💌💌💌
"Fiuwiuwiw" seorang lelaki sedang bersiul senang sambil memainkan jarinya diatas meja. Dia sedang menunggu ke-empat sahabatnya. Saat ini dia berada di warung samping sekolahnya.
"Teriakin es teh dong, Raf... Gue seret" ujar salah satu temannya yang baru saja sampai dengan tiga lainnya.
"Kak Asri, es tehnya lima lagi. Satunya buat neng cantik disebelah saya, punya enengnya biar saya yang bayar" teriaknya pada kak Asri. Ia tidak hanya memesan untuk ke-empat temannya tapi juga untuk adek kelasnya yang baru sampai. Rafael Binaiya, cowok playboy yang terkenal seantereo SMA MUDITA , dia memang manis.
"Okee, Rafa" sahut kak Asri, penjaga warung belakang yang dibalas kedipan nakal dari Rafa
"Makasih kak Rafa"
"Iya sama-sama cantik" jawab Rafa
"Hhhh... Hati-hati anak orang baper" Julio Adipati, cowok terkalem di circle mereka, hanya bisa sabar dengan kelakuan sahabat-sahabatnya.
"Ya kalo dia baper, ya tinggal ngep HAHAHAHAHA"
Pletak
"Nggak nyambung, bego" Alesa Lendora, cowok terkalem nomor dua setelah Julio, dia baru saja memukul kepala temannya dengan botol aqua. Dia tidak kalem tapi juga tidak bobrok. Sewajarnya saja
"Aisshhh... Dinyambungin aja kenapa sihh" Uhhh rasanya sakit sekali pukulan dari Ale ini, itulah yang dirasakan si bobrok nan hancur Rindang Awira
"BWAHAHAHAHA RASAIN LO BWAHAHAHAHAA"
Pletak
Sekali lagi botol aqua milik Alesa mendarat di kepala temannya
"Ketawanya biasa aja, gak usah pake gebrak gebrak meja segala. Nih liat es teh tumpah kemana-mana" Benar saja. Es teh yang baru ditaruh kak Asri berceceran kemana-mana
"Iya-iya maaf. Kak, ganti satu lagi ya... Bayarnya dua kali lipat sama Rindang" Bima Pangestu, dia ini tidak terdeteksi, kadang-kadang waras, kadang bisa lebih gila dari Rindang. Saat ini dia sedang cengangas cengenges tidak jelas
"Enak aja!!! Kenapa jadi gue?" sahut Rindang tidak terima
"Ya elu yang buat gue ketawa"
"Lah. Kan elu yang ketawa bukan gue"
"Gue k-" ucapan Bima terputus kala Rafa mengalihkan atensi mereka ke ujung jalan. Dari sini sangat terlihat jelas lima perempuan cantik nan imut sedang berjalan menuju warung kak Asri
"Sstt sstt... mangsaa... " gumam Rafa dengan suara seraknya sambil mengelus tangan seolah mereka berlima adalah makanan lezat yang wajib dimakan
Disisi lain, ada lima sahabat perempuan berjalan dengan segala kecantikannya. Namun dibalik itu...
"Gue pengen lari anjirrrr, panas banget gak kuatttt"
"Sabar, Ra. Lihat, lima cecunguk disana lagi liatin kita. Tahan... tahan" Nayla Putri Hans, dia lah si Gemini. Ada ada saja tingkahnya. Anehnya, mereka mau saja mengikutinya. Saat ini dia sedang berjalan dengan kacamata minus anti radiasinya, menahan image.... Berjalan pelan-pelan, dengan kaki bersilang dan dagu dinaikan
"Bisa belang tangan gue, Nayyy" Yang dari tadi berkomentar ini namanya Amaira Amelia, memang dialah yang paling cerewet dan rempong dari antara mereka semua. Sebelas dua belas dengan Nayla, bedanya Nayla tidak secerewet Amaira
"Tinggal ditutup aja pake jaket lu. Noh biar gak belang" sinis si paling judes, Imelda sambil menarik jaket Amaira menutupi tangannya
"Tau tuh, ribet amat... Lamain dikit juga gak apa-apa gue lagi menikmati wajah-wajah tampan dari anak-anak Mudita" ujar playgirl kelas paus di SMA MUDITA, Sellena Amelda. Dia selalu menggoda para siswa disekolahnya kecuali gengnya Rafa. Chindo satu ini memakai topi juga kacamata anti radiasi yang sama seperti Nayla.
KAMU SEDANG MEMBACA
When We Were Young
Fiksi RemajaCerita ini bukan tentang geng motor dengan sang ketua dingin atau anak-anak mafia yang saling bersahabat. Cerita ini tentang 5 orang lelaki SMA pada umumnya yang saling bersahabat. Juga ada 5 orang perempuan yang satu sekolah dengan mereka namun be...
