Dilarang menjiplak/menyalin sebagian/seluruh isi cerita⚠️ (ingat, ada hak cipta dan juga dosa yang akan ditanggung nantinya! Astagfirullah)
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
"Stop jadi pelangi untuk orang yang gak butuh warna dalam hidupnya."
"Semakin lo cari tau tenta...
Woyy kalian harus bacaa ya ceritanya! Awas loh kalo gak bacaa😠😠 aku maksa woyy!!
Vote dan share cerita ini kalo kalian gak mau didatengin uni bakwan ke kamar kalian nanti malemm☠️
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kata Uni bakwan, "Ayo baca GANTARA nanti dikasi es kul kul"
😭😭😭😭😭😭
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎ Untuk Gara (^○^)
Eca pergi dulu ya Gara ... Maaf, Eca gak bisa pamitan langsung sama Gara. Mama sama Papa gak ngizinin Eca buat ketemu Gara. Gara jaga diri ya, Eca berdoa semoga Tuhan pertemukan Eca sama Gara lagi ...
Dari Eca🐣
"Bohong. Eca bilang akan selalu jagain Gara! Gara benci Eca!"
▪︎▪︎▪︎
"Mama mau pergi kemana?"
"Kemana pun saya pergi itu bukan urusan kamu! Anak pembawa sial! Pembunuh! Seharusnya kamu mendekam di penjara, Gantara!"
"Jangan tinggalin Gara, Ma ..."
"Tidak sudi saya satu rumah dengan anak gangguan jiwa seperti kamu!"
▪︎▪︎▪︎
"Hey liat! Gantara bunuh anak kucing itu!"
"Bukan Ga—"
"Gantara pembunuh! Gantara pembunuh!"
"Ayo kita laporin Bu Guru!"
"Jangan deket-deket Gantara nanti kita dibunuh!"
▪︎▪︎▪︎
"Gue sakit, Ca. Hidup gue hancur. Lo kemana? LO PERGI TANPA NGUCAPIN SELAMAT TINGGAL DEPAN GUE LANGSUNG!"
"Dan sekarang? Lo balik seolah-olah gak terjadi apapun. LEBIH BAIK LO MATI GREESA!!"
"GUE JUGA HANCUR GA! LO GAK TAU GIMANA GUE MATI-MATIAN BUAT BERTAHAN HIDUP! LO GAK TAU!"
"Karena yang hanya lo tau dari hidup gue adalah, Greesa yang selalu ceria."
"Tolong bunuh gue, Gantara."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Mati bareng gue, Ca."
Gadis itu terdiam mendengar ucapan yang baru saja terlontar. Matanya terpejam merasakan sensasi dari rasa sakit yang diterima tubuhnya. Saat ini dirinya seperti sedang berada di ambang kematian.
"Apa kita bisa bertemu kembali? Di kehidupan selanjutnya. Di kehidupan yang dimana kita sama-sama tidak merasakan rasa sakit." Tanyanya dengan mata berbinar.
Belati kecil yang tadinya bermain-main di tengkuk gadis itu perlahan ia jauhkan. Tangan besarnya beralih mengelus lembut surai hitam milik gadisnya. "Tentu. Di kehidupan selanjutnya, kita yang akan mempermainkan takdir."
Gadis itu tersenyum senang. Jemarinya yang penuh dengan darah berusaha mengusap pipi pemuda di hadapannya. "Kalau begitu, ayo kita mati."
Senyum hangat terukir di wajah tampannya. Cukup senang mendengar jawaban dari gadisnya. Ia mengecup lembut dahi gadis itu, memeluknya dengan penuh kasih sayang. Seperti tidak terjadi apa-apa.
Tangan kirinya yang sedari tadi masih menggenggam sebuah belati, ia arahkan ke punggung gadis dalam dekapannya.
Perlahan tapi pasti, belati itu mulai menancap dan menembus ke dalam kulit. Cairan kental berwarna merah terlihat mulai mengotori seragam dan juga tangan pemuda itu.
"Semua akan baik-baik aja ...."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
• • •
Kita awali dengan prolog dlu ya nengg☺️ hihihh
Jujur aku bingung untuk kedepannya alurnya seperti apa, krna ini tuh mendadak gitu terlintas di otak pas lagi ngelamun sebelum tidur, mikir blablabla kayaknya seru dehh😭
Yah semoga aja alurnya nyambung dan bisa sampe end, huhuh.