"Siapa yg tidak hadir?"
Tanya dari bu Wanda membuat siswa siswi di kelas 11 IPS 1 saling menatap melempar tanya. Mengecek satu persatu bangku yg tertangkap oleh indera penglihatan mereka.
Ada dua bangku kosong di meja paling pojok yg penuh dengan coretan random. Meskipun bangkunya ada dua, sejatinya yg duduk disanya hanyalah satu orang. Orangnya hari ini tidak hadir.
"Avie bu"
"Apa keterangannya?"
"Gatau tuh bu"
Bu Wanda mengangguk kemudian menulis huruf A dalam satu kolom di sebelah nama Avierrena Agaistha Alinet itu berada.
"Siapa lagi?"
Beliau tidak mendapati anak-anak sekelas menyebutkan nama lain.
"Hanya Avie yg tidak hadir?" semua siswa spontan mengangguk. Guru yg berstatus sebagai wali kelas 11 IPS 1 itu kemudian berdiri.
"Dia sudah tidak masuk di pelajaran ibu sebanyak 3 kali. Dari guru lain juga ibu sering dengar kalau dia jarang masuk ke kelas mereka"
"Tapi Avie masuk terus kalo pelajaran bu Desi, bu"
"Benarkah? Apakah hanya di pelajaran bu Desi saja?"
"Iya, dia gak pernah absen kalau pelajaran bu Desi"
"Sekarang ada pelajaran bu Desi tidak?"
"Ada bu, pelajaran terakhir"
"Bilang pada Avie, dia ditunggu oleh bu Ririn di ruang BK"
...
Di pinggir lapangan, sedang ramai oleh beberapa siswa yg menonton proses pergantian Ketua OSIS periode baru.
Marsella Shakala, Ketua OSIS periode lama melantik adiknya, Gemariel Shakala, sebagai Ketua OSIS periode baru.
Marsella sudah kelas 12, semester depan ia akan menjalani Ujian Nasional. Bulan Oktober ini adalah bulan yg memang sering digunakan untuk melaksanakan serah terima jabatan.
Setelah selesai melakukan sesi pemotretan, mereka kemudian bersalaman. Sekedar mengucapkan kata selamat untuk ketua baru.
Gemariel Shakala menjadi Ketua OSIS didampingi wakilnya, Adrian Guntur. Mereka mendapat perolehan suara yg beda 2% dengan kandidat lain yaitu Gilang dan Sarah.
"Selamat ya Gem, Dri" Gilang datang bersama Sarah, mereka menyalami Gema dan Adrian sebagai tanda sportivitas.
"Thanks Lang, Sar. Semoga di pemilihan ekstra nanti kalian yg kepilih ya"
"Gema! Lo dipanggil sama bu Ririn" anggota OSIS lain yg tiba tiba datang menyuruh Gema untuk menemui gurunya itu, membuat Gema mengernyitkan dahi, bingung.
"Kayaknya lo bakal dapet tugas berat deh haha. Padahal baru aja dilantik jadi Ketos, udah ada aja masalahnya" kata Marsella menepuk pundak adiknya tanda bela sungkawa diiringi candaan teman temannya yg lain
"Si Gema mau kemana?" tanya Waketos lama yg baru kembali dari toilet
"Nemuin bu Ririn, ngurusin anak berandalan kayaknya"
"Oh, siapa?"
"Avie"
"?!"
...
Tok tok tok
"Permisi bu"
"Oh Gema, silakan masuk"
Gema mengangguk sopan lalu masuk kedalam ruangan bu Ririn. Guru yg berstatus sebagai Wakasek Kesiswaan itu tersenyum saat Gema sudah duduk di depannya.
Guru BK, bu Dian sedang cuti melahirkan. Tugas mengenai siswa dan siswi kemudian diambil alih oleh Wakasek Kesiswaan.
YOU ARE READING
GEMAVIE
RandomAvierrena terjebak di situasi yang benar-benar menghancurkan hidupnya. Semua yang ia pikir tidak akan pergi, mulai menghilang satu persatu. !!! Terdapat kata-kata kasar untuk kebutuhan emosional.
