•PART 1•

498 62 16
                                        

ALMOST US
a short series by greenlatte07




Hidden Leaf University dikenal sebagai kampus yang tenang. Pohon-pohon tua berjajar di sepanjang jalur pejalan kaki dan bangku kayu yang dipenuhi mahasiswa yang memilih tinggal lebih lama. Disini, tidak ada yang terburu-buru. Semuanya berjalan perlahan bahkan perasaanpun seakaan diberi waktu untuk tumbuh.

Bangunan klasik yang tidak terlalu tinggi, suasana intelektual namun tenang membuat siapapun yang ada disana terasa lebih hidup. Suara tawa mahasiswa yang berkumpul di beberapa titik membuat kampus tua itu terasa nyaman.

Hanya saja, tetap ada pengecualian. Haruno Sakura, individu yang memilih tidur lagi saat alarm dimatikan. Gadis bersurai merah muda sepunggung yang kini sedang berlarian dari gerbang kampus menuju fakultas Ilmu Komunikasi.

"Ra, hati-hati kepeleset!" teriak Tenten yang sedang duduk di sebuah bangku bersama Neji.

Sakura hanya menoleh, sudut bibirnya sedikit tertarik sambil mengacungkan jari tengah pada sepasang manusia itu dan membuat Tenten terkekeh dan Neji hanya menggeleng pelan.

Langkahnya semakin cepat dan beberapa kali hampir menabrak mahasiswa lain. Matanya melirik jam tangan yang entah sudah berapa kali ia lakukan. Dia tidak terlalu terlambat, tapi dosen hari itu terkenal sangat menghormati waktu. Jika terlambat 1 menit, keluar.

Matanya menyipit saat melihat dosen berambut panjang dengan warna kulit pucat melangkah masuk ke ruangan yang menjadi tujuannya. Dosen itu juga menatapnya, seakan sangat kenal dengan mahasiswa yang tengah berlarian ke arah yang sama karna warna rambut merah muda yang mencolok.

Brak!

Atensi di ruangan itu beralih pada pintu belakang, Sakura masih sedikit berlari, tergesa-gesa dengan langkahnya seakan tidak sabar untuk mendudukkan bokong di bangku kayu kelas.

"Hampir aja" gumamnya dengan napas terengah. Dosen itu masuk melalui pintu depan sedetik kemudian, matanya masih menatap Sakura yang masih mengatur napas.

"Haruno-san."
"Ya, Orochimaru-sensei?" ucapnya yang langsung berdiri.
"Kau lupa aturan kelasku?"
"Tidak, sensei."

Orochimaru berdiri di podium kelas, meletakkan tiga buah buku tebal disana dengan mata yang masih menatap Sakura, "khusus untukmu, jika masuk kelas bersamaan denganku maka nilai ujianmu akan aku kurangi."

" Itu..."

"....tidak ada bantahan," pangkasnya langsung, "selamat pagi semuanya," lanjut Orochimaru yang langsung membuat kelas mendadak hening. Tadinya, mereka semua sedang terkekeh.

Sakura menarik sudut bibirnya muak lalu menjatuhkan bokongnya sedikit kasar ke kursi. Ia mengeluarkan buku dan alat tulisnya dari dalam tas, tapi mood-nya sudah terlalu hancur karna aturan khusus itu. Dia memilih merebahkan kepalanya di atas buku, menoleh ke samping. Matanya menatap cowok yang duduk persis di sebelahnya, fokus ke depan tapi terlihat menyebalkan.

"Sasuke."
"Aku gak ketawa loh."
"Tapi sudut bibirmu bergetar tuh."

Sasuke yang tadi memang berusaha untuk fokus, kini memilih menyerah. Bola matanya melirik ke samping, melihat Sakura yang juga melihatnya. Tangan kirinya terangkat, menopang kepala, posisinya kini menghadap Sakura.

ALMOST US [Short Series]Stories to obsess over. Discover now