lonely

4 0 0
                                    

Sudah 1 minggu lebih Edgar masih belum masuk kuliah karena mungkin masih dirawat di rumah sakit, Alana sudah kesepian karena setiap hari ia harus berangkat ke kampus sendirian atau diantar oleh Nova sesekali.

" Lan Lo kenapa? " Tanya Amira yang sedang berada di rumahnya.

" Gue ngerasa sepi gak ketemu sama Edgar selama 1 minggu lebih, ini hari minggu biasanya gue sama dia itu jalan kan tapi kenapa dia betah banget di rumah neneknya " Jawab Alana heran.

" Di rumah neneknya? Tapi gue beberapa hari yang lalu liat dia, dia di rumah sakit pake kursi roda " Info yang diberikan oleh Amira membuat Alana terkejut.

" Di rumah sakit?, Pake kursi roda? " Sahut Alana dengan penuh pertanyaan.

" Gue salah liat kali, gak mungkin Edgar soalnya orang itu gak ada rambut alias botak " Alana tertawa karena perkataan sahabatnya ini.

" Ya mana mungkin Edgar, dia itu beneran lagi di rumah neneknya " Amira mengangguk saja.

Di pikiran Alana saat ini adalah apakah benar yang Amira lihat itu, tapi sepertinya tidak benar juga bisa jadi ada orang yang mirip dengan kekasihnya di rumah sakit itu.

" Gue balik ya Lan, udah sore " Pamit Amira yang langsung keluar dari kamar Alana.

" Oke deh mir, hati-hati ya " Sahut Alana yang menyetujuinya.

Keesokan harinya Alana sudah berada di kampus ia ke kantin dahulu karena tidak sempat sarapan di rumah, seperti biasa ia selalu kesepian di kampus disaat Edgar tidak masuk selama satu minggu dan ini sudah lebih.

Saat ia sedang melahap nasi goreng ada laki-laki yang duduk di hadapannya dan menatap Alana, ia terkejut karena laki-laki itu terus saja menatap dirinya.

" Apa Lo? " Tanya Alana.

" Kenalin gue Gibran, gue dari fakultas psikologi juga " Jawab Gibran sambil menjulurkan tangannya.

Alana terdiam. " Gue gak nanya nama Lo gak nanya Lo dari fakultas mana " Kesal Alana ia langsung kembali melahap nasi goreng nya.

" Ya gue cuma memperkenalkan diri, gue juga cuma mau nemenin Lo karena keliatan banget Lo kesepian " Jelas Gibran sambil tersenyum.

" Gue gak kesepian kok, siapa bilang gue kesepian " Sahut Alana.

" Makanya jadi pacar gue aja, biar Lo gak kesepian " Tawar Gibran dengan berani.

" Gue? Jadi cewek Lo, ogah banget gue udah tunangan jadi mending Lo mundur aja deh " Tolak Alana dengan cepat ia langsung pergi dari kantin.

Gibran menatap Alana dengan senyuman yang seperti akan terus mengejar perempuan itu, ia merasa jika ditolak itu akan menantang dan membuat dirinya menyenangkan.

" Dikira gue percaya dia udah tunangan, mana ada " Gibran pun keluar dari kantin.

Alana duduk di taman kampus ia benar-benar khawatir kepada Edgar mengapa ia belum masuk juga, ia juga sudah beberapa kali menelepon Edgar tapi tidak pernah ada jawaban.

" Gar Lo kemana sih " ucap Alana sendiri.

Sedangkan Edgar ia tidak berada di rumah sakit sekarang ia sedang berada di taman kota, dengan topi yang menutupi kepalanya karena Edgar sudah tidak mempunyai rambut.

" Gue takut bikin Lo malu Lan, gue gak mau Lo tahu tentang ini " Edgar mengucapkan itu dengan pelan dan ia sedang memegang wig rambut.

Dengan berani Alana pergi ke rumah Edgar saja ia ingin memastikan apakah Edgar ada disana, ia sudah sampai karena jalanan tidak macet juga setelah itu ia langsung masuk ke dalam rumah Edgar.

Numb love {TAMAT}Where stories live. Discover now