Bab 1 : Awal atau Akhir

20 2 0
                                        

Halo, ini adalah cerita kedua aku. Mohon maaf jika ada penulisan-penulisan yang masih typo atau gimana, aku harap kalian menikmati cerita ini.


Happy Reading, lovee


Dimalam hari, sebuah kamar kos yang tak jauh dari kota, terdapat seorang pemuda yang tampak membolak-balikkan sebuah buku dengan sampul maroon di iringi dengan alunan lagu pop favorit pemuda tersebut. Kai Reynard namanya.

Raut mukanya tampak kebingungan dengan benda yang berada ditangannya. Dia mendapat buku itu dari anak pemilik kos-kosan yang dia tempati ini.

"Ngapain deh tu bocil ngasih buku ginian" Gumamnya pelan.

Karena penasaran dia pun membuka halaman pertama dan mulai membacanya. Awalnya tak ada masalah, saat pertengahan ia merasa kesal dengan tokoh utama perempuan yang menurutnya memiliki sifat menye menye dan aneh.

"Apaan nih, alay banget"

Seperti cerita romansa remaja biasanya, akhir novel ini bahagia bagi Rafael pemeran utama laki-laki dan Aurelia pemeran utama perempuan menjadi sepasang kekasih. Sedangkan antagonis perempuan dijauhi seluruh sekolah karena ketahuan ingin mencelakai Aurelia.

Kai menutup buku dengan helaan nafas. Terlihat mulut Kai masih menggerutu tak jelas mengomentari novel itu.

"Ngga jelas banget ni novel, ngapain coba tu bocah ngasih"

"Mana, nama figurannya sama lagi kayak nama gue"

Lalu Kai berjalan menuju kamar mandi untuk meggosok gigi dan cuci muka. Saat mencuci muka, tiba-tiba muncul pusaran cahaya aneh dicermin wastafel.

Belum sempat membilas busa yang masih menempel pada wajahnya, tiba-tiba tubuh Kai seakan tersedot masuk kepusaran aneh itu. Dalam hati Kai merampalkan segala doa yang ia ketahui.

Dirasa tubuhnya sudah tidak melayang, Kai merasa dia mendarat di sesuatu yang empuk nan nyaman. Kai pun membuka mata secara perlahan dan meliarkan pandangannya keseluruh ruangan asing tersebut. Tetapi Kai merasa familiar dengan ruangan ini seperti dia seolah sudah tinggal lama disini.

Cat tembok berwarna abu-abu muda dengan parabotan yang warnanya tak jauh dari itu. Kai langsung berdiri dan mencari cermin yang ada dilemari.

Pertama yang ia lihat adalah muka yang masih penuh busa.

"Lah, ngikut busanya. Mana kamar mandinya" Monolog Kai, seperti sudah biasa diruangan ini, langkah nya berjalan menuju kamar mandi tampa keraguan.

Sampai di wastafel, Kai langsung membasuh seluruh mukanya dengan air. Kai mulai mengamati wajahnya dicerimin depannya.

"Ngga ada yang beda sama muka gue"

"Tapi kenapa bisa kelempar ke sini?" Tanyanya sendiri

Ia mulai meraba wajahnya dengan tangan "Bahkan tahi lalat dibawah mata ngga hilang".

Kemudian ia keluar kamar mandi, tanpa sengaja matanya menatap sebuah tirai disamping kasur.

Membuka tirai dan ia mendapati pemandangan city light yang indah,

"Oh apartemen" kemudian ia menutup tirai dan berjalan menuju lemari pakaian untuk mencari identitasnya disini.

Kai mulai menyibakkan beberapa baju dan dia salah fokus pada kemeja yang sepertinya itu adalah seragam sekolah. Menggambil dan melihat name tag, tapi tenyata tidak ada nama yang tercantum dalam seragam itu. Kemudian ia melihat bagian lengan dan mendapati logo yang bertuliskan Orion High School.

Dada Kai langsung berdesir aneh, rasa tak nyaman masuk tanpa aba-aba. Itu adalah nama sekolah dalam novel yang kemarin Kai baca sebelum dirinya terlempar kesini.

Meletakkan seragam ke atas kasur, Kai langsung meliarkan matanya untuk mencari dompet pemilik kamar. Matanya tertuju pada meja komputer.

Ia mendapati dompet, lalu membukanya "Kai Reynard" itu yang tertulis dalam KTP maupun kartu pelajar.

"Gimana bisa" ucapnya sambil terduduk kekursi. Dia teringat itu adalah nama teman male lead yang ada dinovel.

"Jadi, gue kelempar kedunia novel dan gue jadi temennya pemeran utama. Parahnya nama ni orang sama persis sama nama gue, bahkan tahi lalat pun sama" Monolognya sambil menatap langit langit kamar.

Ting

Tiba-tiba suara notifikasi ponsel diatas meja membuyarkan lamunan Kai. Menganmbil ponsel dengan malas dan membukanya dengan mudah karena memang tidak dikunci.

Satu pesan masuk dari sebuah grup bernama "NOX 🏍️" dari Reza bertuliskan "Kita otw broo"

"Apa apan nih" Ucap Kai sambil mengusap rambut frustasi.

Kai langsung memeriksa isi chat grup NOX ke atas untuk mencari tahu siapa saja mereka. Dia melihat nama-nama seperti Rafael, Keenan, Darren, dan Jovan. Sial. Otaknya langsung mengingat detail novel.

NOX atau adalah geng motor yang disegani di Orion High School, dan pemilik tubuh ini adalah bagian dari mereka.

"Otw? Ke sini? Malam-malam begini?!" batin Kai. Dia melihat jam di ponselnya. Sudah menunjukkan pukul 11 malam lalu mematikan ponselnya.

Seakan teringat sesuatu Kai menyalakan ponselnya dan melihat hari, ternyata hari jumat dan besok adalah Sabtu.

Di NOX hari Sabtu adalah jadwalnya untuk motoran bersama anggota inti atau sekedar healing tipis-tipis. Untuk seluruh anggota biasanya dijadwalkan 2 bulan sekali camping ke puncak.

"Pasti mereka mau nginep sini" Kai mengusap tengkuk gugup. Ia belum siap ketemu karakter lain tapi ternyata dunia tidak mengerti perasannya.

Lamunan Kai buyar saat mendengar deruan motor yang bersahut-sahutan dibawah sana. Kai berjalan cepat menuju balkon, menyibak sedikit tirai dan melihat ke bawah. Ia melihat beberapa motor memasuki area basement apartemennya.

Tiba-tiba, suara alarm interkom di dinding dekat pintu apartemen Kai berbunyi nyaring, Kai berjalan menuju pintu. Di layarnya, muncul wajah Darren yang sedang cengengesan sambil melambaikan sebungkus gorengan ke arah kamera CCTV lobi.

Kai mendekati alat itu, menekan tombol speaker, lalu suara Reza terdengar, "Kai, bukain akses lift. Di bawah dingin banget, nih."

Dengan tangan agak ragu, Kai menekan tombol buka akses di panel interkom tersebut.


Ditulis pada 2 Juli 2026

Jangan lupa vote dan komen yaa

Kai's New JourneyStories to obsess over. Discover now