Bab 1: Pertunangan Tak Terduga

113 6 0
                                        

Langit Jakarta sore itu seolah ikut bergejolak, sama seperti hati Sandra. Di ruang makan mewah yang didominasi ornamen klasik, tawa kedua orang tua bercampur dengan obrolan bisnis yang tak ia pahami. Sandra, dengan gaun koktail sutra yang memeluk tubuhnya sempurna, sesekali melirik pria di seberangnya. Rony Wijoyo, nama itu terngiang dibenaknya, sebuah nama yang baru dua jam lalu resmi menjadi calon tunangannya.

"Jadi, bagaimana, Nak? Setuju dengan rencana kami?" Suara Om Wijoyo, ayah Rony, memecah keheningan yang sempat terjadi.

Rony mengangguk tipis, tanpa ekspresi berarti. Sepasang matanya yang tajam sempat bersirobok dengan mata Sandra, namun hanya sekilas, tanpa emosi. Dingin. Itulah kesan pertama Sandra tentang Rony. Jauh berbeda dengan karakter pria-pria yang pernah ia kenal.

Sandra adalah aktris papan atas, dikenal karena perannya yang berani, parasnya yang memikat, dan tingkah lakunya yang centil di depan kamera maupun di balik layar. Dunia Rony, seorang arsitek sukses yang lebih banyak berkutat dengan garis dan angka, terasa seperti kutub yang berlawanan.

"Tentu saja setuju, Om," sahut Rony, suaranya datar. "Ini demi kelangsungan bisnis keluarga." Sandra menahan napas. Demi bisnis. Bukan karena cinta, apalagi ketertarikan.

Perjodohan ini adalah sebuah kesepakatan bisnis murni antara keluarga Wijoyo dan keluarga Maheswara, demi merger proyek properti berskala besar yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Sandra tahu, ia adalah pion dalam permainan ini. Namun, ada sedikit rasa penasaran yang menggelitik. Bagaimana rasanya bertunangan dengan pria sedingin Rony? Akankah ia bisa
meluluhkan es di dalam dirinya?

"Sandra, Sayang, kenapa diam saja?" suara Mama membuatnya tersentak. "Senyum dong, Nak. Ini hari bahagiamu."

Sandra memaksakan seulas senyum, yang terasa kaku di bibirnya. Bahagia? Entahlah. Yang jelas, hari ini adalah awal dari sebuah babak baru yang tak pernah ia bayangkan. Setelah jamuan makan malam yang terasa panjang, Rony pamit undur diri dengan sopan. Bahkan saat berpamitan dengan Sandra pun, ia hanya mengangguk kecil, tanpa sentuhan, tanpa kata-kata manis.

"Dia memang pendiam, Nak," kata Om Wijoyo saat Rony sudah tak terlihat. "Tapi dia bertanggung jawab. Kamu tidak perlu khawatir."

Sandra hanya tersenyum tipis. Dalam hati, ia merencanakan sesuatu. Rony mungkin dingin, tapi Sandra Maheswara punya seribu cara untuk mencairkan segalanya. Apalagi, dunia akting telah melatihnya untuk beradaptasi dengan berbagai karakter.

Ini akan menjadi tantangan paling menarik dalam hidupnya.
Beberapa hari setelah pertunangan, Rony harus kembali ke kantornya di luar negeri untuk menyelesaikan proyek besar yang sedang digarapnya. Ini berarti mereka akan menjalani hubungan jarak jauh, atau yang biasa disebut LDR. Kabar ini membuat Sandra sedikit kecewa, namun juga memberinya celah untuk mengembangkan strateginya. Selama ini, ia selalu menjadi sorotan media, dan kabar pertunangannya pasti akan menjadi berita besar. Namun, Sandra memutuskan untuk merahasiakannya. Tidak sepenuhnya, tentu saja. Cukup menspill tipis-tipis agar para penggemarnya penasaran.

Di media sosial, Sandra mulai mengunggah foto-foto samar. Sebuah cincin di jari manisnya yang hanya terlihat sekilas, atau mungkin deskripsi foto yang sedikit menggoda. "Menjalani hari dengan senyum, karena ada yang menjaga hati," tulisnya suatu kali, memancing ribuan komentar dari penggemar yang bertanya-tanya siapa pria beruntung itu. Ini adalah bagian dari permainan Sandra. Sebuah permainan yang akan membuat Rony, si pria dingin itu, sedikit terganggu.

Jangan lupa tinggalkan jejak!! Vote and komen juseyo!!

Business EngagementStories to obsess over. Discover now