We don't know what will happen
in the future.
Whether that person will be wealthy
or vice versa.
So, never underestimate someone's
wishes or dreams.
˚₊‧꒰ა ☆ ໒꒱‧₊˚
Kenalin namaku Diana Patricya Larasha, kalian bisa memanggilku dengan sebutan 'Ana'. Aku tinggal bersama anggota keluargaku. Aku anak bungsu di keluargaku dan aku mempunyai 2 Kakak perempuan. Apakah kalian mau berkenalan dengan mereka? Baiklah, akan aku perkenalkan.
Si sulung atau Kakak pertamaku bernama Destryani Ayuriza Paulina, kalian bisa memanggilnya dengan sebutan 'Rya'. Aku dengan Kak Rya ini berbeda 10 tahun, tak heran jika aku tidak terlalu akrab dengannya. Kak Rya ini bekerja dari pagi sampai sore, terkadang dia juga akan berganti shift malam dengan temannya.
Kak Rya bekerja di tokoh Apotek, jangan salah mengartikan bahwa Kakakku ini Apoteker. Kak Rya hanya pegawai tokoh Apotek, bukan Apoteker. Walaupun begitu Kak Rya seorang perempuan pekerja keras, ramah dan juga disiplin. Ditempat kerjanya dia dikenal banyak orang. Setiap kali dia melayani pembeli, pasti ada saja yang mengenali dirinya. Kak Rya juga sangat disukai oleh pemilik Apotek. Karena ketangkasan, kecekatan dan keramahannya dalam melayani pembeli, menyiapkan resep obat tanpa keliru lagi tempat obat yang tersimpan.
Si tengah atau kakak keduaku bernama Davita Rashel Diza, kalian bisa memanggilnya dengan sebutan 'Vita'. Kalau aku dengan Kak Vita hanya berbeda 5 tahun saja. Walaupun begitu aku jarang sekali mengobrol dengannya. Padahal, Kak Vita sering sekali menceritakan hal-hal yang terjadi di hidupnya kepadaku. Sebagai adik yang baik, aku hanya mendengarkan saja dengan seksama apa yang ia ceritakan.
Kak Vita saat ini masih anak Sekolah kelas 11 di SMKN 1 Angkasaraya, SMK terpopuler di kotaku. Di SMK, Kak Vita mengambil Jurusan Akutansi. Aku tidak tau pasti Kak Vita mengambil Jurusan Akutansi karena apa. Akan tetapi, ia selalu giat belajar sampai tengah malam.
Oh iya, Kak Vita juga orang yang bisa diandalkan saat Ibu sedang tidak ada di rumah. Karena apa? Karena, dia selalu membantu Ibu memasak, mencuci pakaian; peralatan makan dan juga bersih-bersih rumah. Kak Vita itu akrab sekali dengan Ibu, ia selalu menceritakan apa saja kepada Ibu.
Sedangkan Kak Rya, ia akrabnya dengan Bapak. Ia tidak terlalu akrab dengan Ibu. Ia selalu bersitegang dengan Ibu, biasalah sama-sama keras kepala.
Si bungsu atau anak ketiga (terakhir) di keluarga ini, yaitu aku sendiri. Aku itu orangnya keras dan tidak perduli terhadap sekitar, bisa dibilang bodoamat. Aku sendiri juga orangnya moodyan ketika sedang ada tamu bulanan. Aku itu masih anak SD kelas 6, di Sekolah Madrasah.
Kalau kalian bertanya-tanya aku itu akrabnya sama Ibu? Aku tidak akrab dengannya. Berarti, akrabnya sama Bapak? Tidak, tidak akrab dengannya juga. Lalu, aku akrabnya dengan siapa? Teman ngobrolku dirumah siapa? Teman ngobrolku dirumah, yaa.. diriku sendiri. Aku tidak terlalu banyak bercerita dengan orang rumah, aku selalu memendam semuanya. Hanya aku sendiri yang tau, semua hal-hal yang terjadi didalam hidupku.
Sebenarnya, aku sering menceritakan semua hal yang terjadi kepada Ibu ataupun Kakak-kakakku. Akan tetapi, semenjak aku memasuki kelas 6 SD, aku tidak lagi menceritakan semua hal yang telah terjadi kepada mereka. Kalian mau tau kenapa aku menjadi seperti itu? Akan aku ceritakan di halaman cerita selanjutnya~
﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌
Kamis, 04 Januari 2024. Pukul 11.26
Jangan lupa tinggalkan Vote dan Komen!
Terima kasih.
Ceyeauter
YOU ARE READING
Underestimate
General FictionAlangkah baiknya follow terlebih dahulu sebelum membaca ☻ ﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌ Diremehkan oleh Ibu sendiri? Dibanding-bandingkan dengan anak-anak disekitar? Tidak didukung? ﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌﹌ "Seperti orang gila saja, tertawa di depan layar handphone" "Kamu itu harusny...
