OUR MEMORIES

181K 2.6K 18
                                        

PERINGATAN MOHON KALO GA SUKA CERITA RECEH JANGAN DIBACA SEKIAN TERIMAKASIH

San Francisco, USA
08.30 am

~suara alarm~

~Camella Point Of View ~

"Astaga kesiangan lagi!!"

Aku terperanjat dari tidurku, bergulat dengan mataku yang kabur selagi meraba kasur untuk mendapatkan handphoneku yang terselip di lipatan selimut yang kusut, dan setelah aku berhasil mendapatkannya dengan degup jantung yang tak berarturan kuberanikan diri untuk membuka kotak pesan.

~5 pesan ~

• Rosse •
Bangun camella.. Astaga, bangun..!!

• Om Norman •
Apa yang membuat kamu berpikir bisa datang seenaknya saja ke kantor saya?
contohlah Kakakmu Rosse, dia sudah
datang dari pagi-pagi sekali.

Derriel •
Tadi malam sangat menyenangkan sekali, senang bisa berkenalan denganmu. :)

• Mr X • ( Tanpa Nomor )
Kita akan bertemu hari ini, aku harap kau masih sama seperti dulu.

Reply
Om Norman

*Iya om Dia kan memang selalu datang kepagian, 30 menit lagi aku datang kok, Promise..*

Send
Delivered

°°°°°°°°°°

Reply
• Mr X •

*Hey.. berhenti menggangguku kau sudah gila ya? aku tak mengenalmu!*

Send
Delivered

°°°°°°°°°°°°

Anyway... entahlah siapa itu mr X Akhir-Akhir ini orang itu selalu mengirimkan pesan acak dan terus menghubungiku tapi ketika aku angkat, dia akan diam seribu bahasa. Aku juga jadi penasaran, tapi bisa jadi dia hanya orang iseng, yasudahlah pikirku, lalu melemparkan Handphoneku ke kasur, dan meregangkan tubuhku sebelum berdiri dari ranjang.

Tidak merasa terburu-buru, aku bukan tipe morning person, jadi Aku merasa tenang-tenang saja sebelum memulai hari tanpa memikirkan pesan yang kubaca tadi dari Om Norman tadi.

Om Norman yang cerewet itu adalah adik kandung dari Papa Ku, ya begitulah sebagai peranan paman yang baik  dia yang merawat Ku dan Kakak Ku Rosse selama hampir tujuh tahun terakhir ini, karena hidup berkata lain, Orang Tua ku meninggal sejak aku masih kecil.

Aku sempat berfikir mengapa harus Om Norman yang diwasiatkan oleh Papa untuk mengurus kami berdua? padahal aku masih memiliki Om Andre dan juga Tante Olive, ya setidaknya mereka tidak arogan seperti Om Norman yang tidak laku-laku itu.

Andai saja Papa masih hidup, pastinya sekarang aku dan Rosse tidak perlu bekerja sekeras ini, kami hanya tinggal menikmati saja indahnya menjadi anak Orang Kaya, tapi
eeww.. terdengar menjijikan lebih baik begini bukan? menikmati hasil kerja keras sendiri yang tak seberapa namun pantas untuk dibanggakan, aku rasa kita semua setuju akan itu.

Papa dan Mama meninggal sekitar Delapan tahun lalu karena kecelakaan pesawat, dan yang aku ingat Papa dan Mama hanya ingin pergi untuk merayakan hari jadi Pernikahan mereka di Paris, namun naas Tuhan berkehendak lain.

Sepeninggalnya Papa, Beliau ternyata memang sudah mewariskan wasiatnya seakan Beliau tau hidupnya tak akan lama lagi, Beliau mewasiatkan jabatan dan menitipkan perusahaanya kepada Om Norman adiknya.

Romance AffairStories to obsess over. Discover now