Prolog

22 2 1
                                        

Oops! Questa immagine non segue le nostre linee guida sui contenuti. Per continuare la pubblicazione, provare a rimuoverlo o caricare un altro.

...

('Bagian terpahit dari mencintai seseorang adalah mengetahui bahwa hatinya bersemi untuk orang lain')
...

GenNa; Genta Buana dan Fiona Ileana  di SMA Tunas Harapan itu sudah tidak cukup asing bila mendengar nama itu. Mereka di juluki pasangan yang serasi karena kecantikan dan ketampanannya.

Fiona kira hubungan yang sudah hampir satu tahun mereka jalani itu akan langgeng sampai menikah nanti, selama ini hubungan nya baik saja sampai akhir yang tidak terduga terjadi; Genta mengkhianatinya!

Lebih gilanya lagi mereka sudah bertunangan di belakang nya selama tiga bulan! Gila, gila!
Kemana selama ini dirinya? Sampai tidak mengetahui pacarnya mempunyai gadis lain!?
Atau sebenarnya ia yang menjadi selingkuhan nya? Sungguh miris sekali!

Akhir-akhir ini memang Fiona sedikit menyadari kejanggalan dari pacarnya tapi ia mencoba untuk menepis nya. Ia pikir perilaku dari Genta itu wajar karena mereka sudah menjalin hubungan selama satu tahun, jika Genta bosan kepadanya itu cukup wajar karena sebuah hubungan pasti ada saatnya merasakan bosan. Fiona akui ia juga begitu tapi tidak sampai kencan dengan cowok lain, tapi yang dilakukan Genta beda dengan nya, dia bermain di belakang nya!

.
.

Fiona melempar foto di wajah Genta dengan keras, ia tersenyum sinis memandang pasangan itu dengan tatapan meremehkan.

"Udah bosen?" Tanya Fiona.

"Fion.. aku bisa jelasin.." Genta bangkit dengan panik mencoba menggapai tangannya yang langsung di tepis oleh Fiona.

Fiona tidak mau tangan yang sudah terkena gadis lain itu menyentuhnya, apalagi mereka menghianatinya ia tidak suka dengan penghianat seperti mereka!

"Gausah pegang-pegang najis!"

Genta tidak menghiraukan seruannya dia mencoba menarik tangan Fiona mencoba menggenggamnya.

"Fion, dia cuma menemani aku disini kok bukan apa-apa beneran."

Fiona berdecih.
"Halah basi tau gak!?"

"Gausah mencoba membela diri, cukup lo diam. Mulut lo bau!" Kata Fiona sinis.

"Fiona..."

"Kita PUTUS!" Fiona berbalik pergi, tidak menghiraukan seruan dari mantan laknatnya.

Menghentikan taksi lalu masuk dengan terburu-buru melihat Genta yang mengejar dirinya.

TBC

Masih bingung ya?
Sebenarnya ini aku ambil beberapa kata dengan acak kalau mau tahu kelanjutannya ayo tunggu part selanjutnya!

For FionaDove le storie prendono vita. Scoprilo ora