Prolog: The Unyielding Iron

205 18 0
                                        

hope you satisfied, enjoy!


Lantai beton ruang interogasi bawah tanah itu terasa sedingin es, namun tidak sedingin tatapan Mayor Griffin. Kedua tangannya terikat rantai berat yang menggantung di langit-langit, memaksa bahunya yang bidang tertarik tegang. Seragam militer kebanggaannya telah robek di beberapa bagian, menampilkan luka memar yang kontras dengan kulitnya yang pucat.

Pintu baja berat itu terbuka dengan desisan pelan. Aroma yang memenuhi ruangan seketika berubah, sebuah frekuensi feromon yang tidak seharusnya ada di alam. Berat, menindas, dan berbau seperti kayu cendana yang terbakar dan badai yang akan datang.

Jethro Varkas melangkah masuk. Ia tidak mengenakan seragam, hanya kemeja hitam mahal yang lengannya digulung hingga siku, seolah-olah ia baru saja selesai membereskan pekerjaan kotor.

"Masih belum mau bicara, Griffin?" suara Jethro rendah, hampir seperti dengkuran macan tutul yang puas.

Griffin mendongak, napasnya memburu. Meski tubuhnya gemetar karena pengaruh aura Enigma yang mencoba mematahkan insting Alpha-nya, matanya masih menyala dengan kebencian yang murni. Ia meludah ke arah sepatu mengkilap Jethro.

"Kau bisa memalsukan dokumen pengkhianatanku, Jethro. Kau bisa mengurungku di lubang ini seumur hidupmu," desis Griffin, suaranya parau namun penuh otoritas. "Tapi kau tidak akan pernah bisa membuatku tunduk. Aku seorang Alpha. Aku lebih baik mati daripada menjadi peliharaanmu."

Jethro tidak marah. Sebaliknya, ia melangkah maju hingga jarak mereka hanya beberapa inci. Ia mencengkeram rahang Griffin dengan kasar, memaksa sang Mayor untuk menatap langsung ke dalam pupil matanya yang gelap dan penuh obsesi gila.

"Mati? Tidak, sayang. Aku sudah menghabiskan terlalu banyak sumber daya untuk membawamu ke sini," Jethro mengusap bibir Griffin yang berdarah dengan ibu jarinya, gerakannya hampir terasa seperti belaian jika saja tidak disertai tekanan yang menyakitkan.

"Kau akan hidup. Kau akan melihat bagaimana aku menghancurkan setiap orang yang pernah kau lindungi, sampai satu-satunya tempat aman yang tersisa bagimu adalah di pelukanku. Lawanlah sesukamu, Mayor. Aku sangat menikmati saat kau mencoba menggigitku."

Jethro kemudian membungkuk, membisikkan sesuatu tepat di telinga Griffin yang membuat bulu kuduk sang Alpha meremang.

"Hukum bisa kubeli, Mayor. Dan tubuhmu? Biologi Enigma-ku akan segera mengajarinya siapa pemilik barumu."

Jethro melepaskan cengkeraman rahangnya, namun ia tidak menjauh. Ia justru berjalan perlahan mengitari Griffin, langkah kakinya bergema di ruangan yang kedap suara itu.

"Kau tahu, Griffin... pagi ini aku baru saja menandatangani dekrit penghentian bantuan militer untuk perbatasan utara," ucap Jethro santai, seolah sedang membicarakan cuaca. "Sepuluh ribu prajuritmu di sana sekarang tidak memiliki pasokan energi. Mereka buta, tuli, dan tak bersenjata di tengah wilayah musuh."

Mata Griffin membelalak. "Kau gila! Mereka manusia, Jethro! Mereka prajurit yang setia pada negara ini!"

"Negara ini adalah aku, Mayor," Jethro berhenti di belakang punggung Griffin. Ia menghirup dalam-dalam aroma keringat dan kemarahan yang menguar dari tengkuk sang Alpha. "Aku bisa menyelamatkan mereka hanya dengan satu jentikan jari. Dan harga untuk nyawa mereka sangat sederhana."

Jethro menempelkan telapak tangannya yang hangat di atas jantung Griffin yang berdetak liar. "Berhenti menatapku seolah kau ingin membunuhku, dan mulailah belajar bagaimana caranya bernapas hanya saat aku mengizinkanmu."

"Brengsek... kau monster..." Griffin menggeram, mencoba menyentak rantainya hingga pergelangan tangannya berdarah.

Jethro tertawa pelan, suara baritonnya memenuhi ruangan dengan dominasi yang mencekik. "Aku adalah monster yang memberimu makan, yang melindungimu dari dunia yang kejam, dan yang akan segera mengubah kode genetikmu hingga kau tidak akan bisa mengenali dirimu sendiri di depan cermin."

Ia mengeluarkan sebuah vial kecil berisi cairan berwarna ungu pekat dari saku kemejanya—Varkas-01, serum eksperimental yang dirancang khusus untuk memicu transisi paksa dari Alpha menjadi sesuatu yang bisa dikendalikan oleh seorang Enigma.

"Dunia akan mengingatmu sebagai pahlawan yang gugur dalam pengkhianatan," bisik Jethro di dekat luka di bahu Griffin, lalu mengecupnya dengan lembut namun mengerikan. "Tapi bagiku, kau akan selalu menjadi rahasia tercantik yang pernah dikurung di bawah tanah."


are you satisfied?

ini cuma prolog ya!

post: 26/04/2026 03:59AM

The Sovereign Downfall (ABO) [JossGawin]Where stories live. Discover now