Gadis Kecil🥀

25 0 0
                                        

Welcome

To @xymnya_ story!

Happy reading!

***
Cerita ini akan menceritakan tentang kehidupan masa remaja Adeline, namun sebelum itu terlebih dahulu saya akan menceritakan sedikit tentang bagaimana kisah masa kecil Adeline.

.
.
.

Seorang gadis kecil kini sedang menangis tanpa suara didalam kamarnya, dia menutupi wajahnya dengan bantal untuk meredam suara isak tangisnya.

Tragis, masa kecil yang seharusnya diisi membahagiakan justru malah menjadi suatu hal yang sangat menyesakkan dan kelam.

Gadis kecil bernama Fahima Adeline Nachele itu memiliki kehidupan masa kecil yang jauh dari kata sempurna. Hidup dalam keluarga yang kurang harmonis menuntutnya untuk dapat hidup dengan mandiri.

Adeline kecil sudah terbiasa untuk bersikap seolah tidak terjadi apa-apa meskipun nyatanya dia memiliki banyak sekali luka.

Suatu hari, saat jam pulang sekolah. Teman-temannya langsung berlari menuju orang tua masing-masing, dirinya hanya bisa tersenyum sendu melihat hal itu. Mau berlari pada siapa, orang tuanya saja tidak pernah berada disana.

Dia juga seringkali diejek teman-teman sekolahnya karena tidak pernah dijemput oleh sang ayah. Jujur, dalam hati kecil Adeline dia juga ingin bisa seperti mereka. Namun sepertinya dia memiliki jalan takdir yang berbeda.

Gadis itu sama sekali belum pernah merasakan yang namanya diantar jemput ke sekolah oleh sang ayah. Jujur ada rasa ingin, namun dia takut dengan sifat ayahnya yang keras. Akhirnya dia memilih untuk tetap diam.

Pada akhirnya gadis itu tumbuh dengan kekurangan kasih sayang dari seorang ayah. Dan mulai terbiasa tanpa kehadiran sosok yang biasa disebut ayah.

Ternyata kesulitan yang dia alami belum selesai sampai disitu saja, dia kembali diterpa masalah saat masih duduk dibangku sekolah dasar. Adeline, gadis itu menjadi korban bullying oleh teman-teman sekolahnya.

Hal itu terus berlanjut hingga dia duduk dibangku sekolah menengah pertama, dan semua itu hanya dipendamnya seorang diri. Tanpa pernah diceritakan pada siapa pun, termasuk orang tuanya sendiri.

Dia selalu berkata pada dirinya sendiri di depan cermin, "Tidak apa, semua pasti akan baik-baik saja." dan kalimat itu pasti dia akhiri dengan senyuman. Senyum penuh luka. Dia tetap tersenyum meskipun dunianya sedang hancur.

Dari Adeline, kita akan belajar banyak hal. Salah satunya tentang tetap terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya menyimpan banyak luka.

***

Teruntuk kalian yang mungkin sedang merasa jika dunia ini tidak adil, maupun sedang terluka. Tidak apa, nikmati saja prosesnya. Karena jika luka saja kamu nikmati, maka kamu akan dapat jauh lebih menghargai jika suatu saat kebahagiaan itu akhirnya tiba. Semangat!

Jum'at, 30 Des 2022
399 words || 16.36 wib

ADELINEWhere stories live. Discover now