PROLOG

11 2 4
                                        

Cinta habis di orang lama itu benar adanya.

Cintaku habis dengannya dan cintanya habis di orang yang sudah lama bersamanya. Bagiku, manusia yang saling mencintai adalah sebuah keajaiban. Dan keajaiban itu belum aku rasakan, aku pernah mencintainya tapi dia mencintai orang lain, aku pernah dicintai orang lain tapi jahatnya aku yang tidak bisa mencintainya. Sepertinya jalan hidupku harus memilih salahsatu antara mencintai atau dicintai.

Tidak ada yang jahat disini, hanya saja waktunya yang tidak tepat. Atau aku kah yang jahat disini?

Aku terlanjur nyaman kemudian jatuh cinta dengannya, namun aku juga tak mau menyakiti pasangannya, aku menjadikan alasan itu untuk menyembunyikan perasaanku darinya. Tapi bukan itu alasan utamanya, sebenarnya aku tak mau dia tahu karena aku tak mau kita tiba-tiba asing. Aku ingin selalu bersamanya tanpa merusak yang semestinya. Ini kejahatanku yang pertama.

Kemudian yang kedua, aku pura-pura mengagumi orang lain hanya karena aku tak mau dianggap baper sama dia. Dengan aku yang terlihat mencintai orang lain, aku akan bebas memberikan perhatian padanya supaya dia tidak curiga. Aku lebih takut kalau dia peka dengan perasaanku daripada orang lain yang tahu.

Jahat kan? Egois kan? Aku tidak pernah menyangka bahwa cinta akan sejahat ini. Beginikah cinta? Hanya karena rasa suka semuanya menjadi begitu rumit.

Namun, aku juga takut jika dia tiba-tiba mencintaiku. Aku takut kalau aku hanya pelampiasannya. Ada apa dengannya? Kenapa hubungan dengan yang sebelumnya udah selesai? Apa benar udah selesai? Pertanya-pertanyaan itu akan terus ada dalam pikiranku. Jika akhirnya begini, aku harus gimana? Bertahan dengan orang yang sedang bersamaku saat ini atau menerimanya kemudian bersamanya yang dulu pernah aku cintai begitu hebat.

EMALINAStories to obsess over. Discover now