Suara teriakan, bahkan murid SMA NUSABANGGA berlari berbondong bondong menuju ke arah lapangan, sebagian murid ke arah roftoop.
Dalam kerumunan semua orang, siswa siswi yang menyaksikannya membeku dengan tatapan kosong, salah satu dari mereka menegang. Tak lama dari itu, ia menyeringai puas, lalu berbicara, seakan akan ini adalah awal sebelum masalah menghampiri murid murid NUSABANGGA tak ada yang mendengarnya temen di sampingnya hanya dirinyalah yang mendengar dan tau apa yang dia maksud.
'Bagus, lebih baik bunuh diri dari pada mengotori tanganku'.
💢💢💢
Setelah tragedi bunuh diri, enam siswi itu sudah tiba di kelas, biasanya jika ada tragedi seperti ini pasti seluruh murid di pulangkan, tapi ini tidak. Aneh, itu yang di pikirkan Lovanza arllyona, tidak biasanya bahkan guru meninggal saja semua siswa-siswi di pulangkan, ini-seperti ada yang di rahasiakan?
"Sumpah gue ga nyangka banget, tapi dia siapa ya? Soalnya tu muka udah ga kebentuk lagi jadi gue ga tau siapa yang bundir tadi." Violin xevegar grace membuka suara dengan perasaan menggebu gebu walau ada rasa penasaran di nada bicaranya.
"Gue juga ga tau, tapi aneh banget cok," balas Lovanza membuat semua sahabatnya mengernyit.
"Aneh maksudnya? Perasaan ga ada yang aneh deh." Kini Fakhira arcecio membalas dengan santai. Tidak dengan Xereyn evellyn, ia tau gerak gerik Fakhira seperti resah akan sesuatu.
"Gue setuju sama Lova, ini aneh" Camelia willona mengajungkan jari telunjuknya ke atas, khas gaya dirinya sendiri, iya membenarkan perkataan Lovanza jika tragedi ini aneh.
"Oke anehnya dimana?" jawab Violyn, matanya tertuju pada Lovanza dan Camelia.
"Pertama ga ada yang namanya bundir mukanya udah hancur gitu, kayak aneh aja? Ga mungkinkan dia bundir beneran?" Jawaban Lovanza membuat semuanya terdiam mematung. Mereka berkelana pada pikirannya masing masing.
Xereyn menatap Lovanza sedangkan Lovanza hanya menaikkan alisnya, "lalu apa yang kedua?" Tanyanya dengan datar.
"Yang kedua, biasanya kita di pulangkan, lihat waktu ibu Dina meninggal, kita semua di pulangkan, lalu Fino meninggal begitu juga bukan? Tapi kenapa ini engga? Ini aneh, benar benar aneh." Lirih Lovanza ia menunduk seakan ikut terbawa suasana.
"Hei tunggu dulu, tadi itu siapa yang bundir?" Suara itu mengalihkan perhatian enam siswi ini, ia mendongak menatap Fanya gratesqe yang sedang menghadang adek kelas untuk bertanya.
"Anu ka, itu yang bunuh diri tadi ka Nadia," jawaban adek kelas bernama qessi justru membuat semuanya menegang.
"Nadia mana?" Nada Violyn kini sedikit meninggi, tidak, tidak mungkin Nadia itukan.
"Ka Nadia mantan OSIS itu ka, kalo kata sahabatnya dia meninggal karna setres di teror sama seseorang." Lagi dan lagi mereka mematung. Syok akan fakta ini, tak ada yang menyangka jika siswa yang bunuh diri itu adalah Nadia teman seangkatannya.
Mata Lovanza memanas, ia menatap sekelilingnya, dibawah meja tangannya mengepal, adek kelas tadi sudah pergi berlalu. Dalam hatinya selalu berbisik jika ini tidak benar, sebelumnya tidak pernah ada yang terjadi seperti ini. Dan apa tadi? Teror? Nadia di teror dan itu yang menjadi konflik awalan mereka.
"Ga! Ga mungkin!... Nadia," sendu Violyn, ia menundukkan kepalanya, air matanya luluh satu persatu. Fakhira yang di sampingnya hanya menenangkannya, ia juga ikut sedih.
"Tapi perkataan adkel tadi ada yang ganjal deh" Violyn mendongak menatap Camelia.
"Iya, ada yang aneh. Katanya tadi Nadia di teror, artinya ini bukan bunuh diri melainkan pembunuhan" desis Lovanza, matanya menatap lurus.
Karna kata pembunuh membuat mereka menegang. Dan seseorang itu menggeleng pelan.
'jangan sampai gue ketahuan.'
"Tapi kenapa lo bisa tau lov?" Ujar fanya.
"Gue cuma nebak, karna ga masuk akal aja, tapi siapa tau bener tebakan gue."
"Gue ga tau gimana ekspresi orang tuanya, senang atau sedih kalo anaknya meninggal bunuh diri," monolog Fakhira dengan lirih. Ia menunduk memainkan jari jemarinya.
"Senang, karna mereka tidak menginginkannya," ungkap xereyn dengan datar. Hingga derit kursi membuat semuanya menoleh ke arahnya, xereyn bangkit lalu berjalan keluar.
"Bolos?" Tanya Lovanza yang di balas anggukan teman-temannya.
Karna terlalu larut dalam kematian temannya akhirnya Lovanza mengusulkan untuk bolos, dan mengajak temannya ke festival brugan-nama festival. Yang di adakan kemarin.
Di wahana bianglala mereka memandangi langit yang cerah, melihat ke bawah, Lovanza terkekeh ia seperti melihat semut di atas sana.
Tentang tragedi itu, mari kita lupakan sejenak, biarkan mereka bahagia, bermain kesana kemari dalam pakaian sma membuat semua sepasang mata menatap pada mereka, tuhan membiarkan mereka bahagia terlebih dahulu karna ia sudah menyiapkan hadiah yang akan di tanggung para siswi itu masing masing.
Siapa yang bertahan.
dan siapa yang menyerah.
TBC
J
adi bagaimana? Menarik bukan.
Tinggalkan jejak jika kalian pernah membuka lembaran ini, dan aku percaya kalo setiap author akan ada pembaca setia yang akan selalu menunggu kita up.
TINGGALKAN JEJAK ANAK ANAK KAREN!
ig:Lrza_Lrnza
Tt:Lrza_Lrnza
YOU ARE READING
6 SISWI
Mystery / Thriller[DILARANG PLAGIAT!] BISMILLAH SEMOGA SUKSES💪🏻 Tempat yang dulu riuh, penuh kebahagiaan dan jejak jejak yang menampakkan kaki jika mereka pernah tinggal di tempat ini, langit yang selalu cerah. Kini berubah menjadi curam, kebahagiaan itu hilang men...
