Prolog

18 4 1
                                        

Takdir

Mungkin itu satu kata yang mengambarkan cerita mereka. Kala kemungkinan demi kemungkinan bermunculan dan membuat dua anak manusia merajut cerita.

Melia tidak pernah sebegitu penasaran dan tergugah ketika melihat lukisan. Seolah pelukisnya sedang bercerita kepadanya. Namanya Aksara.

Setelahnya ia terus mendatangi galeri seni untuk melihat setiap lukisan milik Aksara. Ya dia begitu terpesona dengan berbagai emosi yang terkandung di dalam lukisan itu.

----

"Apa kau pernah kesepian?" Tanya Melia menatap penasaran lelaki di sampingnya.

"Kesepian? Tidak pernah" jawab lelaki itu seraya tersenyum tipis.

Baginya cukup memejamkan mata dan menajamkan telinga. Maka ia akan menemukan dunia ini sangat ramai. Ramai dengan kicauan burung, daun yang bergesekan tertiup angin bahkan suara kendaraan manusia yang sahut menyahut. Tidak pernah ada kata sepi baginya.

AmorfatiStories to obsess over. Discover now