🌷Happy reading n joy🌷
🌷🌷🌷
"Naya!!" Tama memanggil gadis yang sedang berdiri membelakanginya, dengan cepat pemuda itu berlari menghampiri Ailen. "Dicariin juga daritadi, anak-anak udah nunggu di aula rapat." Ucap Tama saat telah sampai dihadapan gadis tadi.
Sedangkan, Ailen sendiri hanya memberi cengirannya. Ditangan gadis itu ada sekotak susu dengan rasa stroberi yang sudah terbuka, "Sorry, gue laper banget asli. Habis pesenan beres gue nyusul kesana deh." Balas Ailen.
"Bareng aja, mumpung disini sekalian juga. Lo mesen apa, Nay?" Jawab Tama, membuat Ailen mendengus. Laki-laki sama saja, tidak konsisten pada omongannya. "Mie plus ayam, mie ayam." Balas Ailen, ia kembali menyedot susu kotaknya.
"Yaudah samain aja, nih." Tama mengeluarkan selembar uang berwarna biru kearahnya, "Yang gue juga?" Gurau Ailen yang malah diangguki oleh Tama. "Lah, rezeki gak kemana." Rezeki menghampiri tak mungkin Ailen tolak, kan?
"Ibuuuu! Mie ayamnya seporsi lagi, dibungkus juga. Nih, uangnya 2 porsi ya bu." Ailen berjalan menghampiri sang pemilik kedai, sedangkan Tama terkekeh melihat kelakuan sahabatnya itu.
Namanya Avicena Nayaga Syailendra, Ketua MPK periode sekarang. Gadis dengan energi full power yang dikenal oleh penjuru Smapas itu adalah sahabatnya sejak ia menduduki bangku kelas 1 SMA. Ailen atau yang lebih sering disapa Naya, nama itu sering kali disandingkan dengan namanya. Yuda Artama, sang ketua divisi keamanan OSIS. Padahal dalam kenyataan mereka hanyalah teman dekat tak kurang maupun lebih.
"Tama! Mikirin apasih? Ini udah selesai." Ajak Ailen, gadis itu melangkah mendahului Tama. "TAMA CEPETAN!! NANTI IYAN MARAH!" Teriak Ailen saat jarak mereka terpaut cukup jauh, Tama mendengus. Keadaan berbalik, kali ini seakan-akan Tama yang menjadi penyebab rapat ditunda.
Iyan yang dimaksud Ailen adalah, Lavian Yudis Pradipta. Sosok ketua OSIS kebanggaan Smapas, yang memecahkan rekor karena ia adalah murid pindahan yang memenagkan suara paling banyak dan menjadi ketua OSIS.
Cklekk
"Selamat sore semuanya, maaf ya kalau telat. Ada perut yang menunggu untuk diisi." Ujar Ailen saat memasuki Aula rapat, ia tak sadar jika ada pembina mereka disana.
"Tapi, ada rapat yang harus dijalani." Ailen mengerjap lantas ia menoleh kearah belakang, cukup terkejut saat melihat keberadan Pak Orion disana. "LHO?! Ehh, maaf pak lain kali gak akan diulang." Ailen menunduk.
"Kalau diulang nanti minta maaf lagi." Bisiknya pelan seraya menuju kursi yang sudah disediakan oleh Gema, ia berjalan cepat dan duduk dengan segera.
"Heuh dasar, untung bukan rapat resmi. Ini juga lagi, Tama disuruh nyusur malah ikutan lama." Ucap Pak Orion.
"Gara-gara lo, nay. Gue juga jadi kena." Bisik Tama, ia duduk disamping gadis itu. "Mana gue tau pak Orion bakalan hadir, lagian lo juga ikut-ikutan pesen." Sahut Ailen tak mau disalahkan.
"Udah diem, kalian ga lihat Pak Orion merhatiin ke kita terus?" Gema menengahi keduanya yang terlihat akan melanjutkan perdebatan.
Gema Wisesa, ketua dari club Archery sekaligus mantan CO taekwondo. Seorang playboy yang digandrungi para siswi Smapas, mungkin karena sifatnya yant ramah dan mudah bergaul. Membuatnya bisa diterima dalam circle manapun.
Sedangkan disampingnya Ishan mengangguk tanda setuju, "Lanjut nanti, biar rapatnya cepet beres." Ucapnya, dan mereka pun kembali fokus pada rapat yang sedang berlangsung.
Ishan Malik Renjanu, ketua Pramuka yang diberi label cowo kalem of the year. Wajah aslinya tidak seperti itu, anak mama yang selalu meminta persetujuan sang ibu untuk hal apapun. Padahal hobinya naik gunung, balap di sirkuit, panjat tebing, bahkan survive malah hari ditengah hutan. The real, doa mama selalu melindungi.
Next for more...
🪴🪴🪴
ESTÁS LEYENDO
Sealen
Novela Juvenil🪴🪴🪴 "Lo gak bosen, ngejar dia terus?" "Udah dua tahun lo ngejar dia, buat apaan?" "Seriusan? Padahal banyak yang ngejar lo, tapi lo milih yang gak pasti." "Makannya tembak, percuma kalau lo cuman diem aja." Tahun kedua Raden berada di Smapas, mas...
