6. Love Can Grow Anytime.

23 2 0
                                        

Happy reading!

__________________________________________

Flashback Daniel ketika mengirimkan pesan pada Aura.

Aura pikir, dengan tidak membalas pesan dari Daniel, akan membuat Daniel malas dengan dirinya dan tidak sungguh-sungguh ke rumahnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Aura pikir, dengan tidak membalas pesan dari Daniel, akan membuat Daniel malas dengan dirinya dan tidak sungguh-sungguh ke rumahnya.

Flashback off. Ada di part 5, sebelumnya.

Ayla meraih ke dua tangan Aura. Ia mengusapnya pelan. "Aura mau kerja di Butik, gak? Tadi Ibu denger, katanya lagi butuhin karayawan. Lumayan jauh dari rumah kita."

"Bu, Aura kan bantu Ibu jualan. Nanti kalo aku kerja di luar, Ibu siapa yang bantuin?" Aura membalas usapan pada tangannya.

"Nggak, nak. Ibu bisa sendiri. Nanti kan bisa lewat ojek buat anterin pesenan. Aura mau, yaa? Ibu gak mau nyusahin kamu terus terusan buat bantuin Ibu jualan." Jelas Ayla.

Aura mengangguk. "Yaudah, aku mau. Tapi Ibu nggak keberatan, kan, gak aku bantuin?"

"Nggak, sayang." Jawab Ayla sembari tersenyum.

Ayla meraba saku cardigan yang dipakainya. Ia mengambil selembar kertas kecil yang berisikan beberapa nomor telepon. Lalu memberikannya kepada Aura.

"Ini nomer yang bisa kamu hubungi. Kamu tanya-tanya dulu, siapa tau masih ada lowongan. Nanti, kalau ada jawaban, kabarin Ibu, ya, Nak."

"Semangat!" Ayla tersenyum menyemangati Aura.

Aura mengangguk sembari tersenyum.

"Nanti aku hubungi nomernya. Makasih, ya, Bu! Aura sayaaanggg sama Ibuuu!!" Ucapan Aura membuat Ayla sedikit tertawa.

🌻🌻🌻

Charles menuruni anak tangga dengan rasa malas. Suasana di bawah membuatnya muak. Apalagi jika bukan manusia-manusia yang egois merasa paling benar dalam segala hal untuk dirinya.

"Charles, cepat sedikit!" Teriak perempuan paruh baya yang ada di antara orang-orang sana.

"Maaf, ya, sayang." Ucap perempuan itu lagi, sebut saja Oma, pada perempuan remaja yang tengah ikut menunggu Charles di ruang tamu itu.

Perempuan itu tersenyum dengan tenang. "Gak apa-apa, Oma. Naya seneng bisa di undang ke sini buat ketemu Charles. Tapi, sebelumnya... Naya minta maaf, karena Mami sama Papi nggak bisa hadir ikut ke sini. Mereka sibuk dengan kerjaan mereka akhir-akhir ini." Naya Larasati Kusuma, Perempuan yang akan di jodohkan oleh keluarga Charles, terutama sang Oma.

"Tidak apa-apa, Naya. Oma seneng, Naya masih bisa ke sini. Ini pertemuan kita ke dua. Dan, ya, kali ini kita bertemu dengan adanya Charles langsung di sini." Oma tampak sangat bahagia. Bagaimana pun, Charles ini adalah cucu Laki-laki satu satunya di keluarga ini.

Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]Where stories live. Discover now