⚠️TINGGALKAN JEJAK SEHABIS BACA SEPERTI VOTING⚠️
(PROSES REVISI ULANG)
MAHENDRA RADIKTA S2 SUDAH TAMAT🙌‼️
🚫 DON'T PLAGIAT.
Nikah muda tidak pernah terlintas di otak seorang Mahendra Radikta, dia hanya fokus memanfaatkan masa muda nya dengan berbal...
HAI, HAI, SEMOGA BETAH YA DI BOOK INI. JANGAN LUPA VOTE SAMA COMMENT JUGA💗
Ig: @rameonhee_liy
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
•
•
•
tok tok tok
Suara ketukan pintu itu terdengar oleh seorang ana tetapi ia memilih untuk melanjutkan tidurnya saat itu, padahal ini sudah pukul jam sepuluh pagi menjelang siang, libur sekolah ini ana manfaatkan waktunya dengan tidur.
Sang mama lantas masuk ke kamar gadisnya itu yaitu AnaliChayani lalu membangunkan nya perlahan. Perlahan ana membuka kelopak matanya dan langsung tersenyum pada mamanya.
"Bangun dulu yu, nanti langsung turun ke bawah.. Ada yang mau mama omongin sama kamu" ujar sang mama dengan lembut
Ana mengerutkan dahinya, tidak biasanya sang mama meminta dia untuk turun kebawah apa lagi saat ia baru bangun tidur, kecuali hanya untuk makan saja.
"Kenapa ga disini aja ma ngomongnya?" tanya ana sambil merubah posisinya menjadi duduk bertumpu di atas kasur
"Udah ah, kamu ke bawah aja ya. Mama duluan" sahut mamanya lalu mengelus rambut ana sebelum ia meninggalkan kamar putrinya.
Ana menghembuskan napasnya perlahan, dengan rasa malas ia bangkit dari ranjang nya, kemudian melamun sebentar mengumpulkan nyawanya yang masih berada di alam mimpi.
Tak lama dari itu, ana memutuskan untuk segera keluar dari kamar. Saat ana sedang menuruni anak tangga, langkah ana terhenti seketika.
"Anak gadis baru bangun ya" sapa tante syira yaitu mama dari Mahendra Radikta
Ana seketika mematung saat itu juga, melihat Mahen dan mamanya datang ke rumah. Mahen hanya memperhatikan ana dari bawah sana dengan tatapan nya yang datar sekaligus malas melihat gadis tersebut.
"Ana turun, mau sampai kapan kamu diem disitu" mamanya pun menyadarkan ana dari lamunannya
Ana tersentak dan menoleh, lalu ia berjalan kebawah dan duduk tepat di hadapan mahen.
Tatapan sengit saling bertukar satu sama lain antara ana dengan mahen, bagaimana tidak terkejut, musuh bebuyutan ana di sekolah tiba tiba saja datang ke rumah dengan mamanya.
"Jadi gini sayang.. emm*
"Mama mau bilang sama kamu.." Tutur lembut mamanya yang mengelus punggung ana
"Kamu mau ya, nikah sama mahen"
Seperti di sambar petir kala itu juga ana terkejut saat mamanya membicarakan tentang pernikahan. Padahal usia nya masih delapan belas tahun.
Bagaimana dengan mahen? Dia hanya terdiam saja, pasalnya mahen sudah mengetahui nya sebelum pergi ke rumah ana.
Mahen pun sempat terkejut dengan permintaan mamanya itu dan sempat menolak namun ancaman nya jika menolak semua akses mahen di ambil dan di potong, mahen tidak bisa membantah permintaan mama nya saat mendengar ancaman tersebut.
"NGGAAA!!"
"Mama apaan sih, ana masih sekolah loh"
"Ngga masalah ana, pernikahan kamu kan private, jadi kamu bisa lanjutkan sekolah asal berita nikah kamu ngga kesebar saja" ujar tante syira dengan tutur kata lembut nya
"Kami berdua memang sudah merencanakan pernikahan kalian sejak kalian berumur dua belas tahun" ujar mama ana
"Emang ini zaman dulu, ma? Nggak usah pake acara jodoh jodohin, ana bisa cari pasangan hidup ana sendiri" tolak ana sekali lagi berusaha keras menolak permintaan itu
"Ana juga punya hak buat memilih pasangan seumur hidup ana"
"Iya mama tau, tapi kan makin kesini makin susah toh cari jodoh"
"Ngga! Siapa sih yang ngga mau sama ana cantik begini" sahut ana dengan sarkas
"Gua" mahen menyahut
Ana memutar bola matanya malas, memasang wajah cemberutnya tak setuju akan perjodohan tersebut, sedangkan mahen masih menatap malas gadis di hadapan nya dengan rasa jengkel akan sifat gadis tersebut.
"Kapan mah nikahnya" tanya mahen
"Besok"
"NGGA MANA BISA GITU! ITU KECEPATAN!" Sentak ana yang tiba tiba dengan suara lantang dan sedikit keras, mama ana menarik napas panjang membuat ana kembali terdiam
"Lebih cepat lebih baik ana" sahut mamanya
Ana hanya bisa pasrah saat itu dengan helaan napas yang keluar dari mulutnya, ia tidak bisa berkutik karena kedua orang tua mereka sudah sepakat merencanakan nya dari awal
"Sial, bisa bisanya gua kawin sama setan" batin ana yang kesal.
"Apa lo liat liat gue" ketus mahen yang menyadari bahwa ana menatapnya
"Mimpi apa gue semalem bisa nikah sama setan" sambar ana lalu menatapnya dengan sinis
"Mandi dulu sana baru ngomong, apa perlu gue yang mandiin"
Mahen yang melihat ana masih memakai piyama yang berwarna pink itu, ingin sekali ia tertawa di depan gadis itu tetapi jika ia tertawa bisa bisa di gadis itu mengamuk di hadapan nya.
"KELUAR LO MESUM DARI RUMAH GUE!" teriak ana lalu melempar kasar bantal sofa kearahnya
Di dapur mama ana dan mama mahen terlonjak kaget saat mendengar ana berteriak seperti itu, tetapi keduanya hanya tertawa dan membiarkannya saja.
"Berisik bego!"
"Ya lagian lo!"
"Gue bercanda, serius amat. Apa emang mau gue seriusin?"
Tbc
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DI SINI SEPERTI VOTING‼️‼️