<HAPPY READING>
YANG SUKA TOLONG VOTE KOMEN
DAN SHARE KE TEMAN KALIAN YAA
ABSEN DULU NIH YANG NUNGGUIN AZKALEA UPDATE:)
•••••□♡□•••••
Langkah kecil Azkalea menyusuri jalanan pasar yang riuh dengan suara tawar-menawar. Udara dipenuhi aroma rempah, sayuran segar, dan keringat bercampur debu. Di tangannya tergenggam uang secukupnya, titipan dari ibunya untuk membeli beberapa sayuran.
“Hati-hati di jalan, Lea. Jangan lupa belanja sesuai daftar, ya,” pesan ibunya sebelum ia berangkat tadi.
Azkalea mengangguk kala itu. Hidup mereka memang sederhana, sehingga setiap rupiah harus diatur dengan hati-hati.
Namun, di tengah hiruk pikuk pasar, pandangannya tertuju pada sesuatu yang berbeda. Di pojok jalan, seorang nenek tua duduk di belakang lapak kecil yang nyaris sepi. Tak ada pembeli, tak ada keramaian. Hanya sebuah keranjang berisi buah aneh berwarna keemasan, berkilau samar seolah memantulkan cahaya matahari.
Azkalea mendekat.
Nenek itu tersenyum lemah. “Nak, maukah kau membeli buah apel ini? Seharian nenek duduk di sini, tak seorang pun mau melirik.”
Azkalea menelan ludah. Uang di tangannya benar-benar pas untuk membeli keperluan ibunya. Tapi melihat wajah letih nenek itu, hatinya terasa berat jika harus berpaling begitu saja.
“Baiklah, Nek. Saya beli satu saja,” ucapnya, menyodorkan uang yang masih hangat dari genggamannya.
Mata nenek itu berbinar, seolah beban yang lama ia pikul mendadak terangkat. Ia menyerahkan satu buah emas itu, lalu berkata dengan suara bergetar penuh makna:
“Ini bukan buah sembarangan, Nak. Buah ini mengandung keajaiban. Siapa pun yang memakannya, takdirnya akan berubah… menjadi lebih baik dari sebelumnya.”
Azkalea terdiam. Antara heran dan tidak percaya. Baginya, semua itu terdengar seperti tahayul belaka. Ia hanya mengangguk sopan lalu melanjutkan langkah.
Di perjalanan pulang, matanya tak lepas dari buah apel itu. Permukaannya berkilau, seperti ada cahaya hidup di dalamnya. Rasa penasaran semakin mengusik.
“Apa benar ini bisa mengubah takdir?” gumamnya pelan.
Akhirnya, tanpa pikir panjang, ia menggigit buah itu. Rasa manis yang aneh langsung menyebar di lidahnya, hangat, bahkan terlalu hangat hingga membuat tubuhnya bergetar.
Tiba-tiba, pandangannya kabur. Jalanan pasar yang semula ramai mendadak lenyap. Tubuhnya terasa ringan, melayang, seolah tertarik oleh kekuatan tak terlihat.
Dan ketika ia menoleh ke belakang, lapak tempat nenek tadi berjualan telah kosong. Nenek itu menghilang… seakan tak pernah ada.
Lalu segalanya berubah. Dunia yang ia kenal runtuh dalam sekejap, digantikan cahaya terang yang membawanya menuju takdir baru.
***
Cahaya terang itu akhirnya mereda. Tubuh Azkalea terhempas ke permukaan lembut. Dengan napas terengah, ia membuka mata—dan mendapati dirinya berada di sebuah kamar asing.
Ruangan itu luas, dindingnya dipenuhi ukiran halus, tirai jendela menjuntai megah, dan lampu kristal menggantung di langit-langit. Sama sekali bukan rumahnya yang sederhana.
“Di… mana aku?” bisiknya.
Dengan langkah hati-hati, ia bangkit lalu berjalan menuju sebuah cermin besar di sudut kamar. Saat pantulan wajah itu muncul, tubuhnya seketika menegang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Azkalea Transmigrasi
Fiksi PenggemarSatu buah, satu gigitan dan seluruh hidup Azkalea berubah. Ia hanya gadis sederhana yang tergerak hatinya menolong seorang nenek tua penjual buah di pinggir jalan. Tidak ada yang istimewa-hingga buah yang mirip apel berkilau emas itu menyentuh bibir...
