[SEDANG DALAM PROSES PENGEMBANGAN ULANG]
21+
ON-GOING
UPDATE SEMINGGU SEKALI
Sander, sang pemimpin kelompok simha, pria yang terbiasa menundukkan apapun dengan pedang dan amarah. Namun hanya satu orang yang tidak bisa ia tundukkan. Orang itu dengan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sepertinya mereka tidak akan pernah datang ."
Gelak tawa para pria yang sedang berkumpul itu terdengar keras. Mereka memegang minuman berisi air api di masing-masing tangannya. Beberapa wanitapun ikut meramaikan suasana pesta.
"Kita memiliki singa, sedangkan mereka memiliki apa?"
Jelas saja tidak akan ada lagi yang berani pada Kelompok Simha. Mereka baru saja mengangkat pemimpin baru. Pemimpin kali ini benar-benar orang yang gila. Dia sangat suka bertarung meskipun lawannya sudah menyerah.
"Sander... kau benar-benar kuat!"
Robb menonjok bahu Sander dengan bercanda. Pemimpin baru itu tidak marah. Ia memaklumi karena keadaan mereka sudah benar-benar mabuk. Beberapanya bahkan sudah menggelar tikar di sekitar api unggun.
Pria itu hanya menyeringai puas sambil terus meminum air apinya. Tangan kirinya memeluk pinggang perempuan yang didudukkan di pahanya. Sesekali jambang tipisnya di belai dengan niat menggoda.
Sayangnya pria itu tampak terganggu. Ketika tangan itu hendak menyentuh lebih naik—kearah bibirnya―sander selalu menghindar. Prilaku itu membuat sang wanita sedikit tersinggung dan mencemberutkan bibirnya.
"Jaga tanganmu!" Sander memberikan peringatan dengan tatapan yang dingin.
Empat hari yang lalu benar-benar ramai. Di pemukiman merah tersebut terjadi pertarungan yang liar. Para pria kelompok simha mengeluarkan tombak, parang, serta busur panah untuk melawan para penyerang.
Kabar mengenai pergantian pemimpin Kelompok Simha rupanya sudah tersebar luas di Hutan Lair. Mereka pikir pemimpin baru ini hanyalah anak ingusan yang tidak berpengalaman. Nyatanya, Sander adalah pria berusia 18 tahun dengan perawakan yang tinggi-besar.
Pria itu seperti kebanyakan pria yang kelebihan hormon testosteron. Bulu-bulu di sekujur tubuhnya sangat lebat dan ia sengaja menumbuhkan bulu wajah hingga dada.
Ia seperti beruang.
"Air, makanan, wanita, apalagi yang kurang? Haha!"
Robb tertawa-tawa hingga air yang memakan kesadaran itu mengalir bebas melalui sudut mulutnya. pria yang menjadi taring merah itu memeluk dua orang perempuan di lengan kiri-kanannya.
"Jangan sombong, bagaimana jika tiba-tiba semua itu direnggut dari kita?"
"APA MAKSUDMU?!"
Tidak disangka oleh Immanuel, ia dilemparkan ke belakang meja hingga meja itu retak. Dirinya diteriaki Sang Pemimpin dengan garang.
Melihat hal itu, Robb tertawa makin kencang. Malam ini, pemimpinnya akan membunuh satu lagi anak buahnya. Suruh siapa meragukan kepemimpinan kelompok mereka?
"Ampun Tuan Pemimpin, aku tidak bermaksud. Akan tetapi, bukankah kita terlalu santai belakangan ini? Aku khawatir akan serangan kelompok lain," ucapnya tersengal dan tampak takut.