"Buat apa saya bohong sama kalian? Vanya beneran tidak bersama saya lagi. Malah, sekarang saya juga sedang mencari dia," Ujar Charles tidak sepenuhnya benar.

Dia bisa saja bertemu dengan Vanya karena mulai hari itu ia mengerahkan seluruh bodyguardnya untuk memantau Vanya dari jauh. Kali ini atas kemauan Charles sendiri, tanpa rengekan Clara.

"Tapi Om izinin saya untuk mencari dan bertemu dengan Vanya kan?" Ucap Gavin. Dia benar-benar sedang menciut.

Terlihat Charles sedang mengulum bibir, "Kalau itu urusannya dengan Vanya. Dia mau ketemu kamu syukur, kalau enggak ya saya gak bisa bantu."

"Emangnya Om gak kasian sama teman saya ini? Udah lama banget dia cari Vanya tapi gak nemu-nemu," Lesu Marvel sebab tak tahu lagi harus cari Vanya kemana.

"Loh, salah dia kan? Salah siapa menghamili putri saya? Salah siapa juga MERUNDUNG putri saya?" Ucap Charles santai dengan penegasan nada di bagian tertentu.

"Maaf," Marvel menunduk. Gitu-gitu dia juga merasa bersalah.

"Maaf, maaf. Kamu juga sama saja dengan dia!" Sentak Charles sewot.

Tundukkan kepala Marvel semakin dalam. Jangan sampai Charles membogemnya juga. Ia tak mau menjadi seperti Gavin, tidak berdaya sama sekali.

"Ya udah, saya pamit. Banyak kerjaan yang harus saya lakukan." Lanjutnya cuek.

"Iya, Om. Hati-hati ya," Sahut Marvel. Parah sekali Gavin, dari tadi dia hanya diam.

Hendak berjalan keluar, pintu ruangan terbuka secara terburu-buru. Dua orang masuk ke dalam dengan nafas tak beraturan.

"Gue nemuin Vanya!" Acel masuk dengan Farel dibelakangnya. Mereka kembali berjalan mendekati brankar Gavin, berdiri di samping Marvel.

Hal itu tentu membuat Gavin dan Marvel senang. Berbeda dengan Charles, ia memicingkan mata karena seseorang yang tiba-tiba masuk setelah Acel dan Farel.

"Clara?" Gumam Charles dapat didengar orang-orang dalam ruangan tersebut.

"Om?" Cicit Acel tak didengar siapapun. Dia yang baru sadar ada Charles disini.

"Ada Om Charles dari kapan?" Tanya Acel berbisik kepada Marvel.

"Dari tadi anjir. Mana gue takut kalau ada perang lagi," Jawab Marvel juga berbisik. Acel pun spontan menyenggol lengan Marvel.

"Cla? Ngapain kamu kesini?" Tanya Charles, Clara yang tadinya berhenti kembali melangkahkan kaki secara anggun mendekati ujung brankar Gavin.

"Jadi kamu laki-laki itu?" Tanya Clara dengan pandangan ke depan menatap mata Gavin.

"Iya, saya orangnya, Tan." Tegas Gavin walau perih melanda.

"Kenapa harus putri saya?" Hati Clara berdenyut perih.

Mereka yang ada di sana pun turut merasa bersalah. Terutama Gavin dan teman-temannya, mereka ingin mengucap beribu maaf, tapi apa daya? Maaf belum berarti bisa menyembuhkan memori buruk di hidup Vanya.

"Tante, saya minta maaf. Kalau perlu, tante hukum saya aja. Hukuman apapun bakal saya terima."

"Beneran?" Gavin mengangguk tegas.

"Jauhi putri saya dan cucu saya." Lanjut Clara membuat semua orang yang berada di sana terkejut.

Tak ada yang berani memulai pembicaraan lagi. Di brankar, Gavin menatap Clara tidak percaya.

Cucu? Anaknya dengan Vanya kah atau gimana? Tapi feeling Gavin mengatakan itu anaknya.

"V-vanya udah punya anak?" Tanya Acel shock. Kedua matanya spontan menatap ke arah Gavin.

"Itu anak saya kan, Tan?" Lirih Gavin kikuk.

"Laki-laki kayak kamu pantas di sebut ayah?" Ucap Clara bertanya balik. Menatap mata Gavin tajam setajam burung Elang.

"Sayang? Serius kamu ketemu sama Vanya sama anaknya?" Sahut Charles terkejut mengetahui Vanya melahirkan anak itu.

Clara berdecak, "Kamu itu! Udah nggak perhatiin anaknya, cucu juga nggak diperhatiin! Kalian semua disini itu emang beban buat Vanya. Pantes Vanya lebih milih hidup sama keluarganya yang sekarang."

Wanita itu terus mengomeli orang-orang yang ada di sana. Tadi memang hanya niat memarahi Gavin, namun suaminya turut memancing emosi Clara. Berakhir Clara harus menceramahi mereka.

"Maaf, aku juga pengen ketemu Vanya. Tapi kalau dia gak mau ketemu sama aku gimana?" Ucap Charles lirih.

"Ye! Ternyata Om sama Gavin sama aja," Cibir Marvel langsung dipelototi oleh Charles. Marvel pun menundukkan kepala sebentar.

"Enak aja! Bagaimana pun orang bersalah harus dihukum biar jera. Itu Om lakukan kepada Vanya dan temanmu yang sedang sekarat itu," Ucap Charles membela diri.

"DIEM!" Bentak Clara. "Saya gak mau tahu. Pokoknya saya mau kalian harus bisa bikin Vanya pulang."

"Gampang, Tan... Ada Gavin, semua aman," Ucap Marvel menaik turunkan alis.

"Bawa pulang anak sayanya gak pakai uang juga!" Lanjut Clara seakan tahu apa maksud Marvel.

"Iya, Tan. Kami janji akan memperbaiki diri, memohon maaf, dan mengembalikan Vanya kepada Tante lagi." Ucap Farel yang sejak tadi diam.

"Bagus, saya pegang ucapan kamu. Dan buat dia," Clara menunjuk Gavin. "Saya gak sudi kalau Vanya sampai memaafkannya!"

Gavin mengangguk menanggapi Clara, "Tante mau hukum saya apa? Nggak mungkin kalau hukumannya yang tadi." Ucapnya mengingatkan wanita tersebut.

Clara memicingkan mata. Ia tatap Gavin dengan seksama. Tanpa diberi tahu, Clara tahu siapa Gavin sebenarnya. Sekarang, siapa yang gak tahu Berlin? Wanita baik yang bisa memanusiakan manusia tidak seperti putranya.

Pasti semua tahu, dia wanita terkaya yang ada di kota ini. Banyak merk-merk terkenal yang telah beliau buat dan banyak digemari oleh seluruh kalangan muda hingga tua.

"Kalau bisa menentukan ajal orang, saya pastikan di detik ini kamu sudah mati."

Ucapnya sadis lalu keluar dari ruangan terkutuk itu. Charles menggeleng-geleng kepala melihat istrinya hari ini. Keren!

Sebelum mengikuti istrinya keluar, Charles melirik sinis ke arah Gavin dan yang lain.

"Gak usah sinis Om, kita impas satu sama. Saya yang merusak Vanya, dan Om yang mengusir Vanya dari rumah," Ucap Gavin santai.

Charles tersentak mendengarnya, "DASAR BOCAH GEMBLUNG!"

"E-eh, Om! Tenang, tenang, kasian temen saya udah hampir meningsoy tadi," Acel menahan tangan Charles agar tidak menampar atau memukul Gavin lagi.

"Liat aja kamu!" Kata Charles lalu keluar menyusul istrinya yang entah sedang berada dimana sekarang.






Bersambung.

Mau bilang, di part 20 ke atas harusnya dh banyak part Gavin sama Vanya tapi ya ndak tawu.

VOTE YANG BANYAKKK BEB!!❤️

Langsung next kalau crushku ngechat aku duluan😰🥴

Kayak di chat wae ekwkwkw, dasar cah gemblung tenan.

Met malming💐✨

18 11 23.

HER LIFE - END (OTW TERBIT)Where stories live. Discover now