Bab 14 || Fuzia VS Draxes ||

93 7 3
                                    

.
.
Vote and komen
‡happyReading
«»‽
"Lain kali kalau ada geng motor jangan di lawan," kesal Gala pada gadis di depannya itu.

"Jangan di lawan?" ucap gadis itu mengulang perkataan Gala.

"Ingat bang jika gue mundur, berarti gue lemah." tungkas gadis itu dengan menekan kata lemah.

"Bukan gitu," ujar Gala yang tengah mengoles Betadine di tangan Fuzi.

"Terus?" tanya Fuzi santai.

"Maksudnya ... Ah! Udah lah." kesal lelaki itu pada gadis yang sialnya adiknya tersebut.

"Terlebih aku hanya menolong mereka," jawab gadis itu dengan santai.

"Abang tau dek, tapi kalau bisa telpon abang atau enggak bang Gale. Bagaimana kalau kamu kenapa napa nanti? Abang akan merasa bersalah banget dek," lirih Gala melihat luka di tangan adiknya itu. Belum sebulan setelah ia kecelakaan ia sudah mendapatkan luka lagi.

"Tenang, Fuzi bisa jaga diri Fuzi dengan baik." Mendengar itu Gala hanya mampu tersenyum tipis sembari membalut telapak tangan adiknya itu dengan perban.

Gale yang sendari tadi hanya diam, menatap adiknya dengan tatapan yang sulit diartikan. Di benaknya hanya satu saja ia pikirkan, sejak kapan adiknya hebat dalam bela diri? Yang bahkan bisa membuat ketua dan lima anggota inti dari geng itu pingsan dengan wajah Babah belur.

Mari kita Flashback bagaimana Fuzi bisa bertemu dengan geng motor itu dan mendapatkan luka di telapak tangannya.

Flashback On

Fuzi terlihat tengah menikmati pemandangan kota selama mengendarai motor miliknya, pemandangan di sore hari dan malam hari sangatlah berbeda.

Namun saat akan berbelok tatapan nya jatuh dengan ketiga gadis yang kini di hadang di sebuah gang dan terlihat ketiga nya risih dan menepis setiap tangan yang ingin menyentuh mereka, Fuzi mengenali ketiganya dan membuat dirinya harus terpaksa menolong.

Ingat walau ia tidak suka, ia tetap akan menolong orang tersebut.

Memutar motornya untuk mendatangi mereka, tiga gadis itu terlihat menepis setiap sentuhan yang di lakukan oleh 15 orang tersebut.

"Udah gue bilang jangan sentuh gue," marah salah satu nya.

"Wow! Dia marah bro," ketawa salah satu lelaki disana.

"Mamah," lirih salah satu nya ketakutan saat lelaki bertato di leher itu menyentuh pipi nya.

Dengan cekatan gadis di samping gadis yang ketakutan itu mencekram tangan lelaki itu lalu menendang perut lelaki itu hingga membuat lelaki itu terjatuh ke belakang, melihat itu teman temannya yang lain jadi geram dan akhirnya melawan dua gadis yang bisa bertarung itu.

Saat salah satu gadis itu tengah fokus melawan musuh didepannya dari arah belakang mencoba memukul bahu gadis itu menggunakan balok, tepat saat balok itu sudah akan melayang sebuah batu kecil mengenai tangannya dan membuat balok persegi itu terjatuh.

Tuk

"Argh!" erang lelaki itu merasakan sakit di tangannya karena batu itu terlempar dengan kuat mengenai tangannya.

Semua orang yang mendengar itu langsung menoleh kearah lelaki itu, namun lelaki itu malah menatap kearah lain. Disana Fuzi terlihat bersandar di motornya dengan batu kecil yang di mainkan di tangannya.

"Tak ku sangka ada beberapa pecundang disini," ucap Fuzi dengan suara rendah.

"Lo siapa anjing! Jangan ikut campur sialan?!" umpat salah satu lelaki itu.

♪The Perfect Character♪Where stories live. Discover now