Disclaimer: Cerita ini belum direvisi, masih terdapat banyak typo dalam penulisan. Alur cerita juga terdapat perbedaan dengan yang sudah di bukukan.
Han Nara terpaksa menikah dengan Kang Rae demi menyelamatkan bisnis keluarganya dan membalas dendam...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Han Nara menatap keluar jendela kantornya yang luas, memandangi gedung-gedung pencakar langit di pusat kota Seoul. Dari ketinggian, semuanya tampak kecil dan teratur. Di tangannya, sebuah dokumen rahasia berisi perjanjian yang akan mengubah segalanya. Perjanjian yang tidak hanya melibatkan hidupnya, tetapi juga hidup seorang pria yang belum pernah ia temui-Kang Rae.
Nara menarik napas panjang, mencoba menenangkan kegelisahannya. Semua ini adalah bagian dari rencana. Sejak dia bergabung dengan JYP Financial, dia sudah tahu bahwa pekerjaannya bukan sekadar sebagai ahli strategi keuangan. Dia dipekerjakan untuk sebuah misi yang akan menghancurkan perusahaan teknologi terbesar di Korea Selatan-Hwarang Tech, milik Kang Rae. Namun, tak disangka, ayahnya, Han Jung Seok, membuat segalanya menjadi lebih rumit.
"Menikahlah dengan Kang Rae," suara dingin ayahnya terngiang di kepala Nara. Itu bukan permintaan, melainkan perintah. Han Jung Seok, yang dulu dikenal sebagai raja finansial, jatuh karena ulah keluarga Rae. Dan sekarang, balas dendam menjadi satu-satunya misi yang tersisa untuknya. Nara tidak bisa menolak. Dia harus melindungi warisan keluarganya dan membalas apa yang telah dilakukan pada ayahnya.
Han Nara, putri semata wayang Ayahnya setelah kepergian kakak laki-laki dan sang ibu tercinta dalam sebuah kecelakaan mobil. Tim medis hanya bisa menyelamatkan Ayahnya dan Nara yang masih berusia 3 tahun.
Kini Nara tumbuh wanita dengan keanggunan yang tenang. Wajahnya oval, dengan matanya besar dan berwarna cokelat tua, alisnya rapi dan tegas, menambah ekspresi serius di wajahnya ketika dia sedang berpikir atau mengamati orang-orang di sekitarnya. Bibirnya lembut dan berbentuk simetris, sering terkatup rapat, seolah menyimpan banyak kata yang enggan ia ungkapkan. Saat tersenyum, senyumnya tipis namun menawan, meninggalkan kesan misterius yang membuat orang penasaran. Kegemarannya yang suka makan tomat sebagai cemilan membuat kulitnya semakin cerah dan halus, seperti porselen, mencerminkan sosok yang lembut namun berkarakter kuat.
Rambutnya panjang dan berwarna cokelat gelap, jatuh terurai dengan lembut di bahunya atau terkadang diikat rapi saat dia ingin tampil lebih profesional. Gayanya sederhana namun elegan, sering mengenakan pakaian yang berwarna netral atau pastel dengan potongan yang anggun dan klasik. Nara memiliki postur tubuh yang ramping dan tinggi, dengan gerakan yang halus dan penuh keanggunan, menunjukkan sisi lembut dan ketegarannya sekaligus.
Nara memejamkan matanya, mencoba mengusir rasa bimbang yang menyelimuti. Bagaimana bisa dia menikahi seseorang yang belum pernah dia temui? Seseorang yang begitu jauh dari kehidupannya, tetapi pada saat yang sama, begitu dekat dengan tujuan akhirnya.
Saat telepon di mejanya berbunyi, Nara langsung tersadar dari lamunannya. Di layar, nama asisten pribadinya, Jiyeon, tertera jelas.
"Nona Han, mereka sudah siap menunggu di ruang rapat. Apakah Anda siap?" suara Jiyeon terdengar tegas namun lembut.
Nara mengangguk, meski Jiyeon tak bisa melihatnya. "Aku akan segera ke sana."
Ruang rapat sudah penuh ketika Nara masuk. Ayahnya duduk di ujung meja, bersama beberapa petinggi JYP Financial. Di hadapannya, terdapat seorang pria tua yang mewakili Hwarang Tech. Dialah penghubung antara Nara dan Kang Rae-orang yang akan memastikan pernikahan ini terjadi tanpa celah.