If you need someone who can love you while he's gone
Baby you got my number, got my number, oh
When you realize, it ain't him that's on my mind
Baby you got my number, got my number, oh
Suara alarm menggema di seluruh penjuru kamar seorang gadis yang masih tertidur pulas.
Gadis itu tak sadar jika sedari tadi kakak Ares-kakak laki-lakinya berteriak tepat di depan pintu kamarnya.
Ares geram karena pintu tak kunjung dibuka akhirnya memutuskan untuk mendobraknya.
Brak
Ares geleng-geleng kepala melihat adiknya bagaimana tidak? kaki yang menendang tembok serta bantal yang sudah berserakan di lantai.
Ares memungut bantal yang terletak di lantai lalu melemparnya tepat di muka adiknya.
"HEH BANGUN!!!"
Gadis itu menyingkirkan bantal yang berada di mukanya lalu bangun dengan tergesa-gesa.
"Lo tidur apa mati sih susah banget dibangunin?"
Gadis itu berdecih. "Cih, Abang bangunin orang gak sopan banget."
"Lo dibangunin dari tadi gak bangun-bangun."
"Berisik diem! udah aku mau mandi,"ujar gadis itu sebelum beranjak ke kamar mandi.
Ares menghela napas lalu memutuskan untuk pergi dari sana.
"Gimana adikmu udah bangun belum?"tanya Loraine Lova-ibunya.
"Udah,"jawab Ares singkat
Ares mengambil roti tawar di meja makan sebelum pergi.
"Ares sekolah dulu,"pamit Ares
"Ares!!!"teriak Derio-ayahnya
Ares menghentikan langkahnya ia berbalik menghadap Derio. "Apa?"
"Jangan berangkat sendiri lah nanti adikmu sama siapa?" tanya Derio
"Sama ayah lah males banget aku anter Helen dulu lagian sekolah kita kan beda,"jawab Ares
Ares berbalik dan tak menghiraukan panggilan orang tuanya. Ares menaiki motor ninja hitam miliknya, motor Ares melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumahnya.
Tak lama kemudian gadis yang bernama Adiba Helena Lova itu telah siap dengan seragam sekolahnya.
"Pagi ayah, bunda,"sapa Helen
"Pagi cantiknya ayah,"balas Derio
"Pagi sayang,"balas Loraine
"Abang mana?"
"Udah berangkat,"jawab Loraine
Helen mengangguk. "Yaudah Helen berangkat sendiri aja."
"Eh kok gitu kamu berangkat sama ayah,"ujar Derio
Helen menggeleng setelah memakan sesuap nasi goreng. "Gausah ayah Helen berangkat naik taksi aja."
"Kamu yakin?"tanya Derio memastikan
"Yakin dong."
~*~
Suara deru motor menggema di parkiran SMA Cakrawala disana tampak beberapa laki-laki yang ditakuti siswa-siswi SMA Cakrawala, mereka adalah geng GREGORIUS. Geng GREGORIUS diketuai oleh Kaivan Direndra Arya Aksa laki-laki yang luar nya kuat, kejam nan beringas namun sebenarnya rapuh.
Tiga tahun yang lalu sebelum kepergian ibunya Kaivan merupakan sosok yang ramah, baik hati tak seperti sekarang.
Kaivan mengambil puntung rokok di sakunya dia berjalan santai melewati koridor SMA Cakrawala tak memperdulikan tatapan siswi-siswi yang memuja dirinya.
Berbeda dengan Raja Samudera yang sedari tadi sudah tebar pesona. "Hai cewek."
Saga menggeplak kepala Raja. "Najis sok banget sih lo."
"Sok ganteng lo,"sahut Aslan
"Dih gue emang ganteng, lo pada iri ya,"jawab Raja
Aslan dan Saga memutar bola matanya malas. "Gak tuh."
"Udah ah kek anak kecil deh kalian,"sahut Tian
Brak
Seorang Siswi jatuh dihadapan Kaivan dan menumpahkan segelas minuman cokelat tepat di seragam Kaivan.
Siswi itu segera bangkit setelah ia sadar apa yang telah di perbuat. "Maaf kak aku gak sengaja."
Kaivan menyingkirkan tangan siswi itu kasar. "Pergi!"
"Pergi sebelum gue berubah pikiran!!!"
Siswi itu mengangguk lalu cepat-cepat pergi dari sana.
"Kai lo gapapa?"tanya Tian
"Gue ada seragam bersih di loker kalau lo mau lo bisa pake,"lanjut Tian
Kaivan mendengus ia pergi meninggalkan teman-temannya.
Kini Kaivan hanya mengenakan kaos putih polos serta celana sekolahnya.
"KAIVAN MANA SERAGAM KAMU!!!"teriak Bu Loli guru yang mengajar di kelas Kaivan.
"Kotor,"jawab Kaivan singkat
"Ya sudah berdiri di lapangan sampai jam istirahat sekarang!!!"
Kaivan mengangguk singkat lalu keluar dari kelasnya.
~*~
"Pak bukain gerbangnya!" teriak Helen dari luar SMA Cakrawala.
"Darimana saja kamu jam segini baru berangkat?"tanya Pak Jovan
"Tadi taksi nya mogok Pak," jawab Helen
Pak Jovan menghela napas. "Ya sudah kamu saya izinkan masuk-"
"Beneran pak?"tanya Helen memotong pembicaraan Pak Jovan.
"Sebentar saya belum selesai ngomong main potong aja kamu,"ujar Pak Jovan
Helen menyengir kuda. "Hehe maaf Pak."
Pak Jovan geleng-geleng kepala melihat kelakuan muridnya.
"Kamu saja izinkan masuk tapi sebelum itu berdiri di lapangan sampai jam istirahat."
"Baik Pak terimakasih," jawab Helen
Pak Jovan membuka pintu gerbang SMA Cakrawala lalu mempersilahkan Helen masuk.
Helen langsung menuju ke lapangan untuk melaksanakan hukumannya. Disana ia terkejut kala melihat tak hanya dirinya yang dihukum. Helen memposisikan dirinya di sebelah laki-laki yang juga dihukum yang tak lain adalah Kaivan.
~*~
Haiii ketemu lagi di ceritaku yang kesekian
Gimana part ini?
Kalau ada salah kata kasih tau yaaa
Mau next?
YOU ARE READING
DANGEROUS BOY
ספרות נוערKaivan Direndra Arya Aksa merupakan ketua geng GREGORIUS yang kejam dan tak berperasaan jika telah berhadapan dengan rivalnya geng AXELIZ. Kaivan mencintai Adiba Helena Lova adik Ares Derio Lova musuh bebuyutannya. Lantas apa yang menyebabkan Kaiv...
