Prolog

17.7K 213 0
                                        

Pesta yang megah dan mewah di sebuah mansion milik seseorang. Dua cowok masuk secara bersamaan di kala musik yang menyerupai club menyala.

" C'mon man, ini tuh bukan sembarang party. Disini orangnya tajir semua cui" cemooh lelaki yang memakai baju santai ala-ala jaz begitu.

Sedangkan cowok yang satunya merasa bodo amat dengan semua ini.

"Gunanya gw disini apa" ucap nya sangat datar. Temennya berdecih, Kenzi Baratadikara.

Rumit namanya tapi humoris. Mengahadiri pesta temen kelasnya. Kenzie mengajak sahabatnya.

Alvarez Sagara Nicholas

Sang lelaki yang penuh dengan rahasia. Kenapa bisa bersifat rahasi. Karena itu cowok sangat pendiam dan misterius.

Belum sempat si kenzi ngomong, alvarez langsung nyegat.

"Rez lo ka-"

"Dia siapa ken" arah pandangan jam 9. Kenzie melihat sosok yang punya pesta.

Sepertinya Alvarez mulai tertarik. Bahkan cowok itu gak nyangka bakal ketemu sang princees di sini.

Ceysa Pierce ratu dari segala ratu kerajaan. Paras dan tubuh yang selaras. Famous cantik manipulatif itu menggambarkan sifatnya.

Baginya ini sekadar pesta biasa. Hidup dengan penuh aturan membuat Ceysa muak.

"Itu Ceysa bro, yang ngadain party ini."

Jeda

"Sebenarnya sih bukan dia tapi orang tua nya." Singkat Kenzie. Diajak ngobrol malah Alvarez sibuk memperhatikan Ceyas.

Saat ini cewek itu sedang sibuk dengan teman-temannya.

Mereka berjalan menuju meja bar yang terletak sangat dekat dengan posisi ceysa.

Begitu kenzie memesan minuman. Sudah di dekati oleh Ceysa.

"Hai ken, lo sendirian?". Balutan gaun elegan yang di pakai ceysa membuat kenzi gagal fokus.

"Eh ceysa, gw sama temen gw" ucap kenzie sambil melirik si Alvarez.

Pandangan ceysa juga sangat cepat beralih. Sontak mata mereka bertemu.

Maju satu langkah dan yeap Alvarez terpana dengan cewek di depannya. Bagaimana tidak, leher yang semulus kaca bening. Bibirnya pink menggoda.

"Temennya kenzi?" Ucap Ceysa menatap wajah culas Alvarez.

"Muka lo kaya gak asing dimata gw"

Alvarez masih saja diam sebenarnya cowok itu malas jika ada yang sok akrab dengannya.

Tapi sebelum 5 detik Ceysa bilang 'temenya kenzi' Akvarez sontak kenal dengan wajah ceysa.

"Kita sempat jadi patner model kalo lo inget" ternyata Alvarez bisa ngomong panjang. Hal bingung memenuhi ceysa.

"Jadi ini bukan first imperson kita yeah?" Tebak Ceysa tapi bernada mencibir. Gadis itu terkesan angkuh.

Toxic LOVEWhere stories live. Discover now