Dia menikahinya untuk melunasi utang.
Dia menerima pernikahan itu untuk melindungi adiknya.
Tidak ada yang berencana untuk lebih dari itu.
Tapi Lucas Ravenswood adalah pria yang hapal semua hal kecil tentang Serena tanpa pernah ditanya dan Serena A...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
HAPPY READING
Ruangan itu terlalu dingin untuk bulan Maret.
Serena Aldenn duduk dengan punggung tegak di kursi yang jelas lebih mahal dari sebulan uang saku kuliahnya, dan memutuskan bahwa dia tidak akan membiarkan tangannya gemetar. Bukan di sini. Bukan di depan orang-orang ini.
Di luar jendela lantai dua puluh tujuh gedung itu, kota bergerak seperti biasa taksi, klakson, hujan rintik yang tidak cukup lebat untuk disebut hujan sungguhan. Dunia tidak tahu bahwa di dalam ruangan ini, seorang perempuan dua puluh lima tahun sedang menunggu untuk ditandatangani seperti dokumen akuisisi.
Serena meluruskan punggungnya satu sentimeter lebih tegak.
Pengacara keluarga Ravenswood seorang pria paruh baya dengan kacamata tipis dan ekspresi yang sudah lama melupakan simpati meletakkan map tebal di tengah meja. Tiga puluh dua halaman. Serena tahu karena dia sudah menghitungnya semalam, di kamarnya, dengan cahaya lampu meja yang remang karena dia lupa membeli bohlam pengganti.
Tiga puluh dua halaman yang merangkum seluruh hidupnya ke depan.
"Semua ketentuan sudah tertera di halaman dua hingga tujuh," kata pengacara itu. "Durasi minimal dua tahun. Penampilan publik sesuai jadwal yang disepakati. Rekening operasional rumah tangga akan diatur secara terpisah"
"Aku sudah membacanya."
Suaranya keluar lebih datar dari yang dia rencanakan. Bagus.
Pengacara itu berhenti. Menatapnya sebentar dengan ekspresi yang sulit dibaca bukan kagum, lebih ke sesuatu yang menyerupai catatan mental lalu mengangguk pelan. "Baik. Kalau begitu jika tidak ada pertanyaan-"
"Adikku."
Serena tidak bermaksud mengucapkannya dengan keras. Tapi kata itu sudah keluar, dan sekarang semua orang di ruangan itu memandangnya dua pengacara, satu asisten yang jarinya berhenti di atas tablet, dan satu orang lagi yang selama dua puluh menit terakhir duduk di ujung meja dan belum mengucapkan sepatah kata pun.
Lucas Ravenswood.
Serena belum menatapnya langsung sejak dia masuk ke ruangan ini. Bukan karena takut dia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa kata itu tidak akan ada tempatnya di sini tapi karena dia butuh semua energinya untuk hal-hal yang lebih penting dari memperhatikan tampang pria yang akan menjadi suaminya dalam dua puluh dua hari.
"Adikku," ulangnya, kali ini dengan suara yang lebih terkontrol. Dia melihat ke arah pengacara Ravenswood, bukan ke Lucas. "Rael Aldenn. Delapan belas tahun, semester kedua di Fakultas Kedokteran. Biaya pendidikannya tidak boleh terganggu selama durasi perjanjian ini. Itu syarat satu-satunya yang aku minta."
Keheningan berlangsung selama beberapa detik.
"Itu tidak tercantum dalam draf awal" pengacara itu mulai berkata.