Prolog

10.4K 562 295
                                        


Hai! Siapa yang nunggu Kue Lapis S2?! 🥳

Di tahun baru ini, kita awali dengan membaca anak-anak Purple1...

Udah baca Kue Lapis?

Tahu cerita ini darimana?

Siapa member yang paling kalian suka?

Disclaimer ‼️

1. No request

2. Usahakan jangan siders

3. Kasih feedback seperti vote.

4. Cerita untuk di baca, bukan di plagiat!

5. Jangan bawa-bawa book manapun

5. Ini fiksi, jangan sangkut pautkan sama kehidupan para idol

6. Visual hanya sebagai penghidup saja, kalian bebas memilih visual

7. Tidak suka?! Skip!

8. Brothership, friendship, banyak skinship, Not bxb, jangan salpak!

Semoga kalian suka, dan tolong kerjasamanya untuk beri feedback baik.

Kue Lapis season pertama sudah bisa di pesan ya guys, banyak benefit yang bisa kalian dapatkan 🎉

Happy Reading 🦋

•••••




Mengapa tak mencoba jujur~
Pada hati kita, kasih~
Bahwa sesungguhnya
Engkau dan aku
Takut berpisah~

Haivan bersenandung seraya melipat pakaiannya dan Milo untuk di rapikan ke dalam lemari.

Sedang Milo asik menonton sebuah drama di ponselnya dengan Rafan dan Jaiveer, ketiga laki-laki itu seakan tidak terusik dengan keributan di Asrama. Padahal suara Haivan bernyanyi dengan mengganti semua senandung terdengar sangat keras, juga suara ponsel Casya yang sangat keras menandakan pemuda itu tengah bermain game di ponselnya.

"Veer!" panggil Nava yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Iya sayang, kenapa?" sahut Jaiveer tanpa mengalihkan tatapannya dari layar ponsel.

"Sayang sayang, dia ada yang punya," sahut Haivan dengan menyanyikan salah satu lirik lagu.

Nava yang hanya mendapat respon tanpa pemuda itu menghampiri, membuatnya sedikit kesal, tapi ia hanya diam saja dan beralih melihat Jidan yang asik menonton video ceramah di ponselnya.

"Jidan." Nava beralih memanggil Jidan, sontak membuat sang empunya menoleh.

"Iya Bang?" sahut Jidan langsung turun dari ranjang atas milik Casya, dan menghampiri sahabatnya yang lebih tua darinya.

"Kenapa, Bang? Ada yang bisa gue bantu?" tanya Jidan saat sampai di depan Nava.

Kepala Nava mengangguk, ia memberikan ember kecil pada Jidan yang berisi beberapa lap basah yang baru saja ia cuci.

"Aku udah cuci lap punya kita, aku boleh minta tolong jemurin?"

Jidan mengangguk, ia ambil alih ember tersebut, "Dengan senang hati."

Asrama Purple1Stories to obsess over. Discover now