Chapter 2

28.7K 1.5K 19
                                    

"Hei, Kaithlyn!" Inabelle menyapa Kaithlyn dengan senyum cantiknya yang menawan.

"Hei, Abel!"

"Bagaimana kencanmu semalam? Apakah Jack bertindak agresif?"

Kaithlyn memasang wajah masam "Kita tidak melakukannya."

"Apa? Kalian tidak melakukannya? Jadi, kau masih perawan?"

Kaithlyn mendesis, lalu berbisik "tidakkah kau pelankan suaramu, Abel? Jangan lupa kalau kau sendiri masih memegang peran penting sebagai perawan."

Inabelle tertawa "Itu tidak masalah bagiku. Kau tahu? Aku tidak pernah memberatkan statusku yang masih perawan. Kau saja yang terlalu rumit. Jadi, bagaimana bisa?"

"Apa?"

"Kenapa kalian tidak melakukannya? Aku rasa kemarin malam waktu yang tepat."

Kaithlyn kembali memasang wajah masam "Karena aku sudah tahu tentang kebenaran."

"Kebenaran? Kebenaran Apa?"

"Kalau Jack tidak menginginkanku. Dia sengaja mengajakku kemarin hanya ingin dikenalkan dengan Madeline."

"Madeline? Sahabatmu?"

"Bukan. Hanya sekedar teman."

"Oh. Jadi apakah ini kabar gembira atau sebaliknya?"

Kathlyn menajamkan matanya ke arah Inabelle. Tahu bahwa teman dekatnya itu sedang menggodanya "Aku serius dalam hal ini, Abel!" tekannya sedikit mendesis.

Inabelle tersenyum penuh pengertian "Oke, sekarang ceritakan padaku tentang perasaanmu!"

Hanya kalimat sederhana yang penuh pengertian dari seorang teman, membuat Kaithlyn merasa terharu. Dia tidak pernah mendapatkan perhatian, kasih sayang atau semacamnya, semenjak dia dilahirkan ke dunia ini dengan status anak yatim piatu. Nama keluarga yang disandangnya, bukanlah nama keluarga yang sebenarnya. Matthew Luis, orang yang selama ini telah dianggapnya sebagai ayah kandungnya, mengaku bahwa ia mengambilnya dari panti asuhan. Alasannya, jelas! Karena ayah dan ibunya hanya mempunyai seorang putri yaitu Kimberly. Dia percaya, karena ia dan Kimberly nyatanya dilahirkan pada tahun yang sama, bukan kembar karena memang dia bukanlah siapa-siapa dalam keluarga Luis. Maka tidak heran mengingat perlakuan keluarga Luis yang memperlakukannya layaknya seorang budak keluarga. Mereka yang di luar sana menganggap bahwa keluarga Luis mempunyai dua orang putri, Kimberly dan dirinya. Namun, hanya dia seorang yang tahu tentang kebenarannya.

Kebenaran yang memukul mutlak tepat di hatinya ketika ia tidak sengaja memecahkan pot bunga kesayangan Michele Luis.

"Kamu! Benar-benar anak sialan! Percuma saja Matthew mengambilmu dari panti asuhan kalau memang hidupmu membawa kutukan dalam keluarga ini."

Bayangkan! Seseorang yang selama ini dianggapnya sebagai sosok ibu, teganya mengatakan hal itu dengan kalimat-kalimat terkutuk yang pernah ia dengar sewaktu dirinya masih berumur delapan tahun. Selanjutnya, tidak mengherankan lagi bahwa perlakuan mereka menjadi lebih buruk hingga beberapa kali ia keluar masuk rumah sakit akibat pukulan demi pukulan yang ia dapat.

"Kaithlyn. Hei!" suara Inabelle cepat menyadarkan Kaithlyn dari lamunannya. Dia tergagap, merasa tidak siap untuk bercerita apapun mengenai perasaannya.

Inabelle tersenyum "Kalau memang bagimu lebih baik tidak bercerita, tidak apa-apa. Lain kali saja. Hanya ingin kau tahu bahwa aku selalu siap mendengarkan ceritamu, Kaithlyn."

Kaithlyn memaksakan dirinya untuk tersenyum "Terima kasih, Abel. Tapi tidak. Ini waktu yang tepat untukku menjelaskan semuanya."

"Oke. Aku akan berusaha menjadi pendengar yang baik."

Kaithlyn tahu Inabelle menjadi orang yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita termasuk statusnya sebagai anak angkat keluarga Luis. Tercengang. Tidak percaya. Terkejut. Itu semua gambaran yang ditunjukkan mimik wajah seorang Inabelle dalam mendengarkan semua penjelasannya.

"Sejak hari dimana Michele mengatakan bahwa aku anak sial, dari sanalah aku tidak mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. Dan ... seperti inilah aku sekarang. Berpenampilan yang tidak menarik sama sekali hingga Jack lebih melirik Madeline daripada aku sendiri."

"Cukup, Kaithlyn. Jangan buang energimu hanya untuk menjelaskan kau tidak menarik sama sekali."

"Itu fakta, Abel!"

"Kalau memang itu fakta, ayo kau ikut aku sekarang!"

Inabelle menarik dan menuntunnya ke toilet. Menghadapkannya ke sebuah cermin besar yang jelas-jelas memperlihatkan dirinya dengan Inabelle yang berada di sampingnya.

"Apa yang kau lihat?" Tanya Inabelle

"Hanya seseorang yang tidak menarik."

"Oke. Kalau memang itu pendapatmu."

"Hei! Apa yang kau lakukan?" tanya Kaithlyn ketika Inabelle melepaskan kacamatanya.

"Aku tahu kau tidak membutuhkannya, Kaithlyn. Jangan mengkhawatirkan kacamata besarmu ini." Inabelle meletakkan kacamata Kaihtlyn di dalam kantung blouse-nya, lalu kembali bertatapan dengan Kaithlyn lewat cermin yang memperlihatkan keduanya. "Perhatikan dirimu lagi. Lihat benar-benar matamu. Mereka biru, menghanyutkan setiap orang yang memandangnya. Alismu, terpahat sempurna dengan hidung mancungmu yang indah. Bibirmu tipis tapi penuh menggambarkan sosok Kaithlyn yang anggun. Badanmu, menganggumkan. Lalu apa yang membuat kamu merasa tidak menarik sama sekali? Kau cantik, Kaithlyn. Benar-benar cantik. Tapi sayang aku perempuan, dan kau bukan tipeku sama sekali."

Kaithlyn tertawa mendengar kata-kata terakhir seorang Inabelle. Lalu dipeluknya bahu perempuan itu menandakan rasa terima kasih yang besar.

"Terima kasih sudah membuatku melihat semuanya, Abel."

"Kau pantas untuk mendapatkannya, Sayang."

"Sudah waktunya untukku menemani Mr. August untuk rapat. Sekarang, bisakah aku mendapatkan kembali kacamataku?"

"Sudah aku bilang, kau tidak membutuhkan benda ini," kata Inabelle sembari melempar kacamata Kaithlyn ke tempat sampah yang berada di dekatnya.

"Oh,Tuhan! Inabelle!"

---00---

My Death Angel (#1 MDA Series)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang