Ada yang bilang hidup adalah sebuah buku yang kita tulis sendiri halamannya.
Aku tidak setuju. Terkadang, beberapa bab ditulis dengan paksa oleh takdir, meninggalkan noda tinta yang tak bisa dihapus, sekencang apapun kau mencoba menggosoknya. bab-bab seperti itulah yang membuatmu ingin berhenti menulis selamanya.
Maka di kota ini, di sekolah ini, aku tidak berniat menulis apa apa lagi. Aku hanya ingin membaca ulang pragraf-paragraf yang aman dan membosankan. Senyum pada murid muridku. Pulang ke apartemen yang sepi. Menghidup aroma kapus tulis sebagai penenang. Inia dalah kedamaian yang dipilihku, sebuah halaman kosong yang tidak akan pernah menyakitiku 'lagi'.
Tapi aku lipa astu hal yang paling mendasar dari sebuah cerita.
Kalian tidak akan pernah tahu, siapa tokoh yang akan muncul di halaman berikutnya.
BINABASA MO ANG
Unfinished Sentences
FanfictionMengisahkan seorang guru, Naruto Uzumaki, yang berusaha menulis babak baru dalam hidupnya setelah lari dari masa lalu yang tragis. Kedamaiannya terusik ketika mantan suaminya kembali untuk 'merevisi' akhir cerita mereka, sementara seorang murid mena...
