya masih sedang menunggu hujan selesai di pelataran depan Bank.

Laila memandang berkeliling, menyapu segala objek yang ada di sekitar tempatnya dan dirinya terpaku pada sesosok manusia bertubuh tinggi dengan rambut sedikit ikal.

"Mahasiswa baru ya?" tanya Laila, SKSD

"Saya?" yang ditanya malah balik bertanya dengan raut wajah bingung.

"Iyalah, emang siapa lagi orang di sekitar ini?"

"Oh, benar" sosok tersebut tersenyum simpul

"Mahasiswa baru ya?, jurusan apa?" Laila masih terus bertanya, mencoba mengakrabkan diri.

"Biologi"

"Wah, sama dong. Kenalkan, aku Laila. Mahasiswa baru juga"

"Adam"

Dan obrolan singkatpun terjadi hingga hujan berhenti turun. Mereka kemudian berpisah selepas hujan turun, dan Laila sama sekali tidak menyadari bahwa pertemuan singkat selepas hujan turun tersebut akan menjadi titik awal dari segala perubahan yang akan dialaminya.

***
Hey, ini cerita pertamaku.
Tinggalkan jejak yaa

Selepas HujanDes histoires addictives. Découvrez maintenant