🍒 THE GAME OF POSSESSION 🍒
Pintu kamar itu terbuka perlahan, memecah keheningan yang tebal di larut malam, seolah sebuah retakan muncul pada lapisan kaca yang hening. Di luar, malam telah jatuh seberat kain beludru, menelan gemerlap kota dan meninggalkan Mansion dalam sunyi yang agung.
Baekhyun melangkah masuk. Ia mengenakan piyama sutra hitamnya, siluetnya yang tinggi menjadi satu-satunya bayangan yang bergerak dalam ruang yang disepuh rembulan. Ia mendominasi ruangan dengan aura yang dingin dan santai, seolah ia baru saja kembali dari penandatanganan kontrak, bukan dari menggali kuburan terakhir bagi harapan tunangannya.
Ia melihat Ryumi, yang berdiri tegak di tengah kamar besar itu. Hanya dibalut gaun tidur sutra off-white tipis, ia terlihat rapuh, sebuah titik cahaya pucat yang terperangkap dalam kemegahan Kamar Pengantin yang kini terasa seperti ejekan.
"Tidakkah kau lelah berdiri, Ryumi?" tanya Baekhyun, suaranya tenang, namun memuat nada dingin dari gembok yang terkunci. Ia berjalan ke lemari, mengambil robe miliknya, dan memakainya-sebuah ritual tenang yang semakin mempertegas kendali penuhnya atas malam itu.
Ryumi tidak menjawab. Dia telah menghabiskan beberapa jam sejak dikunci di sini, membiarkan dirinya tenggelam dalam kebencian yang kini terasa begitu nyata dan panas di tengah udara kamar yang sejuk.
Baekhyun mendekat, berhenti beberapa langkah darinya. Matanya dingin, seperti danau beku yang siap menelan apa pun yang jatuh ke permukaannya.
"Kau membuang Mahkota yang senilai jutaan hanya untuk menanyakan tentang pria yang menyerahkanmu malam itu," ujar Baekhyun, nadanya datar, berat seperti batu nisan. "Benar-benar romantis. Aku sempat berpikir, kau seberani itu karena dia memberimu harapan."
Ryumi menatapnya, matanya tajam. "Aku tahu kau yang menjebaknya! Kau yang mengancamnya!"
Baekhyun tersenyum kecil, seringai yang tidak mencapai matanya. "Aku tidak perlu mengancam, Ryumi. Aku hanya memberinya pilihan yang sangat sederhana: Menyelamatkan dirinya sendiri, atau menyelamatkanmu."
Ryumi tersentak, seluruh tubuhnya menegang. Itu adalah interpretasi paling menyakitkan dari pengkhianatan Taehyung.
"Dan tahukah kau apa yang dia pilih?" Baekhyun mendekat, suaranya berbisik dingin. "Dia memilih untuk tidak menjadi pahlawan. Dia memilih untuk tidak melawan pria yang akan menjadi suamimu. Taehyung adalah pengecut, dan kau mencintai seorang pengecut."
Baekhyun membiarkan kata-kata itu menggantung, seperti tetesan racun yang merusak setiap memori indah Ryumi tentang ciuman Taehyung di dermaga, menggantinya dengan rasa pahit.
Baekhyun mengulurkan tangan. Bukan untuk menyakiti, tetapi untuk mengklaim. Jari-jarinya yang dingin menyentuh tulang selangka Ryumi, tepat di bawah tempat kalung safirnya. Ryumi merinding dan bergetar hebat di bawah sentuhan itu.
"Kau ingin tahu di mana Taehyung?" Baekhyun merendahkan suaranya, dingin. "Tidak penting. Yang penting adalah di mana kau berada. Kau berada di sini, di Kamar Pengantin ini. Tempat ini sudah kuatur untuk kita berdua."
Baekhyun mendorongnya pelan ke belakang. Ryumi terhuyung sedikit hingga punggungnya menyentuh brankas dinding-brankas yang kodenya baru saja ia rebut dan kembalikan.
"Kau akan menghabiskan dua hari terakhir di sini," lanjut Baekhyun, menyatukan hukuman isolasi dan deklarasi kepemilikan. "Kau akan terbiasa dengan ruangan ini, dan kau akan terbiasa dengan ide bahwa tidak ada orang lain di dunia ini yang peduli-bukan Ayahmu, dan tentu saja bukan Taehyung. Tidur," perintah Baekhyun. "Dua hari lagi. Kau akan belajar bahwa perlawanan hanya mengingatkanmu pada rasa sakit pengkhianatan Taehyung. Semakin kau melawanku, semakin kau menyakiti diri sendiri. Sekarang, tunjukkan padaku bahwa kau sudah belajar."
STAI LEGGENDO
ROMANTIC FRIEND [END] ✔️
FanfictionAda yang namanya cinta, ada yang namanya obsesi. Dan bagi Byun Baekhyun, keduanya adalah sama. Ia mendambakan Yoon Ryumi, namun gadis itu adalah bunga yang tumbuh di taman milik orang lain. Taman itu adalah Kim Taehyung, pria yang selalu memetik sen...
![ROMANTIC FRIEND [END] ✔️](https://img.wattpad.com/cover/394567295-64-k558684.jpg)