hAi?

24 2 0
                                        

Hai! Kenalin, aku Alesya, seorang gadis dengan rambut pendek yang berusia 16 tahun. Kali ini, aku ingin menceritakan kehidupanku selama berada di SMA, tepatnya kehidupan SMA ku di SMA  3 Garuda.

Awal aku masuk sekolah, semua berjalan lancar. Tapi, hingga ada pada titik dimana aku mulai menyukai kakak kelasku yang bernama Arsyam. Kak Arsyam ini, orangnya berkulit putih, berambut ikal dan tinggi. Kak Arsyam juga pandai dalam segalah hal. Pokoknya kak Arsyam ini idaman banget, deh.

Aku dan kak Arsyam sering bertemu di mushola saat menjelang sholat dzuhur, di istirahat ke  2. Kami ga saling kenal. Tapi, jujur aja, aku mencari tahu banyak hal tentangnya. Sampai pada saat aku menemukan fakta kalau ternyata, aku dan kak Arsyam berada di ekstrakurikuler yang sama. Aku seneng banget waktu itu, bahkan aku menawarkan diri dan mengajaknya untuk satu tim dalam sebuah perlombaan cerdas cermat ekstrakurikuler. Ah, soal ekstrakurikuler, aku dan kak Arsyam berada diekskul PMR.

Aku mengenal banyak teman teman yang satu ekskul denganku. Baik di sekolah maupun dari sekolah lain. Karena seringnya diadakan pertemuan pada waktu tertentu, kakak-kakak senior yang ada diekskul cukup dekat dengan ku. Sampai pada hari dimana aku dipilih menjadi perwakilan duta kesehatan sekolah, disitulah awal aku berkenalan dengan teman-teman dari ekskul PMR sekolah lain.

Bisa dikatakan cukup aktif bagi anak kelas 10 sepertiku yang sering ikut sosialisasi kesana kemari, dari  satu sekolah ke sekolah lain. Okay, kembali ke topik. Kak Arsyam. Yup, kakak kelas yang ku suka itu, dia memulai karier ekskulnya saat kakak senior sudah mau purna. Kebetulan juga angkatan kelas 11 tidak terlalu banyak yang mengikuti PMR. Akhirnya, kami memilihnya sebagai ketua ekskul. Dan, yang lebih mengejutkannya lagi, aku terpilih menjadi wakil ketua. Ya... walaupun akhirnya aku digantikan oleh kak Reyhan dan jabatanku turun menjadi sekertaris ekskul karena tulisanku yang lumayan rapi.

Diekskul itu, aku memiliki teman bernama Varlan dan Billa. Aku cukup akrab dengan mereka. Varlan ini anaknya aktif dalam berbagai macam kegiatan dieksul maupun diluar ekskul. Varlan dan aku juga waktu itu sempat mengikuti ajang duta kesehatan bersama ku. Walaupun kami tidak lolos,  dan hanya kak Reyhan saja dari perwakilan sekolah kami yang lolos waktu itu sebagai juara 3.

Semuanya berjalan lancar dan mengesankan. Tapi semua itu berbuah ketika kak Arsyam dengan tanpa alasan menunjukkan sikap kasarnya.  Saat itu, aku berpikir kalau hal itu terjadi hanya kebetulan. Aku berspekulasi kalau moodnya emang lagi jelek. Tapi, lambat laun aku kecewa dengan semua hal yang aku bayangkan dari seorang kak Arsyam yang cakep itu, ternyata berbanding terbalik dengan apa yang selama ini aku bayangkan.

Hate YouWhere stories live. Discover now