PROLOG

86 12 1
                                        

Serena Oryza Disty tidak sedang mencari cinta. Ia hanya sedang mencari ruang untuk bernapas. Di antara jadwal kerja yang padat, presentasi yang terus berganti, dan tuntutan hidup yang tidak pernah melambat, Serena terjebak dalam rutinitas yang membuatnya lupa pada dirinya sendiri.

Sampai suatu hari, tanpa alasan khusus, ia meninggalkan komentar di sebuah reel Instagram milik akun bernama @afkrdin.

Sebuah interaksi sepele yang tak disengaja.

Namun justru dari situlah semuanya bermula. Dari satu balasan, satu follow, dan satu pesan sederhana:

"Hi?"

Tidak ada bunga. Tidak ada drama. Tidak ada musik latar romantic. Hanya percakapan yang berjalan pelan—canggung, jujur, dan benar-benar manusiawi.

Apa yang awalnya hanya keisengan kecil berubah menjadi percikan, dan percikan ituperlahan menyalakan sesuatu dalam hidup Serena:

keinginan untuk mengenal bukan hanya orang lain, tapi juga dirinya sendiri yang telah lama ia tinggalkan.

keinginan untuk mengenal bukan hanya orang lain, tapi juga dirinya sendiri yang telah lama ia tinggalkan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

CATATAN DARI PENULIS :

Cerita ini bukan tentang kata-kata kasar di jalanan, juga bukan tentang balapan liar. Aku berharap pada kalian jangan terlalu berekspetasi dengan tokoh ketua geng motor bernama Afkar. Ia hanya seorang laki-laki yang mencoba meninggalkan kehidupan kelam dan menemui tujuan baru setelah bertemu dengan gadis bernama Serena.

Aku katakan sekali lagi;

"SERENA" bukan sekadar cerita cinta.

Ini adalah kisah tentang pulang, tentang memilih untuk tetap, dan tentang keberanian menolak narasi bahwa perempuan hanya bisa kuat kalau berjalan sendiri.

Karena kadang, kekuatan terbesar justru lahir saat kita berani mengakui: aku tidak baik-baik saja, tapi aku memilih bertahan. Bersama.

.

.

.

Selamat membaca ❤️

SERENAWhere stories live. Discover now