..
Di malam yang gelap, sinar bulan purnama sangatlah terlihat jelas diiringi bintang-bintang yang berhamburan di langit yang luas disana. Seorang siswi yang masih mengenakan pakaian sekolanya berjalan ditengah malam yang indah dengan riang gembira, ia merasa senang telah mendapat peringkat satu disekolahnya.
..
Ia sudah tak sabar memberitahu bibinya yang ada dirumah sekarang. "Bibi pasti khawatir karena aku pulang terlambat hari ini." gumamnya sambil tersenyum jahil mememikirkan reaksi bibinya yang pasti akan mengomelinya nanti. "Aaah lebih baik aku cepat-cepat jalan." katanya sambil mempercepat jalannya lalu memasang earphone dikupingnya, kemudian mulai bernyanyi dengan suara merdunya.
Ia tak menyadari kalau sekarang ia berada di perempatan jalan yang sepi, diujung jalan sana ada sebuah mobil yang melaju sangat cepat, "bipp .. bip .. bipp" klakson mobil itu berbunyi keras, sopir dalam mobil tersebut tidak dapat mengendalikan kemudinya sedangkan siswi yang tengah menyebrangi jalan itu sama sekali tidak mendengar apapun kecuali lagu yang terputar di earphonenya. "la~lala~~" siswi itu sesekali bernyanyi sambil menutup mata menghayati lagu yang didengarnya. Sementara mobil itu semakin dekat mengarah kepadanya.
..
"H-hyung apa kau yakin akan menolongnya?"
"Tentu saja"
"T-tapi.."
"aku pergi sekarang, sampai jumpa."
"H-hyung .."
..
..
Siswi itu berbalik kearah mobil merasa melihat cahaya yang sangat terang, sangat silau membuat pupil matanya mengecil. Ia membulatkan matanya seperti ingin berteriak, ia sudah tidak bisa menggerakkan tubuhnya..
Brukkk
Siswi itu baru saja tertabrak sebuah mobil sedan tadi. Dia terjungkal bebas diudara kemudian kembali ke tanah. Darah berhasil mengalir bebas hampir disekujur tubuhnya. Siapa saja yang melihatnya pasti mengiranya sudah tewas.
..
..
"Apa yang terjadi dengan rambutku?" ucap seorang wanita yang tampak keheranan melihat rambutnya yang terurai, perlahan berubah warna menjadi putih keperakan.
"Siapa kau?" ia terkaget saat melihat seorang pemuda tinggi tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Aku percayakan kekuatanku padamu, princess." kata pemuda tinggi itu lalu mencubit pipi wanita yang ada di hadapannya sekarang. Wanita itu hanya melihatnya bingung, "Sampai bertemu di dunia nyata." sambung pemuda itu lagi kemudian berjalan meninggalkan wanita itu.
"Tunggu, kau mau kemana?" pemuda itu hanya berbalik sekali, melambaikan tangan kepada wanita yang dia tinggalkan tadi dan tersenyum manis lalu menghilang.
..
..
"Dok dia sudah siuman!" suara suster terkaget ketika pasien berambut putih yang dipenuhi impus di seluruh tubuhnya ini telah tersadar.
"Periksa tekanan darahnya suster!" ucap dokter membalas perkataan suster cepat, ia lalu memakai stateskopnya kemudian mulai melakukan pemeriksaan Lalu manik cokelat mata wanita itu diperiksanya menggunakan senter kecil.
"Nona, bisakah kau melihat ini?" ucap dokter itu mengangkat naik 3 jarinya, "n-ne" balas wanita itu mengangguk pelan dan bisa dilihat dia terlihat masih lemah.
"Baiklah suster, hubungi keluarganya beritahu bahwa nona ini sudah siuman dari komanya." kata dokter setelah mengetes penglihatan wanita itu. "Baik dok."
YOU ARE READING
SKYNIGHT [EXO Fanfiction]
FanfictionDilangit yang terlihat gelap, seorang wanita berambut panjang terurai sedang bernyanyi riang diatas pohon. Seketika itu, rambutnya berubah berwarna putih keperakan. "Apa yang terjadi dengan rambutku?" "Siapa kau?" "Aku percayakan kekuatanku padamu...
![SKYNIGHT [EXO Fanfiction]](https://img.wattpad.com/cover/61711513-64-k627820.jpg)