1 ; Kehilangan

110 50 9
                                        

Gadis berambut panjang yang hidup sederhana. Nebula namanya. Ia memiliki seorang adik tiri bernama Kanaya.
Ya begitu lah, ayah kandung dari Nebula telah lama meninggalkan dunia sejak ia menginjak umur 14 tahun. Di karenakan sakit parah yang membuat nya harus terbaring di rumah sakit selama kurang lebih satu tahun.

hingga akhir nya Ayudisa Citraloka - ibunda Nebula, menemukan cinta untuk yang kedua kalinya bersama Wisnu Putra Kencono yang sama-sama berstatus sebagai single parent.

Ngomong-ngomong soal Wisnu, pria adulting ini mempunyai seorang anak perempuan yang tak jauh umur nya dengan anak Ayu. selisih 2 tahun lebih muda dari Nebula.

Anak mana yang tidak senang karena ada sosok ayah baru di kehidupan keluarganya? Ada. Nebula orang nya.

Sebenarnya ia benci sekaligus iri kepada adik nya sebab orang tuanya lebih menyayangi Kanaya dibandingkan dirinya.

Nebula sempat ragu saat bunda bilang akan menikah lagi, takut-takut nantinya Nebula tidak akan lagi diperhatikan, disayangi.

Ia terlalu khawatir dengan segala ketakutan-ketakutan yang belum tentu terjadi.

Meyakinkan Nebula dengan sepenuh hati bahwa dia tidak akan mengingkari janji.

Ayu akan tetap menyayangi anak anaknya. Tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain. Rasa sayang yang sedari dulu Ia berikan kepada putrinya, akan terus mengalir tiada habisnya.

"tapi bun."

"jangan berpikiran yang tidak-tidak sayang, bunda juga tau mana yang terbaik buat kita kedepan nya"

"percaya sama bunda"

sembari mengusap-usap puncak kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.

Dan pada akhir nya? Semua ketakutan-ketakutan itu terjadi pada kehidupan Nebula. Keyakinan-keyakinan yang Ayu lontarkan pada saat itu, runtuh begitu saja. hilang seperti disapu angin.

Kalau sudah begini, kepada siapa lagi Nebula harus pulang? Ingin sekali rasanya Nebula ikut bersama ayah, Nebula sangat amat merindukan sosok-nya.

Ia begitu di sayangi sebagaimana putri satu-satunya. Tapi apalah daya, Nebula hanya mengikuti arus kehidupan saat ini, mengikuti bagaimana alur kehidupan yang ada, tanpa ada pemimpin kemana Ia harus melangkah.

🍃🍃🍃

Bel pulang berbunyi menandakan bahwa pembelajaran telah selesai. Siswa/siswi
pun bergilir untuk pulang. Keadaan sekolah sudah lumayan sepi, Nebula kebagian jadwal piket hari ini makanya ia pulang terakhir. pulang dengan dengan menaiki angkutan umum, jadi ia harus berjalan kaki sampai depan gerbang sekolah yang jaraknya lumayan jauh.

Namun saat sampai di lapangan sekolah ia dihampiri oleh 3 orang teman sekelasnya. Yang tak lain dan juga bukan, adalah Nindya, Arunala, dan Zefanya

"Nebula" Ucap salah seorang dari mereka.

Sang pemilik nama hanya menoleh.
" ada apa? "

"katanya kamu ulang tahun hari ini"

"kita ada hadiah buat kamu" jawab Zefanya dengan tatapan jahil nya itu.

"sudah lah anya! Langsung saja, tidak usah berlama-lama" seru Nindya tak sabaran.

Nebula hanya diam sambil menatap mereka, ia sempat berpikir bahwa mereka akan memberinya sebuah kado atau sejenisnya. Namun dugaannya salah besar.

Tanpa menunggu jawaban dari Nebula mereka langsung meluncurkan aksinya dengan melempar telur busuk dan tepung. Hingga jatuh tersungkur. Nebula kembali terdiam, tidak berani melawan, ia meringkuk dengan memeluk kedua lututnya sambil menahan tangis.

[NEBULA] Kalau bukan Bunda, bula sama siapa?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang