PART 1 SHIN

92 3 0
                                        

~🦕🦕~

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

~🦕🦕~

Kehidupan Enasyel Cecilyan Leansanya Shin-atau yang akrab dipanggil Syel-tidak pernah berjalan dengan biasa-biasa saja. Lahir dari perpaduan darah Korea yang kental dari sang ayah dan pesona elegan dari sang ibu, Syel tumbuh menjadi gadis yang luar biasa cantik.

Satu hal yang paling ikonik dari dirinya adalah rambut panjangnya. Bukan hitam atau cokelat, rambut asli Syel berwarna ungu malam. Di dalam ruangan, rambut itu terlihat gelap misterius, namun begitu tertimpa cahaya matahari atau lampu, warnanya akan bersinar seolah menyimpan galaksi kecil di tiap helainnya.

Syel sangat beruntung karena dibesarkan di tengah keluarga yang luar biasa menyayanginya, meskipun mereka harus memiliki stok kesabaran ekstra setiap hari.

Sang Ayah: Arthur Heiran Shin (Shin Heiran). Seorang pria blasteran Korea-Eropa yang tegas di luar namun berubah menjadi ayah yang sangat bucin dan protektif jika sudah menyangkut anak perempuannya.

Sang Ibu: Elena Clarissa Margaretha (setelah menikah menjadi Elena Clarissa Shin). Sosok ibu yang anggun, penyabar, dan menjadi penengah utama setiap kali rumah mereka mulai heboh.

Kakak Laki-laki: Nathaniel Reyzan Shin (Shin Reyzan). Kakak laki-laki kelas 12 yang ketampanannya sering membuat siswi di sekolah terpesona. Sayangnya, tugas utama Nathan di rumah (dan di sekolah) adalah menjadi pawang gratis untuk adik perempuannya yang ajaib.

Saat ini, Syel baru saja menginjak kelas 11 semester 1 di SMA. Dan tentu saja, di sinilah petualangan aslinya dimulai. Syel dikenal sebagai gadis yang super pecicilan, bawel, dan tidak bisa diam semenit pun. Wajahnya yang cantik bak boneka porselen sama sekali tidak sinkron dengan kelakuannya yang selalu penuh dengan "gebrakan" tak terduga.

Untungnya, Syel tidak sendirian. Ia memiliki dua sahabat karib yang selalu setia mendampinginya dalam segala situasi:

Zefanya Alena Maheswari (Anya): Sahabat pertama Syel yang punya sifat sebelas dua belas. Anya adalah partner in crime Syel dalam menyusun rencana-rencana aneh. Jika Syel adalah konseptor kegilaan, Anya adalah eksekutornya.

Arkananta Danendra Putra (Arka): Sahabat laki-laki mereka yang paling waras, atau setidaknya mencoba untuk terlihat waras. Tugas Arka biasanya adalah memijat pelipisnya sendiri, membawa dompet untuk membayar ganti rugi kalau Syel merusak sesuatu, dan memastikan kedua gadis itu tidak berakhir di ruang kepala sekolah (meski sering kali gagal).

Baru dua minggu memasuki semester 1 di kelas 11, trio ini sudah membuat ruang guru gempar. Pagi itu, jam pelajaran Fisika yang terkenal membosankan sedang berlangsung. Rambut ungu malam Syel tampak berkilau indah terkena sinar matahari dari jendela kelas, membuat beberapa siswa sempat terpesona.

Namun, pesona itu langsung sirna saat Syel mulai bosan.

"Anya, Arka," bisik Syel, matanya berbinar jenaka. "Kalian tahu tidak kalau kipas angin di langit-langit kelas kita itu sebenarnya bisa muter lebih cepat kalau kita kasih daya kejut?"

"Syel, jangan aneh-aneh. Pak Bambang lagi nulis rumus di papan," peringat Arka dengan nada pasrah yang sudah terlatih.

"Ah, lemah lo, Ka! Emang mau diapain, Syel?" sahut Anya, malah bersemangat.

Tanpa aba-aba, Syel yang entah bagaimana caranya sudah membawa balon mainan yang diisi gas helium dari rumah, menerbangkannya tepat ke arah baling-baling kipas angin yang sedang berputar, lengkap dengan tali yang diikatkan pada sebuah spanduk kertas bertuliskan: "FISIKA SERU, TAPI TIDUR LEBIH SERU!"

Brak! Pluk!

Balon itu tersangkut, membuat kipas angin berbunyi nyaring dan spanduk buatan Syel berputar-putar di atas kepala Pak Bambang seperti wahana pasar malam. Satu kelas langsung riuh. Pak Bambang berbalik dengan kapur yang patah di tangannya, wajahnya memerah menahan pusing melihat spanduk itu.

"SHIN ENASYEL! ZEFANYA! ARKANANTA! IKUT SAYA KE KANTOR!"

Syel hanya menyengir lebar tanpa dosa, merapikan rambut ungunya yang berkilau, lalu menyenggol lengan Anya. "Tuh, kan, kelasnya jadi gak bosen lagi."

Arka hanya bisa menghela napas panjang, berjalan di belakang Syel dan Anya sambil memikirkan alasan apa lagi yang harus ia katakan pada Nathan, kakak Syel, jika sang kakak mendapati adiknya kembali dihukum membersihkan perpustakaan di hari pertama sekolah.

~🦕🦕~

GARENSYEL : DUO PLENGERStories to obsess over. Discover now